ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Cahaya



"Sudah siap, Sayang?" tanya dokter Caca pada Ella


"Sudah dok" jawab Ella menganggukkan kepalanya


"Yasudah kalau begitu, ayo kita pergi Dokter Wisnu sudah menunggu kita di mobil" kata dokter Caca mulai mendorong kursi roda Ella keluar dari rumah sakit


...----------------...


Di Aula sekolah, Kavin dkk sedang menunggu Ella untuk datang. Untungnya saat ini sekolah sedang mengadakan acara untuk ulang tahun sekolah. Jadi, mereka tidak terlalu menganggu kegiatan belajar mengajar.


"Ella beneran dateng kan?" tanya Anya cemas menunggu kedatangan Ella


"Dia pasti akan datang" jawab Lana menenangkan Anya


"Ella nggak pernah mengingkari janjinya"


"Kita tunggu aja" tambahnya


"Hm" gumam yang lain setuju


Sehari setelah kabar tentang kondisi kesehatan Ella menyebar, Ella memutuskan untuk datang menemui sahabat-sahabatnya di sekolah. Tentu saja itu sedikit meredakan rasa kecewa dan bersalah mereka pada Ella. Mereka bersyukur setidaknya Ella mau menemui mereka terakhir kalinya. Yang berarti Ella masih menganggap persahabatan mereka selama bertahun-tahun.


"Kita harus ingat, jangan mengungkit-ungkit masalah kepindahan Ella dulu sebelum Ella yang membahasnya" kata Elvan mengingatkan semua teman-temannya


"Jangan buat dia tertekan. Yang nanti malah ngebuat kondisi Ella tambah drop. Ella nggak boleh banyak pikiran" tambah Ersya ikut mengingatkan teman-temannya


"Iya, kita tau" kata Rena berusaha menahan air matanya saat mengingat masalah sahabatnya itu


"Jangan nangis" kata Malvin menatap Rena


"Gue nggak nangis" ketus rena menolak


"Air mata gue keluar sendiri" ketusnya mengusap kasar air matanya


"Huft" hela nafas Malven


"Cewek selalu benar" gumam Malven lirih saat mendapat tatapan tajam dari Rena


"Udah jangan berantem dulu" pisah Addi


"Gimana yang lain udah siap kan?" tanyanya


"Udah, gue tadi dapat kabar dari Ryan semuanya udah beres" jawab Rei yakin


"Syukurlah"


"Jadi, kita hanya tinggal tunggu Ella datang" kata Lana


15 menit menunggu,


"ELLA DATANG" teriak seseorang dari balik pintu aula


"WOI.. ELLA DATANG"


Hening


"Ayo cepet" kata Kavin mengintruksikan semua sahabat-sahabatnya yang tiba-tiba terdiam terpaku


"Ayo" kata mereka segera berlari kearah gerbang sekolah


...----------------...


Di gerbang sekolah, terlihat Ella menggunakan gaun putih selutut dengan syal berwarna peach dan rambut hitam sebahunya yang dibiarkan terurai, duduk di kursi rodanya dengan wajah pucat yang sangat kentara meskipun ditutupi dengan make up tipis.


Dibelakang Ella ada Dokter Caca yang menggunakan celana jeans berwarna baby blue dan blouse berwarna putih gading senada dengan kemeja yang dikenakan dokter Wisnu.


"Hai" sapa Ella tersenyum manis saat melihat semua sahabat-sahabatnya


"Kangen nggak sama gue" canda Ella


"Gue kangen banget sama kalian" katanya tersenyum lembut menatap mereka semua


Deg


Cukup sudah pertahanan mereka runtuh seketika melihat senyum manis nan lembut andalan Ella. Senyum khas yang selalu Ella tampilkan dihadapan semua orang yang sedang membutuhkan dukungannya. Senyuman yang nantinya akan sangat dirindukan mereka.


"ELLA" teriak Anya Rena dan Lana berlari menghampiri Ella


Grebb


"Hikss.. Lo jahat banget sama kita hikss" tangis Rena memeluk Ella erat


"Kenapa Lo hikss bohongin kita hikss" tangis Anya juga ikut memeluk erat Ella


"Apakah segitu nggak pentingnya kita buat Lo?" tanya lana ikut menangis tersedu-sedu


"Maafin gue" lirih Ella membalas pelukan mereka


"Maaf"


"Maafin Ella" lirihnya


"Ini semua salah gue. Gue yang terlalu pengecut buat cerita sama kalian" lirihnya melepas pelukan mereka dan menatap semua orang-orang yang disayanginya


"Hei" kata Kavin yang tiba-tiba berjongkok dihadapan Ella


"Hei lihat aku" kata Kavin lembut mengangkat dagu Ella


"Jangan nangis" katanya menghapus air mata Ella dipipinya


"Kamu nggak salah, kita nggak nyalahin kamu. Jadi, kamu jangan menangis lagi, sayang" kata Kavin lembut


"Love you" kata Kavin mengecup lembut dahi Ella


"Makasih" kata Ella tersenyum manis menatap Kavin


"Ayo kita masuk, hari ini sekolah sedang mengadakan pesta Ulang tahun sekolah.


Dan Berhubung disini kita punya ketua OSIS paling teladan" kata Kavin menatap Elvan yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Ella


"Juga siswi kesayangan semua guru SMA Garuda" kata Kavin melirik Ella yang cengengesan karena merasa disindir Kavin


Jangan salah meskipun Ella suka balapan, prestasi Ella di sekolah tidak pernah kalah dengan ketenarannya didunia balap. Semua bidang Akademik, Ella selalu mendapatkan nilai A+. Ella merupakan siswi kesayangan semua guru SMA Garuda. Jadi, tidak susah meminta ijin untuk mengadakan acara spesial untuk Ella.


"Kita diijinkan bikin acara spesial buat kamu" kata Kavin berdiri


"Kenapa harus repot-repot" keluh Ella menatap tajam mereka


"Nggak akan repot kalau untuk cahayanya SMA Garuda" kata Rei menenangkan Ella


"Dokter biar saya saja" katanya mengambil alih tugas dokter Wisnu yang sedari tadi membantu mendorong kursi roda Ella


...----------------...


Deg


Betapa terkejutnya Ella, saat sampai di Aula sekolah, yang merupakan tempat berlangsungnya acara ulang tahun sekolah. Disana ia melihat teman-temannya berbaris rapi dengan bunga matahari ditangan mereka.


"Ini apa?" tanya Ella yang bingung bercampur terkejut saat melihat semua teman-temannya datang memberikan satu persatu bunga matahari untuknya


"Kav?" tanya Ella menatap Kavin yang hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ella


"Hei" kata Ella sekali lagi


"In-


Tepat saat bunga terakhir diberikan. Tiba-tiba lampu aula padam, dan digantikan cahaya dari atas panggung.


Tes


tes


tes


Air mata Ella jatuh seketika saat melihat foto demi foto yang ditampilkan didepan. Foto-foto kenangan Ella selama disekolah. Dari foto pertama Ella masuk sekolah, Ella yang tertidur dikelas,


Ella yang sedang makan di kantin bersama teman-temannya,


Ella yang sedang cemberut menunggu Kavin latihan basket,


Ella yang tertawa riang bermain hujan bersama teman-temannya,


Ella yang sedang serius mengobati siswa yang pingsan,


hingga Ella yang sedang asik bergosip dipojokan kelas.


Semua mereka tampilkan lengkap dengan keterangan dimana dan kapan foto-foto itu diambil.


"Ekhem" kata Lana yang berdiri diatas panggung


"Ellaine Zoya Deolinda, gadis pemilik senyuman paling manis di SMA Garuda" kata Lana setelah semua foto selesai ditampilkan


"Ellaine, gadis pecinta bunga matahari, gadis bodoh dan lugu yang selalu tersenyum manis meskipun hatinya terluka, gadis yang selalu menahan sakit hanya untuk orang yang disayanginya, gadis cerdas kesayangan semua guru yang merupakan kuda hitam SMA Garuda untuk setiap olimpiade, gadis periang yang selalu menebarkan aura kehangatan dan keceriaan dimanapun dia berada. Gadis berwajah malaikat yang bisa berubah menjadi iblis menakutkan hanya karena makanannya diambil" kata Lana terkekeh mengingat kelakuan absurd Ella yang selalu ngambek jika masalah makanan


"Ellaine seperti namanya, Ellaine yang berarti Cahaya. Ia bagaikan cahaya SMA Garuda. Cahaya yang selalu menjadi penerang untuk orang disekitarnya, terutama untuk kami sahabat-sahabatnya.


Cahaya yang tidak pernah padam meskipun banyak orang yang berusaha memadamkannya, cahaya yang tak pernah pamrih memberikan kehangatan dan kenyamanannya. Cahaya yang selalu bersinar dengan caranya sendiri" kata Lana menatap Ella dengan lembut


"Tapi, hari ini cahaya itu mulai meredup" kata Lana berusaha menahan tangisnya


"Cahaya yang selalu memberikan kehangatan dan kenyamanan perlahan meninggalkan kita agar bisa trus mempertahankan cahayanya. hikss" kata Lana yang tak bisa menahan air matanya


"Tak apa kami tak menyalahkanmu yang ingin meninggalkan kami, karena kami tau ini juga bukan keinginanmu untuk pergi. Kami hanya bisa mendoakan mu dan berharap semoga engkau akan selalu bersinar dengan terang" kata Lana mengusap air matanya


"Ellaine Zoya Deolinda, kamu adalah sahabatku, rekan ku, saudariku, orang tua dan juga guru untukku. Aku harap dimanapun kamu berada nanti, kamu akan selalu mengingat kami. Sama seperti 1000 bunga matahari itu, begitupun dengan doa dan dukungan kami untukmu yang tidak ada habisnya"


"Kami tak minta apa-apa darimu, yang kami minta hanya agar kamu tetap berusaha mempertahankan cahayamu. Jangan pernah menyerah untuk mempertahankannya. Tapi, jika kamu merasa lelah untuk bertahan. Ingatlah kami yang sangat bergantung pada cahayamu. Hidup kami akan gelap tanpa cahaya yang selalu kamu pancarkan"


"Ellaine, sang Cahaya SMA Garuda kumohon jangan pernah meredup" kata Lana dengan memberikan sebuket bunga matahari pada Ella yang sudah menangis terisak-isak


...----------------...


...Next?...