ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
ELLAINE'S SECRET Berdua



"Mau jalan-jalan ke taman dulu?" tawar Kavin pada Ella


"Emang kamu nggak capek, nggak mau pulang aja. Istirahat di apartemen?" tanya balik Ella


"enggak, aku masih mau jalan-jalan sama kamu" jawab Kavin


"jadi gimana?" tanya Kavin lagi


"yaudah aku terserah kamu aja" jawab Ella


"Oke kalau gitu, kita jalan-jalan ke taman dulu" putus Kavin membelokkan mobilnya kearah taman terdekat


.


.


"Mau pakek kursi roda?" tanya Kavin begitu sampai di tempat parkir taman


"enggak usah" tolak Ella membuka pintu mobil


"yakin?" tanya Kavin khawatir


"iya, lagian aku nggak papa kok" kata Ella keluar dari mobil diikuti oleh Kavin


"Ayo" ajak Kavin mengulurkan tangannya untuk Ella


"Yuk" kata Ella menyambut uluran tangan Kavin dengan senang hati


"kalau kamu capek bilang ya" kata Kavin mengingatkan


"Iya-iya, bawel" kata Ella mencubit hidung Kavin gemas


"Udah, ayok" kata Ella menggeret Kavin untuk berjalan


Kavin dan Ella berjalan-jalan menyusuri taman menikmati udara sore hari, sebagaimana sepasang kekasih pada umumnya. Mereka terlihat saling menyayangi dan mencintai, Kavin yang begitu menjaga Ella dan Ella yang selalu melemparkan senyuman manis untuk kekasihnya itu.


Benar-benar moment manis yang sangat berharga untuk mereka berdua.


"Mau istirahat dulu nggak disana?" ajak Kavin menunjuk bangku taman yang tidak jauh dari mereka


"boleh" balas Ella menarik tangan Kavin dengan semangat. Sedangkan Kavin hanya pasrah ditarik-tarik oleh tunangannya.


"Kavin" panggil Ella setelah duduk di bangku taman


"iya?" tanya Kavin menoleh kearah Ella


"aku mau itu" tunjuk Ella pada penjual Es Krim


"emang boleh?" tanya Kavin


"boleh kok. Dokter Wisnu nggak ngelarang" jawab Ella santai


"Nggak bohong?" tanya Kavin memastikan


"iya, Sayang" jawab Ella yakin


"Oke" kata Kavin percaya


"kamu tunggu disini, aku beli dulu" kata Kavin mengusap pipi Ella sayang


"aye aye Captain" kata Ella tersenyum manis


"manis banget sih tunangan aku" kata Kavin mengusap rambut Ella gemas


"iya dong, Ella gitu loh" kata Ella menyibak rambutnya


"udah sana cepet beli. Ntar keburu habis" katanya mendorong-dorong Kavin untuk pergi


"iya-iya ini, aku pergi" kata Kavin lalu meninggalkan Ella untuk membeli es krim


Saat Kavin sudah sampai di penjual Es krimnya,


"KAVIN.. AKU MAU DUA" teriak Ella pada Kavin. Mendengar teriakan Ella, Kavin segera menoleh kearah Ella.


"DUA" teriak Ella mengacungkan 2 jarinya


"no" kata Kavin memberi isyarat X dengan dua tangannya ๐Ÿ™…


"ishtt..." gumam Ella cemberut


.


.


"Ini es krim Vanilla buat kamu" kata Kavin menyodorkan es krim pesanan Ella


"..." hening,, Ella masih ngambek karna permintaannya tidak dituruti


"nggak mau nih" kata Kavin mencolek bahu Ella, namun tetap diabaikan oleh Ella


"yaudah, kalau nggak mau"


"Aku makan aja" kata Kavin menggoda Ella


"jangan" kata Ella berusaha merebut es krimnya, tapi dengan jahilnya Kavin malah menjauhkan es krimnya dari jangkauan Ella


"mana?" kata Ella menadahkan tangannya meminta es krim


"bilang apa dulu cobak" kata Kavin sok imut


"makasih" kata Ella tidak ikhlas


"yang ikhlas cobak" kata Kavin


"makasih" ulang Ella dengan senyum terpaksa


"kurang baik" kata Kavin menggelengkan kepalanya


"Makasih,, sayang" kata Ella menekankan kata sayang


"hehehe.. gitu dong" kata Kavin puas


"nih, buat kamu" katanya memberikan es krim Vanillanya


CUP


"thank you so much" kata Ella mengecup pelan pipi kavin dengan tiba-tiba.


"Cute banget sih kamu" kata Kavin mencubit pelan pipi Ella


"Iya dong, kapan lagi aku bisa berduaan sama kamu" kata Ella manja


"Bentar lagi kan kamu balik ke Jakarta" sendu Ella


"Jangan sedih" kata Kavin mengelus rambut Ella lembut


"nggak usah" tolak Ella


"Aku tau kamu sibuk" katanya pengertian


"bener?" tanya Kavin memastikan


"bener" jawab Ella tersenyum manis


"udahlah jangan bahas lagi" katanya memakan es krimnya lagi


"iya iya, ibu negara" kata Kavin


"El, selama kamu disini. Kamu ngapain aja?" tanya Kavin


"Aku?" kata Ella menunjuk dirinya sendiri dengan mulut yang belepotan es krim


"Kamu kayak anak kecil aja" kata Kavin mengusap es krim di bibir Ella


"iya, kamu" jawabnya


"Aku....


biasa aja sih, Senin sampek Kamis aku ada jadwal homeschooling. Jumat Sabtu jadwal ke rumah sakit. Minggunya free. Kadang aku juga ikut Dokter Caca seminar. Yah itung-itung jalan-jalan" jelas Ella


"Kalau kamu?" tanya balik Ella


"Kayak biasanya, sekolah, nongkrong bareng anak-anak, cuma sekarang lebih sering ke kantor bantuin kerjaan ayah" jawab Kavin


"susah nggak?" tanya Ella


"Lumayan. Tapi untungnya ada Ayah yang selalu bantuin" jawab Kavin


"Oh...


Kangen nggak sama aku?" tanya Ella tiba-tiba


"kangen, kangen banget malahan" jawab Kavin jujur


"sama, aku juga kangen banget sama kamu. Terutama kangen dibayarin makan sama kamu" kata Ella cengengesan


"Dasar, makan mulu yang dipikirin" kata Kavin menggelengkan kepalanya


"Yayah dong" kata Ella antusias


"yah,, abis" keluh Ella melihat tangannya yang sudah kosong


"Es krimnya ilang, kav" aduh Ella sedih


"iya ilang, pindah ke perut kamu" kata Kavin menanggapi


"kamu nggak peka, aku tuh mau lagi" kata Ella menggembungkan pipinya kesal


"nggak boleh" tolak Kavin tegas


"jahat" ketus Ella sinis


"nanti kamu sakit, sayang" kata Kavin lembut


"aku nggak mau kamu kenapa-napa, apalagi aku nggak bisa 24 jam sama kamu trus" tambahnya


"Aku khawatir" lirih Kavin


"emm.. aku tau" kata Ella lirih


"marah?" tanya Kavin lembut


"enggak kok" jawab Ella menunjukkan senyum terbaiknya


"makasih, karna udah mau nurut" kata Kavin menggenggam tangan Ella erat


"Sayang, aku mau tanya sesuatu boleh?" tanya Kavin ragu


"boleh, mau tanya apa?" tanya balik Ella


"nggak" kata Kavin ragu


"kok enggak, mau tanya apa sih emangnya?" tanya Ella penasaran


"udah ngomong aja" pinta Ella melihat keraguan dimata Kavin


"kamu.. kamu udah nggak ada yang disembunyikan dari akukan?" tanya Kavin hati-hati


"maksudnya?" tanya Ella bingung


"Angelnya dunia balap, Bisa hacker, Hobi traveling. Bahkan setiap tahun pasti ada aja negara yang kamu kunjungi, Penyakit kamu, masalalu kamu" kata Kavin menghitung satu persatu


"Selain itu, apa masih ada lagi yang kamu sembunyikan dari aku?" tanyanya


"enggak" jawab Ella santai bahkan sangking santainya Kavin sedikit ragu


"kalau kamu nggak percaya juga nggak papa, tapi aku emang nggak nyembunyiin apa-apa lagi dari kamu" kata Ella membaca keraguan di mata Kavin


"Aku percaya, aku sepenuhnya percaya sama kamu" kata Kavin menyakinkan Ella


"Hanya aja, aku takut kamu terluka" katanya menatap dalam Ella


"Kavin, aku baik-baik aja" kata Ella menenangkan kegundahan hati Kavin


"Dan selamanya akan gitu, aku punya orang-orang baik yang selalu bersamaku. Bagaimana aku bisa terluka" katanya menepuk punggung tangan Kavin


"huft.."


"Semoga selamanya akan begitu" doa Kavin


"aku selalu berharap, semoga kamu selalu baik-baik aja" katanya


"Thank you" kata Ella tersenyum manis


"sama-sama" balas Kavin


"Ayo kita pulang" kata Kavin bangkit dari duduknya


"Udaranya semakin dingin, nanti kamu kedinginan" jelas Kavin sembari membuka jaketnya untuk dipakai tunangannya


"Iya, ayo kita pulang" kata Ella


Next???


____โž–โž–โž–


Jangan lupa Like๐Ÿ‘ dan Komen๐Ÿ’ฌ