ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Jawaban



Keesokan harinya,


Ella yang baru datang, langsung diserbu oleh kedua sahabatnya.


"El gawat El gawat!!" Teriak Anya menarik tangan Ella untuk segera berjalan ke bangkunya


"Iya El, ini bener-bener gawat!! Super super gawat ini!!" Setuju Rena ikut-ikutan menyeret Ella


"Ha?" Tanya Ella kebingungan melihat tingkah mereka


"Gawat!! Gawat!!" Kata Anya berkali-kali


"Apanya yang gawat?" Tanya Ella semakin bingung mendengar mereka berulangkali berkata 'gawat'


"Mereka tau" jawab Rena


"Mereka? Mereka siapa? Tau apa?" Tanya Ella bingung


"Kavin sama temen-temennya" jawab Rena takut-takut


"Iya, kenapa?" Tanya Ella mulai kehabisan kesabaran


"Mereka tau Lo, Angel" cicit Rena pelan


"HA?!!!" Kata Ella syok


"Kok bisa?!!" Lanjutnya


"Ma-maafin kita, kita nggak tau kalau kemarin Lo mau ke arena balap. Karena khawatir Kavin ngasih ide buat nyusul Lo. Dan mereka liat Lo disana. Kita bener-bener nggak tau kalau Lo mau kesana. Seandainya kita tau kita pasti cari cara buat gagalin mereka ngikutin Lo" jelas Rena takut diamuk Ella


"Iyakan, Nya?" Katanya meminta bantuan Anya


"Bener, seadanya kita tau Lo mau kesana. Kita pasti cari 1001 cara buat gagalin mereka. Maafin kita Ella" kata Anya memelas


"Kita tau, ini kesalahan yang nggak bisa dimaafin. Tapi kita bener-bener nggak bermaksud buat bocorin rahasia Lo, El" tambah Rena melihat Ella yang diam saja sambil menatap tajam mereka


"Ella pliss maafin kita" rengek Anya


"Ella"


"Ella"


"El"


"Angel"


"Angel"


"Elllaaa" rengek mereka melihat Ella yang hanya diam saja


"Kalian bener-bener bikin gue" Sinis Ella


"Ketawa"


"Hahahahaha" lanjutnya tertawa terbahak-bahak


"Lucu banget sih muka kalian" ejek Ella mengabaikan ekspresi syok kedua sahabatnya


"Lo, nggak marah?" Tanya Rena terkejut


"Nggak" jawab Ella enteng


"Kok gitu?" Tanya Anya


"Karna gue udah tau" jawab Ella


"Darimana??" Tanya rena dan Anya berbarengan


"Kemarin, gue lihat kalian sekilas. Berhubung gue udah kelewat badmood, yaudah gue pulang duluan. Lo taukan, kalau habis ngelawan selirnya Kavin. Mood gue buruk banget. Daripada memperkeruh suasana, gue pulang deh" jawab Ella santai


"BEGO" kata mereka


Buk


Buk


Buk


Buk


"Sakit, Oi" keluh Ella mendapat pukulan sayang dari sahabatnya


"Bodo, Lo tau nggak? gimana panas dinginnya kita semaleman. Sampek nggak bisa tidur, gegara mikir caranya ngomong sama Lo supaya Lo nggak marah" amuk Rena setelah puas memukul Ella


"Tidur nggak nyenyak, makan nggak tenang, Sampek boker pun kepikiran. Gara-gara ngerasa bersalah udah bocorin rahasia Lo" protes Anya


"Ya maaf, lagian ini salah gue juga nggak ngasih tau kalian. Kemarin gue emang buru-buru banget" kata Ella menatap mereka


"Emangnya kenapa Lo tiba-tiba kesana? Mood Lo kemarin oke-oke aja gue liat" tanya Rena heran.


Mengingat Ella yang tidak pernah ke arena balap, jika bukan karna moodnya yang sedang buruk.


"Fio" jawab Ella singkat


"Bocah itu cari masalah lagi? Kali ini apa? Mabok? Balapan? Atau apa?" Tanya Anya yang sudah cukup hafal dengan kelakuan sepupu Ella


"Fino kemarin nelpon gue bilangnya, Fio lagi mabok. Tapi pas gue kesana, dia lagi asik ciuman. B*ngs*t bangetkan?" Keluh Ella memikirkan sepupunya


"Hmm.. rupanya Fio udah gede ya. Anak didik gue pinter banget" komen Anya tersenyum puas


Buk


"Aw" keluh Anya mengusap keningnya yang memerah karna lemparan buku dari Ella


Pertemuan pertama Fio, dan sahabat-sahabat Ella terjadi saat Fio masih SD. Saat itu, karna Ella merupakan anak pertama dalam generasinya, Fio suka mengikuti Ella kemanapun kakak sepupunya itu pergi. Hingga mereka semua bertemu. Ella pikir itu bagus karna melihat sahabatnya yang memperlakukan Fio seperti adik mereka sendiri. Tapi, Ella tidak tau bahwa Fio akan tertular Anya. Sahabat Ella yang satu itu, sungguh sangat meresahkan.


"Btw, kalian cuma ngomong masalah Angel aja kan?" Tanya Ella memastikan rahasianya yang lain masih aman


"Hm cuma Angel" gumam Rena tidak yakin. Sebelumnya, Rena dan Anya sudah sepakat akan merahasiakan semua omongan Rena pada Kavin kemarin malam. Mereka tidak punya nyali sebesar itu untuk mengatakannya. Jika Ella sampai tau, Rena membocorkan masalah selir Kavin. Tamat sudah riwayat mereka berdua.


"Bagus kalau gitu" kata Ella santai membuka novelnya


...----------------...


"Lama-lama gue jengah ngeliat kalian yang diem aja dari tadi" keluh Ella melihat Kavin dan teman-temannya yang hanya diam sambil memperhatikannya


TAK


"Cih, nggak nafsu makan gue" sinis Ella membanting sendoknya


"Ekhemm.. baiklah"


"Jadi, mau tanya apa?" Kata Ella berusaha mencairkan suasana


"Seenggaknya, kalau kalian emang pingin tanya sesuatu sama gue. Tanya aja, jangan diem mulu" jengah Ella melihat mereka yang masih saja diam


"Yaudah, gue balik aja. Ayok Nya, Ren" ajak Ella bangkit dari duduknya. Namun, sebelum berhasil berdiri. Ella sudah ditarik Kavin untuk duduk kembali.


"So?" Tanya Ella pada Kavin


"Kak Ella bener-bener Angel? Angel yang terkenal di dunia balapan itu?" Tanya Radhit mengawali


"Iya gue Angel. Terkenal atau nggak gue juga nggak terlalu tau" jawab Ella kembali menarik mangkok baksonya.


'mubazir kalau nggak dihabisin' batin Ella memakan baksonya kembali


"Belajar dari siapa?" Tanya Kavin


"Nggak ada. Terkadang saat gue lagi banyak masalah, gue seneng aja balapan" kata Ella santai sedangkan kelima laki-laki disampingnya menatap Ella dengan berbagai macam ekspresi yang tidak bisa dijelaskan


"Kak Ella" panggil Radhit sedih mengingat perkataan Rena kemarin malam. Sedangkan Ella, merasa bingung dengan kesedihan Radhit.


'gue salah ngomong?' tanya Ella dalam hati bingung


"Kak, Ella udah lama balapan?" Tanya evan mengalihkan pembicaraan


"Dari SMP kelas 9. Berarti 1 2 3 4" jawab Ella menghitung dengan jari-jarinya yang mungil


"4 atau 3 tahun mungkin" katanya menunjukkan 4 jarinya


"Jangan gitu" kata Kavin menarik tangan Ella


'bisa-bisanya disuasana yang kayak gini. Dia malah kelihatan cute' batin Kavin gemas


"Kenapa Angel? Bukan Queen, Devil or Princess, gitu?" Tanya Addi


"Nggak tau juga. Kan mereka yang ngasih julukan" jawab Ella jujur


"Tapi, katanya karna gue kayak Malaikat bagi mereka. Gue tau ini radak gimana gitu. Bukannya muji diri sendiri. Tapi katanya sih gitu yang gue tau" lanjutnya


"Entah malaikat dari sisi mananya? Mereka bilang gue udah bantuin banyak dari mereka, padahal gue lupa bantuinnya kapan. Kalau diingat-ingat, mungkin kebanyakan dari mereka, gue bantuin lewat taruhan balapan" jelas Ella mengingat-ingat. Maklum ingatan Ella memang sedikit buruk jika berhubungan dengan orang.


"Lo, emang kalau balapan taruhannya harus anti mainstream gitu ya?" Tanya Rei yang sudah sangat penasaran tentang taruhan Ella


"Nggak juga. Paling mainstream, taruhan gue yang kayak kalian lihat kemarin" jawab Ella santai sedangkan semuanya tercengang mendengarnya


"Gila" takjub Rei


"Seberapa Sering balapan kak?" Tanya evan


"Nggak terlalu kalau mood gue baik-baik aja. Gue nggak terlalu tertarik sama balapan. Gue masih sayang nyawa" jawab Ella


"Nah, udahkan. Sesi tanya jawabnya. Bakso gue juga udah abis. Gue pergi dulu" pamit Ella namun lagi-lagi tangannya ditarik Kavin untuk duduk kembali


"Apa lagi?" Tanya Ella lelah


"Kamu pernah terluka saat balapan?" Tanya Kavin dengan tatapan penuh penyesalan saat mendengar alasan Ella balapan


"Nggak" jawab Ella jujur


"Syukurlah, aku takut banget. Kamu kenapa-kenapa" kata Kavin sedikit lega


"Bisa berhenti?" Tanya Kavin kemudian yang seketika membuat suasana menjadi hening dan canggung. Ella yang ditanya hanya diam saja sambil menatap Kavin dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


"Bisakah?" Tanya Kavin sekali lagi, karna tidak mendapat jawaban dari Ella


"Tergantung" gumam Ella pelan mengelus pipi Kavin lembut


"Aku tidak bisa berjanji, karna aku tidak bisa memprediksi masa depan"


"Tapi, aku ingin mengingatkan lagi. Aku hanya balapan saat aku lelah menghadapi semua masalah. Bisa dibilang semacam pelarian"


"Aku tau pelarianku dengan cara ini tidak bisa dibenarkan, hanya saja disaat aku benar-benar lelah. Aku butuh sebuah pelarian. Agar tidak terlalu terjerumus dalam lubang depresi. Bukankah, setiap orang memiliki caranya sendiri untuk melampiaskan emosi. So, inilah caraku? Kuharap kalian bisa memakluminya" lanjutnya lalu meninggalkan mereka semua yang masih terdiam mendengar perkataan Ella.


...Next?...


...----------------...


...Follow...


...Instagram: @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...