
Raka sudah tidak tahan lagi dengan ocehan teman-temannya tentang absennya Ella 5 hari ini. Setiap hari teman-temannya selalu berkata Ella kemana? Ella dimana? Ella apakabar? Ella baik-baik aja kan? Bahkan kesabaran Raka semakin menipis setiap harinya mendengar tangisan Lana yang sedih karna Ella menghilang.
"Hiks hiks Ella dimana Lo? Hikss hikss gue kangen hikss hikss"
"Ella cepet hikss pulang hikss gue hikss nggak punya temen hikss buat hikss bully Ersya hikss hikss"
"Sekutu gue hikss.. berkurang satu hikss"
"Ntar hikss siapa yang hikss lawan cabe genk lagi hikkss" tangis Lana kejer namun tidak mengeluarkan air mata sedikit pun.
"Bagi tisu dong" mintanya
"Mata Lo aja nggak keluar air matanya. Apanya yang mau dielap?" Tanya Elvan bingung dengan perempuan didepannya namun tetap memberikan tisunya
"Berisik" kata Lana melanjutkan acara menangisnya
"Hikss Ella hiks" lanjutnya yang mendapatkan tatapan tidak berdaya dari Elvan
"Ella Lo dimana sih?"
"Sekolah sepi. Nggak ada cewek barbar kayak Lo lagi"
"Cepet balik"
"Gue kangen sama tingkah konyol Lo"
"Kalau Lo sekolah lagi. Gue janji bakalan nurutin semua kemauan Lo"
"Bahkan kalau Lo mau Ersya nyebur di got depan sekolah. Ersya juga mau. Iya kan sya?" Tanya Malven pada Ersya
"Kenapa harus numbalin gue sih" jawab Ersya ketus
"Nggak papa, Sya. Berkorban dikit" bujuk Malven memelas
"Gelo. Lo aja yang nyebur jangan gue" protes Ersya
"Sya pliss" kata Malven memeluk Ersya
"Lepas woi!! Jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya"
"Malven gila!! Lo apain gue!!" Histeris Ersya saat tangan Malven tidak sengaja memegang dadanya
"Sorry, Sya. gue bener-bener nggak sengaja" kata Malven dengan nada memelas
" Tapi, Sya. dada Lo oke juga" kata Malven mengedipkan matanya
"Gila!! Lo Bener-bener gila!!"
"Gue udah ternodai" histeris Ersya sok-sokan menghapus air matanya
"Berhenti woy!! Kita ini lagi diskusi masalah Ella. Tapi kalian malah" kata Elvan menunjuk Lana yang masih sibuk menghapus air mata palsunya, Raka yang tetap diam melihat mereka dan Ersya Malven yang masih ribut sendiri.
'gue nyerah' gumam Elvan melihat kelakuan teman-temannya
Sedangkan Raka,
'sebelum mereka gila beneran. Gue harus bawa Ella balik secepatnya' pikir Raka melihat kegilaan teman-temannya
"Lo mau kemana?" Tanya Malven melihat Raka berdiri
"Toilet" kata Raka
"Ow"
"Jangan lupa cuci tangan pakek sabun kalau habis ke toilet" ingat Malven
'gila bener-bener gila' pikir Raka melihat Malven yang sebelumnya selalu stay cool kini mulai bertingkah aneh
Mengabaikan mereka, Raka segera pergi dari basecamp OSIS menuju taman belakang sekolah. Sebenarnya toilet, hanya alasannya saja supaya dia biasa pergi dari teman-temannya yang mulai gila sejak ditinggal Ella. Mengeluarkan hpnya, Raka segera mengirim pesan kepada Ella
...----------------...
...Ellaine☀️...
^^^Cpt blik^^^
^^^Sklh brisik ngk ada Lo^^^
Hahahahaha
Bilang aja kangen gue
Iya kan?😉
^^^🤢^^^
Besok gue sekolah
Jemput😚😚
^^^Ok^^^
Thank you 😘
^^^Hm^^^
...----------------...
Setelah mendapat Jawab dari Ella, Raka memasukkan hpnya kembali kedalam sakunya. Ia duduk sambil memejamkan matanya bersandar disalah satu pohon. Raka malas kembali, ia malas menghadapi teman-temannya yang mulai kekurangan obat.
...----------------...
Keesokan harinya, sekolah digegerkan dengan kedatangan Ella yang dibonceng oleh Raka. Setelah beberapa hari absen sekolah, Ella akhirnya masuk.
"Penampilan perdana Ella setelah absen hampir seminggu"
"Ella diantar ketua Padkib"
"Ella Raka pasangan teruwu Minggu ini"
"Raka nikung Kavin"
"Ketua PMR jalan sama ketua Paskib"
"Ella balas dendam kepada Kavin"
Itulah beberapa topik hangat pagi ini seputaran comeback-nya Ella. Sedangkan yang sedang dibicarakan seisi sekolah sedang asik dengan dunianya sendiri.
"Bagus ya Lo. Setelah ngilang hampir seminggu. Tiba-tiba masuk dan bersikap seakan nggak ada apa-apa" ketus Rena menghampiri Ella yang asik membaca novel di bangkunya
"Lo tau nggak kita semua khawatir sama Lo" lanjutnya melihat Ella diam saja
"Lo kemana aja selama ini?"
"Lo baik-baik aja kan?"
"Lo nggak luka kan?" Tanyanya
"Udah" kata Ella melihat Rena diam
"I'm fine babe" tambahnya tersenyum hangat
"L-lo" tangis Rena pecah melihat Ella dihadapannya saat ini
"Shutt" kata Ella memeluk Rena
"Gue nggak papa"
"Jangan nangis" lanjutnya
"Gue khawatir tau nggak sama Lo" sungut Rena melepas pelukannya
"Sorry" kata Ella tersenyum manis
"L-lo!!!!" Amuk Rena tertahankan begitu melihat senyum manis Ella
"Abaikan. Gue emang nggak bisa marah sama Lo" lesu Rena
"Apalagi kalau Lo senyum manis kayak gitu"
"Hehehe" cengiran Ella
"Jangan senyum-senyum aja" kesal Rena
"Jelasin sekarang??!!" Tekannya
"Iya iya beb"
"Jadi gue it-"
"ELLA,. ELLA.. LO HARUS KELAPANGAN SEKARANG...
KAVIN SAMA RAKA BERANTEM!!!!!" Teriak Anya di pintu kelas memotong penjelasan Ella
"APAA!!!" kaget Ella dan Rena
"Kok bisa?" Tanya Ella cemas
"Kenapa?" Tanya Rena ikutan cemas juga
"Nanti aja tanyanya" kata Anya menarik tangan Ella dan Rena untuk berdiri
"El, cuma Lo yang bisa misahin mereka" kata Anya memegang bahu Ella
"Lo bener"
"Ayo!! Sebelum mereka mati nanti" kata Ella berlari ke arah lapangan
"WOYY KITA KOK DITINGGAL!!" Teriak Anya
"Udah ayo cepet kita susul Ella" kata Rena menarik tangan Anya
...----------------...
Sebelumnya,
Di basecamp OSIS
"Bangsat!!!! Lo tau dimana Ella tapi diem aja?!!!" Amuk Ersya pada Raka
"Lo tau kita nyari dia, tapi Lo diem aja?!!!" Tambah Elvan
"Jawab oi?!!" Greget Lana melihat Raka yang hanya diam memandang mereka
"Ella minta" jawab Raka singkat
"Bangsat! Kalau gue bisa tonjok Lo, gue tonjok Lo sekarang!!" Geram Malven
"Yaudah sih tonjok aja" suruh Lana
"Hehehe"
"Gue takut, Raka sabuk hitam karate coy" bisik Malven pada Lana
"Cih" gumam Lana
"Sekarang Lo jelasin, semuanya!" Suruh Elvan pada Raka
"Males" jawab Raka singkat. Bukannya tak ingin bercerita, Raka hanya males berbicara sepanjang itu.
"Gue tonjok beneran nih" ancam Malven mengangkat tangannya
"Sok" kata Raka memajukan wajahnya. Namun belum Malven membalasnya. Tiba-tiba
BRAK
Pintu basecamp OSIS didobrak oleh Kavin.
"Apa-apaan nih?" Tanya Elvan bingung melihat Kavin datang dengan wajahnya yang memerah diikuti oleh teman-temannya dibelakangnya.
"Lo!!" Tunjuk Kavin pada wajah Raka. Raka yang tidak suka ditunjuk-tunjuk menyingkirkan tangan kavin dari depan wajahnya.
"BRENGSEK" amuk Kavin menarik kerah seragam Raka. Yang ditarik hanya diam saja. Bukannya takut, Raka hanya menganggap Kavin terlalu lucu.
"Ehh"
"Apa-apaan nih!!"
"Ini basecamp gue ya!! Jangan macem-macem" ingat Elvan pada Kavin
"DIEM!!" Tunjuk Kavin pada Elvan
"Lo cowok murahan yang bisanya nikung cewek orang" kata Kavin pedas pada Raka
"Lucu"
"Sebelum Lo bicara. Coba ngaca dulu" santai Raka melepas cengkeraman Kavin pada kerahnya
"LO!!!
GUE TANTANG LO!! KITA DUEL SEKARANG DI LAPANGAN!!" Tantang Kavin
"Gak minat" cuek Raka
"Pengecut" ejek Kavin
"Hmm" balas Raka cuek
"Banci" sungut Kavin semakin kesal atas balasan cuek Raka
"Bodo" kata Raka malas
"Cowok banci dan pengecut kayak Lo. Nggak bakalan bisa dapetin Ella" kata Kavin yang mampu membangkitkan amarah Raka
"Dan cowok brengsek kayak Lo nggak pantes bersanding sama Ella" kata Raka menatap tajam ke arah Kavin
"Kita duel! SEKARANG!!!" kata Raka segera meninggalkan basecamp menuju lapangan. Diikuti Kavin dkk.
"Ini apa?" Tanya Elvan setelah sadar dari cengo nya begitu juga yang lain
"Cepet kita harus ke lapangan sekarang" intrupsi Lana yang membuat mereka semua segera lari mengejar Raka dan Kavin
...----------------...
Di lapangan
"KITA DUEL!! SEKARANG!!" Tantang Kavin
"DEAL!!" setuju Raka
Kavin bergegas menuju Raka dan membogem wajah Raka, tapi Raka menangkis pukulan Kavin. Dan menendang perutnya.
Kavin yang tidak terima di tendang, memukul wajah Raka sekali lagi. Pukulannya terlalu mendadak, Raka yang tidak siap menyebabkan ujung bibirnya berdarah.
"JANGAN KAYAK ANAK KECIL!!" lerai Rei juga
"KAVIN UDAH VIN!!" Kata Addi berusaha memisahkan mereka, namun naasnya Addi malah terkena pukulan Kavin juga
"Bangsat" umpat Addi mengusap ujung bibirnya yang berdarah
"KAVIN KAVIN KAVIN"
"SEMANGAT SAYANG"
"KAVIN BISA
KAVIN JUARA"
"RAKA HEBAT
RAKA KUAT
AYO RAK, TUNJUKKAN KEMAMPUAN LO"
"RAKA RAKA RAKA" Teriakan semangat dari siswi yang menonton mereka duel
"RAKA BERHENTI" Lerai Ersya namun tidak mendekat takut jadi sasaran mereka seperti Addi
"WOY!! KALIAN BERDUA BERHENTI!" teriak Malven
"RAKA RAKA RAKA
KAVIN KAVIN KAVIN
RAKA RAKA RAKA
KAVIN KAVIN KAVIN" teriak semangat yang lain
"DIEM OI!! INI ADA YANG BERANTEM BUKANNYA DIPISAH MALAH DISEMANGATI!! BEGO EMANG KALIAN!!" Amuk Lana pada mereka
"HUUUUUUU" Balas mereka pada Lana
"Apa Lo, gue gampar nih!!" Kata Lana mengangkat tangannya
"APA-APAAN INI!! BERHENTI" Kata seorang gadis yang berusaha menembus kerumunan siswa
"KAVIN!! RAKA!! BERHENTI!!" lerainya berusaha memisahkan Kavin dan Raka
"GUE BILANG STOP!!! BANGSAT!!" teriak gadis itu kencang membuat Kavin dan raka menghentikan duelnya
"DIA" Tunjuk Kavin pada Raka
"Ngerebut kamu dari aku, El" lanjutnya dengan nafas terengah-engah pada gadis didepannya yang tak lain adalah, Ellaine.
"Dia nantangin aku" tambahnya
"Lo yang nantangin gue duluan sat" bela Raka dengan nafas memburu juga
"Lo yang cari gara-gara sama gue dulu" tuduh Kavin
"Lonya aja yang baperan jadi orang" kata Raka
"Lo-"
Plakkk
Plakkk
Suasana menjadi hening seketika melihat dua cogan sekolah ditampar dengan keras.
"GUE BILANG DIEM!! KALIAN BERDUA MEMALUKAN!!" Teriak Ella setelah menampar mereka berdua
"gue kecewa" lirih Ella lalu segera meninggalkan lapangan dengan badan yang bergetar
"El" panggil Kavin dan Raka bersamaan. Namun, Ella yang sudah terlanjur kecewa hanya mengangkat tangannya mengisyaratkan mereka untuk diam tanpa berbalik dan segera meninggalkan lapangan sendirian.
...----------------...
Di perpustakaan
Ella sedang berusaha mengontrol dirinya. Dia hanya diam dan mengatur napasnya supaya lebih relaks. Mengontrol semua emosi dalam dirinya.
"El" panggil Rena membuyarkan lamunan Ella
"Hm?" Tanya Ella melihat Rena
"Lo dipanggil Bu Sinta di BK" jawab Rena lirih
"Gue tau bakal kayak gini ujungnya"
"Lo tenang aja"
"Gue nggak papa" katanya menenangkan Rena
"Gue ke BK dulu" pamit Ella meninggalkan Rena di perpus.
Ruang BK
"Kalian tau kesalahan kalian?" Tanya Bu Sinta tegas pada 2 murid didepannya
"Ya" jawab mereka serempak
"Ingin menjelaskan sesuatu?" Tanyanya lagi
Hening
"Kavin?" Panggil Sinta pada Kavin. Merasa di panggil Kavin mengangkat kepalanya, namun hanya diam saja.
"Raka?" Panggilnya pada Raka yang duduk disamping Kavin.
"Ya" jawab Raka mengangkat kepalanya
"Tidak ada yang ingin menjelaskannya?" Tanyanya lagi namun dengan nada yang lebih tegas
Hening sekali lagi
BRAKK
"Baik, jika tidak ada yang ingin bicara" kesal Bu Sinta menggebrak meja didepannya
"Rena panggil Ellaine kesini" suruhnya pada Rena yang duduk di sisi lain ruang BK.
Bu Sinta sudah benar-benar jengah dengan kedua murid didepannya ini. Sudah setengah jam, dan mereka hanya diam sedari tadi.
...----------------...
Sebelumnya
Dilapangan,
Lapangan yang tadinya ramai sorakan fans Kavin dan Raka kini menjadi hening setelah kepergian Ella. Tidak ada yang berani bersuara sama sekali bahkan untuk untuk beranjak sejengkal pun dari sana mereka takut.
'Kalau Ella aja bisa nampar 2 cogan apalagi kita yang cuma bubur rangginang. Bisa-bisa di babat habis sama Ella' Pikiran semua orang.
Sedangkan Kavin yang sebelumnya gigih menantang Raka duel, juga diam seketika.
"Gue kecewa"
"Gue kecewa"
"Gue kecewa"
Kata-kata dan tatapan kecewa Ella begitu teringat jelas pada Kavin.
'Maafin aku El, aku bener-bener egois' batin Kavin
"APA-APAAN INI!! BUBAR KALIAN SEMUA BUBAR!!!" Teriak Bu Sinta membubarkan kerumunan siswa di lapangan.
"KALIAN" tunjuk Bu Sinta pada Raka dkk dan Kavin dkk
"IKUT SAYA!!!" perintahnya.
...----------------...
Dan berakhirlah mereka semua disini, diruang BK.
Tok tok tok
"Masuk"
Ella masuk kedalam ruang BK setelah mendengar persetujuan dari Bu Sinta
"Rena?" Tanya bu Sinta melihat Ella yang hanya sendirian
"Rena di perpus bu" jawab Ella tenang
"Yasudah" kata Bu Sinta
"Kamu duduk" katanya mempersilahkan Ella duduk di samping Kavin
"Ella" panggil Bu Sinta
"Saya" jawab Ella mengangkat kepalanya melihat Bu Sinta
"Ingin menjelaskan sesuatu?" Tanya Bu Sinta
"Bu Sinta, ingin penjelasan yang seperti apa?" Tanya Ella balik
"Tentang kejadian tadi pagi dilapangan" jawab Bu Sinta to the point
"Saya benar-benar tidak tau apapun"
"Saya datang, mereka sudah berkelahi" jelas Ella jujur melirik Kavin dan Raka yang ada disampingnya
"Saya dengar kamu yang menyebabkan mereka berkelahi?" Tanya Bu Sinta
"Ella tidak ada hubungannya dengan kejadian ini" jawab Kavin menyela pembicaraan mereka
"Ella tidak tau apa-apa" tambah Raka
"Saya tidak tanya kalian" kata Bu Sinta melihat Kavin dan Raka
"Ellaine?" tanyanya mengalihkan pandangannya ke Ella
"Saya benar-benar tidak tau" jawab Ella jujur
"Baiklah kalau begitu"
"Saya tadi sudah mendengar pembicaraan murid-murid yang lain. Saya tau kamu tidak bersalah Ella. Tapi saya minta kamu jangan menimbulkan perseteruan antara Kavin dan Raka lagi" kata Bu Sinta melihat Ella
"Ya" seru Ella pasrah disalahkan
"Dan kalian, saya harap ini tidak terjadi lagi" kata Bu Sinta melihat Kavin dan Raka
"Terutama kamu Raka, kamu ketua paskib jangan mencoreng nama baik paskib dengan kelakuan kamu"
"Paham?" Lanjutnya
"Paham" setuju Kavin dan Raka
"Dan untuk yang lain, terutama kamu Elvan " kata Bu Sinta menunjuk Elvan
"Kamu ketua OSIS, jangan mengajarkan yang buruk untuk murid yang lain. Juga yang lainnya, kalian sudah kelas 12. Jangan memberikan contoh yang buruk untuk adik kelas kalian" ingatnya
"Baik Bu" jawab mereka serempak
"Kali ini kalian saya maafkan"
"Tapi untuk lain kali, saya tidak bisa mentolerir lagi"
"Kalian bisa kembali ke kelas" kata Bu Sinta
"Terimakasih Bu
Permisi" kata mereka serempak lalu segera keluar dari ruang BK
"El" panggil Kavin pada Ella yang hanya diam saja menundukkan kepalanya
"Apa lagi" sahut Ella lelah tanpa menoleh kearahnya
"Ikut gue bentar" kata Kavin menarik tangan Ella untuk ikut bersamanya menjauh dari teman-temannya yang lain. Sedangkan Ella hanya pasrah tangannya ditarik-tarik oleh Kavin.
Kavin mengajak Ella ke taman belakang sekolah yang relatif selalu sepi, apalagi pada jam pelajaran seperti ini.
"Duduk" kata Kavin menyuruh Ella duduk disalah satu bangku taman
"Sorry" kata Kavin begitu Ella duduk disampingnya
"It's okay" kata Ella menundukkan kepalanya, enggan untuk melihat kearah Kavin
"Sorry" kata Kavin sekali lagi dengan menggenggam kedua tangan Ella erat
"Gak papa" lirih Ella tetap menundukkan kepalanya
"Hey jangan nunduk nanti mahkotanya jatuh" kata Kavin lembut mengangkat dagu Ella
"Don't cry" lirih Kavin melihat mata Ella yang berlinang air mata
"El" panggil Kavin lebih lembut pada Ella
"Hiks hiks hiks" tangis Ella pecah begitu melihat tatapan mata Kavin yang begitu dalam padanya. Tatapan itu, tatapan yang sama seperti dulu. Tatapan yang selalu menenangkannya saat ia terpuruk dan jatuh.
"Shuttt... Maaf ya" kata Kavin membawa tubuh mungil Ella dalam pelukannya
"Maaf El maaf" bisik Kavin memeluk Ella yang masih menangis
"Jangan berantem lagi" kata Ella dengan mata sembabnya
"Janji?" kata Ella mendongak menatap mata Kavin
"Janji" tegas Kavin memeluk Ella lebih erat
"El" panggilnya
"Hm" sahut Ella pelan
"Aku bener-bener minta maaf, tadi aku kepancing emosi. Aku tau seharusnya aku nggak kayak gitu" katanya dengan suara yang sangat pelan namun masih terdengar jelas oleh Ella. Ella yang mendengar perkataan Kavin, hanya diam tidak menjawabnya dan hanya semakin erat memeluk Kavin.
...----------------...
...Follow...
...Instagram : @quella.ved...
..."Your Life is Your Choice"...