
Setelah puas bermain di air terjun. Mereka sepakat untuk pulang karna hari sudah sore. Sebelum pulang Ella mengusulkan untuk mereka beristirahat sebentar disebuah warung kopi sederhana, sangat sederhana malahan.
"Kak El, Lo yakin mau makan disini aja" kata Radhit
"Iya kenapa ada yang salah?" Tanya Ella penasaran
"Nggak salah. Hanya aja, apa sebaiknya kita ke cafe aja" jawab Radhit
"Lo nggak nyaman disini?" Tanya Ella
"Bukan gue yang nggak nyaman" jawab Radhit
"Trus?" Kata Ella
"Lo" tunjuk Radhit pada Ella
"Gue? Kenapa?" Tanya Ella bingung
"Gue takut aja elo yang nggak nyaman" kata Radhit
"Lah kenapa jadi gue?" kata Ella heran
"Lo kan cewek. Biasanya cewek lebih suka ke cafe daripada ke tempat kayak gini" kata Radhit
"Iya bener, lagian Dilihat-lihat disini cuma ada mie instan, nasi pecel, kopi, teh, sama es aja" tambah Evan melihat-lihat tulisan menu diluar warung
"Lo pikir gue cewek manja gitu, gini-gini meskipun gue manja dan cengeng, yang nangis cuma gara-gara kebentur pintu atau gara-gara kaki gue nggak sengaja di injak adik gue. Makan ditempat ini udah biasa bagi gue. Jadi Lo tenang aja" kata Ella sok
...----------------...
ELLA POV
"Lo pikir gue cewek manja gitu, gini-gini meskipun gue manja dan cengeng, yang nangis cuma gara-gara kebentur pintu atau gara-gara kaki gue nggak sengaja di injak adik gue. Makan ditempat ini udah biasa bagi gue. Jadi Lo tenang aja" kata gue sok
Hey meremehkan gue nih bocah, dikira gue cewek apaan yang makannya harus di cafe doang.
Yah walaupun gue akui gue manjanya kebangetan bahkan juga cengeng. Bahkan sangking cengeng nya kebentur pintu sama nggak sengaja kaki di injak aja nangisnya kayak habis patah tulang. Tapi kalau masalah makan gue bisa dimana aja yang penting halal. Karna gue tau roda itu berputar nggak selamanya kita diatas kadang juga kita ada dibawah.
"Yah nggak gitu juga kak" kata Radhit
"Udah ayo masuk" kata Kavin melerai kami
"Bu saya mau mi instan karinya 1 sama teh anget aja" pesen Kavin
"Saya mie instan soto sama teh anget juga" pesen Radhit
"Saya Mie instan goreng sama teh anget juga deh" kata Evan
"Kalau saya pecel aja sama air mineral aja" pesanku juga
"Siap mas mbak saya buatkan dulu" kata ibu penjualnya
"Tumben Lo mau makan sayur minumnya air mineral lagi. Biasanya elo suka banget minuman rasa melon" tanya Kavin
"Yah nggak papa pingin aja" kataku sekedarnya.
Minggu depan gue mau ketemu dokter Wisnu. Bisa mampus gue ketahuan makan sama minum sembarang.
"Oh" kata Kavin
"Kak ella kok mau sih makan ditempat yang maaf nih ya, sederhana. Kayak gini" kata Radhit
"Emang kenapa?" Tanya gue. Yah, masak mau makan aja lihat tempat dulu keburu kelaparan entar
"Kalau dilihat-lihat nih Lo itu orang kaya, yah meskipun masih kaya bang Kavin sih" kata Radhit
"Bener. nih kak, Baru kali ini gue lihat ada cewek yang repot-repot beli sendal murah cuma karna takut kepeleset, padahal disana elo malah lari-lari an." Tambah Evan
****, dia ngingetin gue kalau sampai sekarang gue masih memakai sendal jepit dan jangan lupakan kantong kresek yang isinya sepatu masih setia terikat di tas gue.
Mirip gelandangan kan gue?? Biarlah, tapi kalau sampai mami sama nenek tau kelakuan gue bisa di kirim ke Jogja lagi gue buat belajar tata Krama. Mampus!!
*(Nenek panggilan untuk nenek dari pihak ayah, sedangkan Oma dan Opa panggilan untuk nenek dan kakek dari pihak ibu)
"Apalagi baju sama tas Lo gue yakin harganya nggak murah tapi elo santai aja semuanya kecipratan lumpur" kata Radhit melirik baju gue
"Roda itu berputar, nggak selamanya hidup gue bakalan enak kayak gini. Lagian yang kaya itu nyokap gue bukan gue. Gue mah masih kere" kata gue santai mengabaikan muka syok mereka berdua
"Gila elo nemu cewek ajaib kayak gini dimana bang" tanya Radhit
"Kurang ajar Lo. Sama tunangan sendiri mulutnya jahat banget" kata gue
"Hahahah.. bang Lo serius banget main hp liat apaan sih" kata Evan kepo
"Lagi liat kontak WA Ella. Banyak banget kontak temen kamu?" Tanya Kavin kepada Ella
"Wajar gue ketua PMR, jadi banyak kontak anggota gue" kata gue
"Lo anak PMR kak" tanya Evan
"Ho.oh" jawab gue
"Ini siapa cantik banget kayak Barbie wajahnya" tanya Kavin sambil menunjuk salah satu foto kontak di hp gue
"Temen masa kecil gue, kenapa?" Kata gue sambil melihat foto temen masa kecil gue.
"Namanya Sandra, cantik imut anaknya kayak Barbie" komentar Kavin yang cuma gue angguki
"Boleh minta nomernya kak" pinta Radhit
"Buat apa" kata gue
"Buat pedeKate lah" kata Radhit
"Lo jangan macem-macem dia temen masa kecil yang udah gue anggep kayak adik kandung gue sendiri" kata gue tajam
"Nggak kak gue cuma mau kenal aja. Boleh ya" pinta Radhit dengan wajah memelasnya yang nggak mampu gue tolak
"Iya boleh" kata gue
"Gue juga minta ahh" kata Kavin tiba-tiba yang sedari tadi cuma fokus melihat foto Sandra
"Buat?" Kata gue bingung
"Gakpapa. Dia cantik jadi gue minta nomernya" katanya yang langsung membuat gue membeku
"Gue send ya. Lo mau minta juga, Dhit. Sini gue kirimin juga" katanya lagi pada Radhit yang hanya diangguki dengan penuh semangat oleh Radhit
"Lo mau, Van?" Tanyanya pada Evan
"Nggak bang" kata Evan
"Oke kalau gitu biar gue sama Radhit aja yang minta nomernya" katanya
Tes..
Nggak sadar air mata gue menetes gitu aja mendengar percakapan mereka.
Kok sakit yah hati gue liat tunangan gue sebegitunya sama cewek lain, bahkan sampai minta nomer cewek yang notabenenya temen masa kecil gue didepan gue sendiri.
"You okay?" Tanya Evan tiba-tiba
"Ya" jawab gue tak yakin
"Bang Kavin emang gitu, gue harap Lo sabar-sabar aja ya kak" kata Evan
"Gue udah terlalu sabar selama ini" kata gue tersenyum miris
Karna nggak mau Kavin dan Radhit tau gue lagi dalam mood yang kurang bagus, gue memilih fokus sama makanan gue yang udah dateng.
"Makasih El. Nih hp kamu" kata Kavin mengembalikan hp gue
"Hm" kata gue singkat.
Hati gue rasanya sakit banget liat perlakuan Kavin dia seakan nggak menghargai gue sebagai pacar+tunangannya. Gue selama ini diem aja liat dia godain cewek lain karna gue tau sifatnya memang playboy. Tapi hari ini hati gue sakit liat dia muji dan bahkan minta nomer cewek lain yang jelas-jelas dia tau itu temen masa kecil gue.
Lebay ya gue, Hanya karna masalah sepele gue sakit hati bahkan nangis tapi Kalian bayangin aja jadi gue. Lihat pasangan kalian muji dan minta nomer cewek lain didepan mata kalian sendiri bahkan yang dia puji itu temen dekat kalian.
Huft.. menyedihkan sekali hidup gue ini
Ets.. Tapi gue nggak boleh menyerah banyak orang yang ingin hidup seperti gue, tapi gue malah mengeluh kayak gini. Ayo semangat Ella semangat!!!! Fighting!!!
...----------------...
...Ig:@quella.ved...