ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
ELLAINE'S SECRET HANCUR



"Hubungan dilandasi dengan kepercayaan, tapi jika kepercayaan itu hilang. Maka yang ada hanyalah saling curiga"


^^^-ELAINNE Z.D^^^


...****************...


"Aku pulang dulu" pamit Kavin


" Makasih udah nganterin aku sampai bandara" katanya memeluk Ella sebagai tanda perpisahan


"Aku yang makasih karna kamu udah sempetin waktu buat kesini" kata Ella didalam pelukan Kavin


"Kamu jaga diri baik-baik yah" kata Kavin melepas pelukan mereka


"jangan telat makan, minum obat juga harus tepat waktu, istirahat yang cukup. Dan yang paling penting jangan mikir yang berat-berat. Cukup fokus aja sama pengobatan kamu disini" pesan Kavin mengelus pipi Ella lembut


"Aku tau" kata Ella memegang tangan Kavin dipipinya


"Dokter saya titip Ella, makasih udah ngijinin saya nginep di apartemen. Maaf kalau saya ngerepotin" kata Kavin beralih menatap Dokter Wisnu yang kebetulan menawarkan diri untuk mengantar Kavin


"Kamu tenang aja" kata Dokter Wisnu menepuk pundak Kavin


"Hati-hati" ucapnya


"Aku pergi ya sayang" pamit Kavin sekali lagi


Cup


"Sampai ketemu lagi" kata Kavin mencium kening Ella cukup lama


"Aku sayang kamu" kata Kavin lalu berbalik pergi, Namun...


"Tunggu" kata Ella menahan tangan Kavin


"Kenapa?" tanya Kavin membalik badannya


"Aku cuma ingin memastikan sesuatu" jawab Ella menatap mata Kavin


"Apa benar kamu buru-buru pulang bukan cuma karna sekolah dan urusan kantor, tapi juga karna besok hari ulangtahun Diana?" tanya Ella mengejutkan Kavin. Terbukti dari gerak-gerik Kavin yang mencurigakan.


"Ap-apaan sih, Yang. Mana ada ulangtahun Diana" elak Kavin


"Aku pulang bener-bener cuma karna sekolah dan urusan kantor" tambahnya memegang kedua tangan Ella


"Kamu percaya sama aku kan?" tanya Kavin menatap mata Ella. Ella yang ditanya hanya diam sembari tersenyum hangat.


Grebb


Ella tiba-tiba memeluk Kavin dengan erat. Kavin yang mengira Ella hanya berat karna harus berpisah darinya hanya bisa membalas pelukan Ella dan sesekali mencium keningnya.


"Kavin" kata Ella mendongang menatap wajah Kavin


"Saat pelangi yang baru muncul. Jangan pernah melupakan payung yang menemanimu disaat hujan" bisiknya pelan namun bisa terdengar jelas oleh Kavin


Deg


'Apakah Ella tau?' batin Kavin bertanya-tanya


'nggak-nggak mungkin Ella tau'


Cup


"Hati-hati" kata Ella melepas pelukan mereka setelah mencium sekilas pipi Kavin


"Aku pergi, jaga diri kamu" pamit Kavin lalu berjalan pergi meninggalkan Ella dengan sejuta rasa sakit dari sebuah kekecewaan.


 ___________


Flashback


Drtt.. Drtt...


"Kav, hp kamu bunyi" kata Ella memangil Kavin


"Kav"


"Kavin" panggil Ella mencari-cari keberadaan Tunangannya


Ellapun membawa hp Kavin yang tertinggal dikamarnya untuk mencari Kavin. Kamar mandi, dapur, ruang tamu, hingga apartemen Dokter Wisnu. Ella masih tidak bisa menemukan Kavin


"Kavin, mana sih" gumam Ella lelah karna tidak menemukan keberadaan Kavin juga


"Aku taroh kamarnya aja kali yah" kata Ella menaruh hp Kavin di nakas kamarnya.


Drtt.. drtt...


Mendengar hp Kavin yang bergetar lagi, Ella akhirnya melihat siapa yang mengirimkan pesan.


'Siapa tau pesan penting' batin Ella membuka hp Kavin


"Diana" gumam Ella membaca nama pengirim pesan di hp Kavin


Awalnya Ella berpikir mungkin itu pesan bunda atau ayah, atau bisa juga teman-teman mereka. Yah, meskipun kemungkinan besar Ella juga berpikir itu pasti dari selir-selir Kavin. tapi yang tidak dia duga malah pesan dari Diana, Adik kesayangan Kavin.


"Buka nggak yah" gumamnya menimang-nimang segala kemungkinan yang terjadi


"Buka aja lah, masa bodo dengan resiko"


"semua hal pasti punya resiko masing-masing" gumam Ella dengan yakin mengklik chatroom Kavin dengan Diana


...----------------...


...Diana...


Bang, besok dateng kan


^^^Aku pasti dateng^^^


Tapikan sekarang Bang Kavin lagi ada di Singapura


^^^Trus apa masalahnya??^^^


Emang kak Ella nggak marah??


Bang Kavin pulang, buat ngerayain ultah aku??


Aku nggak enak sama kak Ella


^^^Ngapain harus marah ??^^^


^^^Ella itu cewek yang baik banget^^^


^^^Dia pasti nggak akan mikir macem-macem^^^


^^^Lagian aku udah janji sama kamu,^^^


^^^Tahun ini, aku bakalan nemenin kamu ngerayain ultah^^^


^^^Supaya kamu nggak kesepian^^^


Makasih Bang Kavin


Kak Ella beruntung bisa punya cowok super perhatian kayak kamu


Nggak kayak aku☹️ kesepian


^^^Kamu nggak boleh ngomong gitu👿^^^


^^^Kamu kan sekarang punya aku^^^


😘😘😘


^^^Udah dulu ya,^^^


^^^Aku mau cari kado buat kamu^^^


Wahh.. oleh-oleh dari Singapura


Makasih


...----------------...


"Jadi ini alasan kamu mau cepet-cepet pulang" gumam Ella menghapus air matanya yang entah sejak kapan sudah mengalir dengan deras dipipinya


"Rupanya memang ada gadis lain yang menjadi prioritas mu sekarang" gumamnya menutup roomchat mereka dan menaruh hp Kavin kembali ke nakas samping tempat tidur.


"Ella" panggil Kavin dari arah belakang


"Kamu ngapain?" tanya Kavin, tapi Ella masih belum membalik badannya


'Oke Ella, kamu pasti bisa' batin Ella menenangkan dirinya agar bisa bersikap biasa saja dihadapan Kavin


"Enggak, aku cuma nyariin kamu" jawab Ella membalik tubuhnya untuk menghadap Kavin


"Kamu dari mana aja?" tanya Ella yang sebenarnya sudah tau jawabannya, hanya saja ia ingin tau Kavin akan jujur atau berbohong padanya


"Dari...... itu.. aku....aku dari cafetaria depan" jawab Kavin canggung


Deg


'berapa banyak kebohongan yang akan kamu simpan dariku'


'Apa belum cukup kamu nyakitin hatiku selama ini' batin Ella sedih saat Kavin membohonginya


Ella bukan gadis egois yang hanya mementingkan dirinya sendiri. Seharusnya Kavin mengatakan yang sejujurnya, jika dia pulang untuk merayakan ultah Diana.


Hati Ella sakit karna dibohongi untuk kesekian kalinya oleh lelaki yang paling dia percaya. Padahal jika, Kavin mau jujur dan mengatakan yang sebenarnya. Ella akan mencoba menerima, meskipun dirinya sedikit kecewa karna tunangannya lebih mementingkan orang lain ketimbang dirinya. Tapi, setidaknya itu lebih baik daripada dibohongi seperti ini.


"Ohh,, Aku nyariin kamu untuk makan siang" kata Ella mencari alasan


"Mau makan siang sekarang?" tanya Kavin melihat jam tangannya


"kebetulan sekarang udah jam 1" katanya


"boleh, kamu mending bersih-bersih dulu"


"aku tunggu kamu di apartemenku" kata Ella keluar dari kamar itu


Flashback end


__________


"Selamat Kavin, kamu sudah merusak kepercayaanku" gumam Ella pada dirinya sendiri melihat Kavin yang semakin jauh dari tempatnya berdiri sekarang


"Dokter" panggil Ella


"Kenapa?" tanya dokter Wisnu melirik Ella yang termenung menatap kedepan


"Hubungan terbentuk karna saling percaya bahwa pasangan bisa menjaga komitmen untuk selalu menyayangi dan mencintai. Tanpa ada orang lain diantara mereka. Tapi, bagaimana jika kepercayaan dihancurkan oleh pasangan?" tanya Ella menatap mata Dokter Wisnu


"El, kamu dan Kavin"


"Ya, dokter. Kepercayaanku sudah dihancurkan" kata Ella dengan air mata yang jatuh dipipinya


Grebb


"Tak apa, Dokter akan selalu bersamamu" kata dokter wisnu saat memeluk Ella untuk menenangkannya


"Tak apa" gumam Dokter Wisnu terus menerus