
Dikelas 12-MIPA 2, semuanya berjalan dengan normal seperti biasanya. Semua murid sedang fokus memperhatikan Bu. Jeni yang sedang mengajar mata pelajaran Fisika didepan kelas. Begitu juga dengan Ella, Anya dan Rena. Hanya saja Rena merasa ada yang aneh dengan gelagat Ella, sedari tadi Ella memegangi kepalanya seperti menahan sakit. Ditambah dengan wajahnya yang tiba-tiba sangat pucat, membuat Rena semakin mengkhawatirkan sahabatnya itu.
"Lo sakit?" Tanya Rena memegang bahu Ella
"Nggak papa" jawab Ella tersenyum lemah, lalu mengalihkan pandangannya ke depan lagi.
"Nggak papa apanya, Lo pucat banget El" kata Rena
"Ayo gue anter ke UKS aja" ajak rena khawatir
"Nggak usah gue cuma pusing. Lagian bentar lagi kita pulang" tolak Ella halus
"Bener?" Tanya rena memastikan
"Iya" jawab Ella pelan. Rena tidak bisa memaksa Ella, meskipun dirinya sangat khawatir. Ia Hanya bisa menuruti Ella dan sesekali mengecek keadaan Ella.
Kring kring
"El udah bel, ayo pulang" kata Rena
"Gue bantuin" katanya membantu merapikan barang-barang Ella
"Ayok" ajaknya mengandeng tangan Ella setelah merapikan semua barang-barang mereka
"Gue nggak papa" kata Ella pelan, tapi tetap membiarkan Rena mengandeng tangannya
"Muka Lo pucat banget, badan Lo juga anget. Gue takut Lo kenapa-kenapa" kata Rena khawatir
"Loh. Ella kenapa?" Tanya Anya menghampiri mereka setelah merapikan barang-barangnya
"Sakit" jawab Rena singkat
"Yaudah. Ayo pulang, biar Ella bisa cepet istirahat" kata Anya ikut mengandeng tangan Ella yang satunya.
Ella yang merasa sangat pusing, badannya sakit semua dan pandangannya berkunang-kunang, hanya diam saja membiarkan mereka mengandeng tangannya.
"Hati-hati" kata Rena menuntun Ella turun tangga
"Mau gue telpon Kavin aja, biar dia jemput Lo" usul Anya melihat keadaan Ella yang semakin memburuk. Ella tidak punya tenaga lagi untuk menjawab Anya. Jadi, ia menggelengkan kepalanya pelan menolak usul Anya.
"Kita bener-bener khawatir lo kenapa-napa" kata Rena khawatir
"Nggak usah. Lagian kita bentar lagi sampek parkiran" tolak Ella dengan suara yang teramat pelan
"Yaudah ayo"
"Pelan-pelan aja" kata Anya yang juga khawatir.
"KAVIN!!!" Teriak Anya begitu melihat Kavin dan teman-temannya yang berada di parkiran. Merasa dipanggil, Kavin menoleh kearah Anya.
"CEPET KESINI!!" teriak Anya lagi melihat Kavin yang hanya diam saja
"Udah gue bilang jangan panggil Kavin" keluh Ella pelan
"Kali ini nurut sama kita" bantah Anya
"Kenapa?" Tanya Kavin begitu mendekati mereka
"Ella" kata Rena pelan
"Kenapa beb? Kangen ya?" Genit Kavin yang masih tidak mengetahui keadaan Ella
"Sini peluk dulu" katanya tiba-tiba menarik Ella kedalam pelukannya, Ella tidak punya energi lagi untuk menolak dan berdebat dengan Kavin. Sedangkan kedua sahabat Ella, benar-benar ingin membunuh Kavin sekarang juga.
"Kav" bisik Ella pelan yang masih dalam pelukan Kavin
"Iya?" Kata Kavin mengurai pelukan mereka dan memegang pipi Ella.
"Kamu sakit?" Tanya Kavin yang sadar akan wajah tunangannya yang sangat pucat
"El. Kamu kenapa?" Tanya Kavin yang bertambah khawatir begitu melihat darah keluar dari hidung Ella
"El. Lo mimisan" syok Rei yang juga melihat darah di hidung Ella.
"Ella, Lo kenapa??" tanya Rena khawatir
"Ya ampun. Ella kenapa??" tanya Anya juga
"Ah. Dasar penyakit nggak tau timing" gumam Ella mengusap darah di hidungnya dengan tangannya
"Ella. Kamu kenapa? Jawab aku?" Kata Kavin khawatir
"Kavin, aku bener-bener nggak kuat" lirih Ella
Bruk
Ella yang tiba-tiba terjatuh pingsan di pelukan Kavin, dengan hidung yang tetap mengeluarkan darah. Mengejutkan semua orang, bahkan Kavin yang berada didepannya.
"ELLA"
"KAK EL" Teriak mereka syok saat Ella terjatuh pingsan
Mengabaikan semua orang yang menatap mereka penasaran. Dengan sigap Kavin, segera mengendong Ella.
"Ayo ke Rumah Sakit" kata Kavin mengendong Ella menuju mobilnya
"Lo yang nyetir" kata Kavin melemparkan kunci mobilnya kepada Addi
...----------------...
"Dokter tolong tunangan saya!! Suster!! Dokter!!" teriak Kavin di Rumah Sakit yang masih menggendong Ella
Mendengar teriakan Kavin, dengan sigap beberapa suster membawa brankar untuk membawa Ella.
"Ada apa?" tanya seorang dokter wanita yang menghampiri mereka
"Dokter tolong tunangan saya" pinta Kavin pada dokter cantik tersebut
"Astaga Little Fairy!!!!" syok dokter tersebut saat melihat Ella yang terbaring di brankar Rumah Sakit
"Ayo cepat bawa ke UGD" suruh dokter itu tergesa-gesa mendorong brankar Ella
"Kamu, panggilkan Dokter Wisnu. Katakan padanya, Ellaine Little Fairy nya pingsan dan berada di UGD. Katakan juga ini Darurat" suruh nya lagi pada seorang suster
"Kalian tunggu disini" kata Dokter. Caca menutup pintu UGD
5 menit kemudian.
Seorang dokter muda datang dan bergegas masuk kedalam UGD. Selang beberapa menit, datang lagi seorang wanita yang taklain adalah Mami Ella, Tanisha.
"Kavin" panggil Tanisha, mendengar ada yang memanggil namanya. Kavin menoleh dan terkejut dengan kedatangan Tanisha
"Mami" kejut Kavin menghampiri Tanisha
"Ella? Gimana putri mami? Dia baik-baik aja kan?" tanya Tanisha beruntun
"El masih di dalam, Tan" sahut Rena yang juga berada disana. Kebetulan begitu menyelesaikan perkataannya, Dokter Wisnu keluar dari UGD dan menghampiri mereka.
"Tante" sapa Dokter Wisnu kepada Tanisha
"Dok, Ella baik-baik aja kan?" tanya tanisha yang sangat cemas
"Sebaiknya, kita bicarakan diruangan saya saja. Mari Tante" kata dokter Wisnu
"Kalian tunggu disini dulu ya" pamit Tanisha lalu meninggalkan Kavin dan teman-temannya
...----------------...
Diruangan dokter Wisnu
"Jadi, bagaimana dengan Ella dok?" tanya tanisha
"Saat ini Ella masih baik-baik saja" jawab Dokter Wisnu
"Saat ini? Maksudnya?" tanya Tanisha bingung
"Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk kesembuhan Ella Tante" kata dokter Wisnu
"Tapi sepertinya tidak ada perkembangan yang signifikan pada Ella. Malah penyakitnya bertambah parah" lanjutnya yang membuat Tanisha syok
"Sebelumnya, Ella meminta untuk merahasiakan ini dari keluarganya terutama dari Tante. Tapi saya rasa hal semacam ini tidak bisa dirahasiakan lagi" jeda dokter Wisnu
"Pingsan dan mimisan tadi pertanda bahwa kesehatannya menurun secara drastis" jelasnya
"Ella harus melakukan pengobatan di luar negeri untuk kesembuhannya" usul dokter Wisnu
"Dimana tepatnya dok?" tanya tanisha
"Singapura" jawab dokter Wisnu
...----------------...
Disisi lain, Ella sudah dipindahkan ke dalam kamar rawat inap. Karna takut mengganggu istirahat Ella. Kavin dan teman-temannya memilih menunggu di depan kamar Ellaine.
"Kalian ngabarin Tante Tanisha?" Tanya rei pada Rena dan Anya
"Enggak kok" jawab Rena lesu
"Kok Tante Tanisha bisa tau?" tanya Addi bingung
"Mungkin pihak Rumah Sakit yang ngasih tau" jawab Anya bersandar pada bahu Rena
"Rumah Sakit tau dari siapa?" tanya Rei
Hening...
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Rei. Mereka menyadari ada yang salah dengan kejadian ini. Mulai dari Dokter wanita yang seperti mengenal Ella, hingga mami ella yang tiba-tiba datang ke Rumah sakit.
"Kalian bisa pulang dulu. Terimakasih udah bawa Ella ke Rumah sakit" kata Tanisha tiba-tiba yang mengejutkan mereka
"keadaan Ella gimana mi?" tanya Kavin khawatir
"Ella baik-baik aja"
"Untuk saat ini" lirih Tanisha diakhir perkataannya
"Sekali lagi makasih ya" ucapnya
"Kita disini aja Tan, kita mau jagain Ella juga" kata Rena sedih
"Kita khawatir banget sama Ella" kata Anya juga
"Nggak papa biar Tante yang jaga Ella dulu. Nanti malam kalian bisa kesini lagi" usul Tanisha
"Tapi mi-"
"Kavin, Ella bakal sedih liat kamu kayak gini. Nggak papa biar Tante aja yang jagain sekarang. Lagian kata dokter Ella baru sadar sekitar nanti malam. Lebih baik kalian, beres-beres dulu. Trus kesini lagi" kata Tanisha bijak
"Hufttt.
Yaudah mi, kita pulang dulu. Nanti kita kesini lagi, buat gantiin mami" putus Kavin.
"Kita pulang dulu ya mi" pamit Kavin mewakili teman-temannya
"Hati-hati" pesan Tanisha
Belum jauh mereka jalan, Tanisha tiba-tiba menghentikan mereka.
"Anak-anak"
"Terimakasih sudah selalu ada untuk Ella"
"Ella pasti sangat bahagia memiliki banyak orang yang menyayanginya dalam hidup ini"
"Terutama kamu, Kavin" kata Tanisha sebelum masuk kedalam ruangan Ella. Meninggalkan Kavin dan teman-temannya yang bingung dengan ucapan Tanisha.
...next????...
...___________...
...Follow...
...Instagram : @quella.ved...
..."Your Life is Your Choice"...