ELLAINE'S SECRET

ELLAINE'S SECRET
Ellaine's Secret Angel(1)



"Kak-


BRAK


"B*NGS*T" umpat Kavin, Rei, Addi, Radhit Dan Evan terkejut akibat Athaya yang tiba-tiba membuka pintu depan dengan keras


BUK


BUK


BUK


BUK


BUK


"AW.. sakit, Bego" umpat Rei saat mendapat lemparan bantal gratis dari Ella


"Salah siapa Lo ngumpat dirumah gue" ketus Ella


"Salah siapa? Salah nih bocah masuk kayak mau maling" sungut Rei menunjuk Athaya yang memasang wajah tidak bersalah


"Lo nyalahin adik gue?" Tanya Ella tajam yang mampu membuat Rei ciut sesaat


"Ha ha ha ha" tawa Rei terpaksa


"Enggak kok, siapa yang nyalahin" elak Rei pura-pura tidak melihat Ella


"Cih" sinis Ella lalu beralih menatap lembut kearah adiknya


"Athaya, lain kali kalau masuk rumah itu salam dulu bukan kayak tadi" tegur Ella lembut


"Maaf kak El" kata Athaya merasa bersalah


"Nggak papa, jangan diulangi lain kali"


"Kamu mau apa? Tumben pulang kesini?" Tanya Ella bingung


"Jahat banget. Masak adek sendiri pulang dibilang tumben" komen Anya


"Nggak gitu, biasanya Athaya lebih suka dirumah Oma soalnya disana banyak temannya, nggak kayak disini sepi katanya" jelas Ella membela diri


"Jadi, kenapa Ata?" Tanya Ella sekali lagi


"Kak El, minta uang" kata Athaya polos dengan menadahkan tangannya pada Ella


"Buat apa?" Tanya Ella


"Beli bakso, depan komplek" jawab Athaya lugu


"Sama siapa?" Tanya Ella


"Kayla" jawab Athaya


"Cie adiknya Ella mau traktir bakso cewek cie" sorak Rei dan Addi menggoda Athaya


"Cie kecil-kecil udah punya gandengan" goda Radhit juga


BUK


"Bego, udah bego pikun lagi. Kayla itu sepupu gue yang kemarin nginep disini juga" kata Ella jengah melempar ketiganya dengan bantal sofa lagi


"Yah gue kira pacarnya" lesu Rei


"Sinting" dengus Ella


"Nih uangnya. Hati-hati. Jangan main jauh-jauh" kata Ella memberikan Athaya uang 50.000


"Makasih kak"


Cup


"Aku pergi dulu


Assalamu'alaikum" pamit Athaya setelah mencium pipi Ella sekilas


"Waalaikumsalam" jawab mereka


"Sweet banget adek Lo. Adek gue mah boro-boro cium pipi, cium tangan aja kalau lebaran doang" curhat Rei melas


"Punya Abang kayak Lo, jangankan cium tangan ngelihat mukanya aja males. Bikin perut mules" komentar Kavin pedas


"Sadis banget mulut Lo. Dari tadi diem aja, sekali ngomong bikin sakit ati" kata Rei cemberut


"Kenapa? Gue bener kan?" Kata Kavin sok


"Bener. 100% bener" dukung Addi


"Kalian semua jahat banget sama gue. Gue salah apa sama kalian" kata Rei mendramatisir


"🤢" kata yang lainnya kompak melihat tingkah Rei


"Udah ah"


"Gue mau ke supermarket depan komplek bentar, kalian tunggu disini aja" pamit Ella pada mereka


"Aku anter" kata Kavin berdiri dari tempat duduknya


"Oke. Aku ambil dompet bentar" pamit Ella mengambil dompet di kamarnya.


"Udah Kav, Ayo" ajak Ella setelah mengambil dompetnya


"Kita pergi dulu" pamit Ella lalu pergi bersama Kavin


...----------------...


"Kenapa nggak bawa motor aja?" Tanya Kavin memecahkan keheningan


"Kan deket" kata Ella santai


"Itung-itung olahraga" lanjutnya


"Cih" ketus Kavin membuang muka


"Udah sih jangan ngedumel mulu" kata Ella mengandeng tangan kavin erat. Kavin yang merasa tangannya dipegang, lalu melihat kearah Ella yang sedang tersenyum manis kearahnya. Kavin tertegun seketika melihat senyuman tunangannya, senyuman yang teramat tulus. Senyuman yang mampu membuat jantungnya berdegup kencang.


"Jangan senyum gitu" kata Kavin mengalihkan pandangannya


"Kenapa? Salting ya?" Ejek Ella melihat telinga Kavin yang memerah


"Cie salting"


"Cute banget sih kamu" kata Ella mencubit pipi Kavin gemas


"Hahaha" tawa Ella pecah melihat muka Kavin yang bertambah merah


"Puas?" Sinis Kavin mendengar tawa tunangannya


"Puas" angguk Ella setuju


"Jail banget sih" kata Kavin mengelus lembut rambut Ella


"Ayo kita udah sampai" tambahnya menunjuk supermarket di seberang jalan


"Cus" kata Ella semangat


...----------------...


"Kita pulang" teriak Ella saat memasuki rumahnya


"Lama banget. Kalian kencan dulu ya? Hayo ngaku???" Tuding rena yang berjalan menghampiri mereka


"Kepo" ejek Ella menjulurkan lidahnya mengejek Rena


"Sahabat laknat" kesal Rena


"Jangan jail" peringat Kavin lembut pada Ella


"Kasirnya antri" tambahnya menjelaskan alasan kenapa mereka lama sekali


"Alasan klise"


"Udah ngaku aja kalau kencan dulu" tuding rena masih tidak percaya


"Bodo Ren, Bodo amat. Terserah" kata Ella jengah


"Ayo Kav, bantuin aku bawa belanjaannya ke dapur" katanya mengajak Kavin


"Gue ditinggalin, udah biasa" gumam Rena menatap punggung Ella dan Kavin yang semakin menjauh


...----------------...


"Enak" komen Anya


"Yaelah, gue gitu loh" sombong Ella


"Nyesel gue muji" kata Anya sinis


"Cih" sinis Ella juga


"Udah makan. Buka mulut AA" kata Kavin menyuapi Ella dengan pizza ditangannya


"Kayak anak kecil" ejek Kavin mengusap sudut bibir Ella yang terkena saos


"Biarin" kata Ella santai


"Yang penting aku nomer 1 dihari kamu. Iyakan?" Kata Ella genit


"Tentu" kata Kavin mengelus rambut Ella


"Tiba-tiba gue kenyang, gara-gara lihat drakor live didepan mata" jengah Anya melihat ke uwuan sahabatnya


"Kali ini gue setuju sama Lo" kata Rena yang masih menatap Ella dan Kavin


"Kalian kapan pulang? Ini udah malem banget loh" kata Ella mengabaikan komentar Anya dan Rena


"Masih jam 10" kata Rei santai


"Ntar aja" tambahnya mencomot pizza lagi


"Ntar jam ber-


Drttt drttt


"Ella here" kata Ella mengangkat telepon dari hpnya


"Gue Fino" kata seseorang disebrang sana


"Iya Fino kenapa?" Tanya Ella 


"El, sepupu Lo mabuk-mabukan" lapor Fino disebrang sana


"Sepupu yang mana? Sepupu gue masih bocil semua" kata Ella tak paham


"Sepupu Lo yang cewek"


"Cewek? Kayla? Ngacok, Kayla masih 6 tahun. Mana mungkin" kata Ella bingung


"Bukan, sepupu Lo yang SMP"


"Ah Fio" kata Ella santai mengingat sepupunya yang suka bikin rusuh itu, namun saat itu juga ia tiba-tiba teringat laporan Fino tadi


BRAKK


"ANJ*R" pekik Rei terkejut


Ella yang tiba-tiba berdiri dan mengebrak meja didepannya membuat semua teman-temannya terkejut.


"Anak itu belum kapok juga. Kasih tau lokasinya, 5 menit lagi gue kesana" sinis Ella memutuskan telepon dan bergegas pergi kekamarnya mengabaikan tatapan bingung dari teman-temannya


"D-dia ke-kenapa?" Kata Addi terbata-bata karna masih terkejut


"Entah" jawab Rena yang juga masih tercengang


Tak lama kemudian


Ella keluar lagi dari kamarnya, dengan celana jins hitam, kaos hitam yang ditutupinya dengan jaket berwarna army serta sepatu boot hitamnya.


"Gue ada urusan. Mungkin penting, mungkin juga enggak. Bisa lama bisa juga sebentar. Kalau kalian mau pulang, hati-hati. Kalau kalian mau disini juga terserah. Gue nggak ada waktu buat jelasin, gue pergi dulu" kata Ella sebelum pergi tergesa-gesa menggunakan mobil Lamborghini-nya bahkan sebelum ia mendengarkan keputusan temannya.


"Jadi?" Tanya Evan menyadarkan semuanya dari lamunan masing-masing


"Gue takut Ella kenapa-kenapa. Gue mau nyusul Ella. Kalian kalau mau pulang, hati-hati" kata Kavin menyambar jaketnya di sofa. Namun, baru beberapa langkah tangannya dicekal Rei..


"Apa?" Tanya Kavin tak sabar


"Kita ikut, bagaimanapun kita juga khawatir sama Ella" kata Rei mewakili teman-temannya yang lain


"Iyakan?" Tanya Rei pada yang lain, yang diangguki mereka dengan yakin


"Oke. Ayo" kata Kavin


...----------------...


Citttt


Sebuah Lamborghini berhenti di arena balap liar, mengundang banyak perhatian orang disana.


BRAKKK


Seorang gadis berwajah manis keluar dari mobil tersebut dengan wajah sangat dingin dan tatapan super tajam yang mampu membuat nyali semua orang ciut seketika. Dengan hawa yang sangat tidak baik, tidak ada yang berani mendekatinya. Hingga seorang laki-laki seumuran dengannya berjalan mendekatinya.


"Angel?" Panggil laki-laki tersebut


"Hmm"


"Dimana?" Tanya gadis itu, yang tak lain adalah Ella


"Disana" kata laki-laki itu menunjuk segerombolan orang yang sedang pesta minuman keras. Pandangan Ella semakin menajam takkala melihat sepupu perempuannya sedang asik berc*mbu dengan seorang pria asing. Tak ingin matanya semakin ternodai dengan kegiatan tidak senonoh dua sejoli ini. Ella bergegas menghampiri Fio.


Plakk


"B*CTH"


"Rupanya, sekeras apapun gue ngomong yang namanya B*CTH, selamanya akan menjadi B*CTH. MURAHAN" amuk Ella tak tertahankan lagi, apalagi mengingat neneknya yang selalu berjuang keras untuk cucunya yang tidak tau diri ini.


"Lo apa-apaan sih!!" Amuk fio memegang pipinya yang merah karna tamparan keras dari Ella. Fio yang masih tidak sadar dengan kehadiran Ella, mencoba melepas tangannya yang masih dicekal erat oleh Ella.


"Ahh rupanya Lo masih belum sadar" sinis Ella melihat Fio yang masih dipengaruhi alkohol


Byurrr


Ella dengan tidak sabarannya menguyur Fio dengan sebotol air mineral yang dibawanya.


"AKKHH


LO GILA YA- 


K-KAK EL"  kata Fio terkejut dengan kehadiran kakaknya


"Hayy sepupu gimana? Asik ya pestanya?" Tanya Ella sinis


"K-kak El ma-maaf" lirih Fio takut


"LO!! AKHH


ayo pulang" amuk Ella tertahan melihat situasi dan kondisi yang tidak baik. Nggak mungkinkan, Ella ngomel-ngomel disini. Jadi Ella menggeret Fio untuk pulang bersamanya.


"Gue lupa. Untuk Lo!! " tunjuk Ella pada pria yang berc*mbu dengan Fio tadi


"Sekali lagi, Lo ngelakuin hal menjijikkan seperti tadi sama sepupu gue. Habis Lo sama gue. Ingat!!" Ancam Ella sebelum meninggalkan gerombolan itu.


"Fino, makasih banget buat infonya tadi. Gue nggak tau harus gimana, kalau sampai nggak tau kejadian tadi" kata Ella berterimakasih kepada Fino


"Bisa-bisa gue mendadak jadi Tante nanti" sindir Ella melirik sepupunya yang hanya bisa menundukkan kepalanya


"Nggak masalah, gue seneng bisa bantu Lo. Itung-itung balas budi" kata Fino mengingat kebaikan Ella yang mau menolongnya dulu


"Isstt gue nggak like ya kalau Lo ungkit-ungkit yang dulu-dulu. Kan gue udah bilang, kebetulan liat Lo yang lagi butuh temen jadi nggak ada yang salah buat nolongin temen sendiri" kata Ella santai


Saat itu, Ella sedang ada janji dengan dokter Wisnu dirumah sakit seperti biasanya. Mami Ella dan tantenya sedang sibuk, jadi Ella pergi sendirian ke rumah sakit. Saat hendak mengambil obat, Ella melihat Fino yang seperti kebingungan dan putus asa. Merasa penasaran, Ella mendekati Fino dan bertanya padanya. Ternyata, mamanya Fino mengalami serangan jantung dan Fino sedang tidak ada uang untuk menebus obat mamanya. Fino dan mamanya baru keluar dari rumah mereka, karna sudah tidak tahan dengan sikap papanya yang suka main tangan. Merasa prihatin, Ella melunasi semua biaya pengobatan mamanya fino. Sejak hari itu, Fino merasa Ella bagai malaikat untuknya yang tengah terpuruk.


"Yaudah gue mau pulang dulu" pamit Ella


"Hati-hati, El" kata Fino perhatian


Namun, sebelum masuk kedalam mobilnya. Lagi-lagi masalah datang menghampiri Ella.


...Next?...


...----------------...


...Follow...


...Instagram : @quella.ved...


..."Your Life is Your Choice"...