
Tok.. tok.. tok..
"Masuk"
"Dokter, pasien sudah datang" kata perawat masuk kedalam ruangan Ella dengan seorang wanita berusia sekitar 60 tahunan dibelakangnya.
"Baiklah" kata Ella menaruh pulpennya lalu menatap kearah pintu dan betapa terkejutnya dia saat melihat siapa pasien yang datang
"Selamat.... siang Tante Lina" kata Ella dengan suara yang semakin lirih di akhir kalimatnya
"Ella" kejut Lina yang tak lain adalah ibu kandung Kavin, mantan tunangan Ella.
"Kamu Ella kan?" tanya Lina berjalan cepat menghampiri Ella yang sedang duduk di kursinya
"Ella tunangannya Kavin" kata Lina sangat bahagia bisa bertemu Ella.
Ella yang masih sedikit tercengang hanya bisa tersenyum tipis.
"Tante Lina, apa kabar?" Tanya Ella sopan
"Benar saya Ella, MANTAN TUNANGANNYA Kavin" tambahnya menekankan kata mantan tunangan untuk mengingatkan mereka bahwa hubungannya dan Kavin sudah berakhir 8 tahun yang lalu.
"Yah, maksud Tante begitu" kata Lina tersenyum kaku mendengar Ella menyebutkan kata mantan tunangan.
"Tunggu kenapa kamu manggilnya Tante, panggil bunda dong kayak dulu" kata Lina tersenyum manis
"Em, tidak nyaman sepertinya jika harus memanggil seperti itu" kata Ella tersenyum tipis sembari melirik perawat yang bersama mereka.
"Kenapa begitu?" tanya Lina sedih
"Padahal dulu kita sangat akrab dan rukun. Tante benar-benar menganggap kamu seperti anak sendiri" tambahnya sedih
"Em, gitu ya Tan" kata Ella kikuk bingung harus merespon bagaimana
"Baiklah, kalau kamu tidak mau tidak apa-apa. Tante tidak ingin mempersulit kamu" kata Lina tidak ingin trus memojokkan Ella yang sepertinya tidak nyaman
"Iya" respon Ella singkat karena tidak tau harus merespon seperti apa
"Silakan duduk Tante" kata Ella mempersilahkan Lina untuk duduk
"Terimakasih" kata Lina duduk di seberang Ella
"Dari rekap medis yang ada, diketahui Tante menderita Penyakit Jantung Koroner" kata Ella membaca rekap medis Lina dengan serius
"Iya, setahun yang lalu dokter memberikan tahu Tante tentang ini" kata Lina mengiyakan pernyataan Ella
"Hm" Gumam Ella lalu membaca rekap medis itu dengan serius sekali lagi
"Saya sudah membaca rekap medis Tante. Dan itu lumayan tidak baik" kata Ella dengan profesional
"Terjadi penyempitan pembuluh darah arteri yang membuat aliran darah tidak lancar"
"Tapi, untuk mengetahui lebih jelasnya kita harus melakukan beberapa tes dulu" kata Ella
Lina dengan serius mendengarkan Ella dan sesekali menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan Ella.
"Perawat akan membantu Tante untuk melakukan beberapa tes" kata Ella mengkode perawat yang sedari tadi bersama mereka untuk mendekat
"Suster tolong bantuannya" kata Ella mempersilahkan perawat itu untuk membawa Lina melakukan beberapa tes
"Baik, dokter"
"Silakan Bu" kata perawat itu mempersilahkan Lina
"Tante pergi dulu, El"
"Sampai jumpa" kata Lina melambaikan tangannya ramah
"Iya Tante" kata Ella tersenyum formal menatap Lina yang meninggalkan ruangannya.
Sepeninggal Lina, Ella menghela nafas panjang.
Sebenarnya dirinya tidak begitu terkejut dengan kedatangan Lina. Karena kemarin saat mengecek rekap medis pasien. Ella menemukan nama Lina disana. Hanya saja setelah sekian lama tidak bertemu dan bertemu lagi, sedikit canggung rasanya.
Ella tidak tau harus berbuat dan bersikap seperti apa.
Ditengah kebingungannya, pintu ruangan Ella kembali terbuka. Indy masuk ke dalam dengan riang menghampiri sahabatnya.
"Lo lagi" kata Ella lelah
"Lo harusnya seneng ketemu gue. Daripada Lo kesepian hayo. Doi Lo kan lagi sibuk" ejek Indy dengan santai duduk
"By the way, tadi gue lihat ada nyokapnya Kavin saat mau jalan kesini" kata Indy sembari meneliti perubahan raut wajah Ella. Dirinya sudah membayangkan Ella pasti terkejut, namun siapa sangka sahabatnya itu hanya santai-santai saja.
"Jangan bilang kalian udah ketemu" tuding Indy
"Kita memang udah ketemu" kata Ella tenang sedangkan Indy terlihat syok
"Yang bener? Kok bisa?" tanya Indy bingung
"Beliau pasien gue" jawab Ella jujur
"Ck, dunia emang sempit banget" kata Indy menyandarkan tubuhnya
"Baru 2 hari di Jakarta udah ketemu sama mantan calon mertua. Gue ramal Lo bentar lagi pasti ketemu Kavin atau nggak ketemu pelakor itu" kata Indy semangat
Plakk
"Mulut Lo nggak bisa dijaga" kesal Ella memukul pelan bibir Indy
"Yah, guekan cuma meramal" kata Indy cemberut
"Bodo amat, Ndy. Bodo amat" kata Ella lelah sedangkan Indy hanya cekikikan karena berhasil menggoda sahabatnya itu
"Sekarang udah jam makan siang" kata Ella bangun dari duduknya
"Ayo makan siang" ajak Ella pada Indy
Mendengar kata makan siang, Indy menjadi bersemangat.
"Nah gitu dong" kata Indy ceria
"Ayo kita makan" katanya mengandeng tangan Ella
...----------------...
"Penyakit Jantung Koroner adalah Kondisi ketika pembuluh darah jantung (arteri koroner) tersumbat oleh timbunan lemak. Bila lemak makin menumpuk, maka arteri akan makin menyempit, dan membuat aliran darah ke jantung berkurang" kata Ella menjelaskan dengan teliti masalah penyakit Lina pada Lina
"Berkurangnya aliran darah ke jantung akan memicu gejala, seperti angina dan sesak napas. Bila kondisi tersebut tidak segera ditangani, arteri akan tersumbat sepenuhnya, dan memicu serangan jantung" tambah Ella dengan istilah-istilah yang lebih mudah dipahami oleh Lina
"Singkatnya, penyumbatan pada arteri membuat aliran darah ke jantung berkurang dan menyebabkan gejala seperti sesak nafas, angina, ataupun serangan jantung" kata Ella sembari membaca hasil tes kesehatan yang tadi dijalani Lina
"Dan seperti yang Tante bilang, akhir-akhir ini Tante sering mengalami sesak nafas dan 2 kali mengalami serangan jantung itu membuktikan bahwa kesehatan Tante semakin memburuk" kata Ella dengan hati-hati
"Lalu apa yang harus Tante lakukan?" tanya Lina dengan was-was
"Saya akan menuliskan beberapa resep obat untuk Tante" kata Ella mulai menuliskan resep untuk Lina
"Dan saya harap Tante menghindari stress, pastikan makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, berolahraga dan yang pasti jangan lupa minum obat" kata Ella tersenyum ramah menatap Lina
"Stres? Bagaimana bisa Tante tidak stres jika setiap hari harus menghadapi kelakuan Kavin" kata Lina memijit pelipisnya pusing
"Kelakuan Kavin setiap hari selalu bikin Tante stres dan pusing. Andai aja kamu masih sama Kavin. Tante pasti baik-baik aja" gumam Lina yang masih didengar oleh Ella
Ella hanya tertawa canggung mendengar curhatan Lina tentang putranya.
"Saya harap tante selalu sehat dan bahagia" kata Ella bermaksud mengakhiri pertemuan mereka
"Baiklah, terimakasih El" kata Lina ramah
"Tante pamit pulang dulu"
"Kapan-kapan kita ketemu lagi, jangan lupa telepon Tante. Kita shopping kayak dulu lagi" kata Lina dengan ceria meninggalkan ruangan Ella
"Huft"
"Apakah tidak ada dokter jantung lain disini?" tanya Ella melirik perawat yang sedari tadi bersama mereka
"Ada, tapi kebetulan lagi cuti" jawab perawat itu polos
"Memangnya ada apa dok?" tanyanya
"Bukan apa-apa" kata Ella melambaikan tangannya lalu bersiap merapikan barang-barangnya untuk pulang
"Saya pulang dulu, ya" pamit Ella pada perawat itu
"Iya, Dok" kata perawat itu
Meninggalkan ruangannya, Ella berjalan dengan tenang melewati koridor rumah sakit. Sayangnya, sepertinya ramalan Indy benar. Ia bertemu dengan seseorang.
...----------------...