
"Kakak tahu kalau selama ini Kakek Hades hanya memandang Prince sebelah mata?" tanya Prince sambil mengulum bibirnya.
"Maksudnya? Kakek Hades pilih kasih gitu?" tanya Rimba bingung.
Prince mengangguk.
"Kakek Hades sangat menyayangi cucu-cucu perempuannya. Sepertinya beliau lupa kalau beliau juga punya seorang cucu laki-laki yang harus diperhatikan. Kakek Hades selalu memprioritaskan Princess di atas segala-galanya. Tidak ingat kalau aku ada di samping Princess sebagai saudara kembarnya," jawab Prince tanpa malu.
"Lalu? Apa hubungannya semua ini dengan Leony?" tanya Rimba bingung.
"Kak Rimba ini terlalu polos." Prince mengambil handuk putih kecil yang ada di dekatnya. Lalu menyeka butiran keringatnya dengan lembut.
"Prince, jangan bertele-tele. Cepat katakan apa maksudmu. Aku sudah sangat penasaran nih," ucap Rimba juga menyeka dahinya yang berkeringat dengan handuk kecil yang disodorkan Prince.
"Kakek tiba-tiba datang dan memohon pertolonganku. Kakek tidak memandangku sebelah mata lagi, Kak. It's so amazing. Belum pernah sekali pun Kakek menemuiku secara khusus dan meminta sesuatu dariku. Luar biasa sekali! Sungguh moment tak terlupakan," jawab Prince dengan binar-binar bangga di setiap nada suaranya.
Kapan lagi Kakek memperhatikanku? batin Prince.
"Kakek memohon agar kamu mau ditunangkan dengan Leony?" tanya Rimba tak percaya.
"Iya. Kakek meminta sesuatu hal yang begitu mudah untuk kulakukan," jawab Prince senang.
"Kau langsung setuju tanpa memikirkannya lebih panjang?" tanya Rimba sedikit kaget dengan reaksi Prince yang super aneh.
Masak hanya gara-gara Kakek Hades datang memohon pada Prince membuat Prince seperti orang yang dibutuhkan Kakek hingga besar kepala? Dan langsung iya iya saja tanpa dipikir baik dan buruknya, untung dan ruginya? Bahkan Prince bilang kalau bertunangan dengan Leony itu mudah? Oh wow! You are so amazing, Prince.
"Iya. Aku langsung setuju tanpa berpikir dua kali," jawab Prince.
"Crazy Prince! Hai, Prince. Kamu tahu seperti apa wajah Leony?" tanya Rimba masih syok dengan kegilaan Prince.
"Tidak secantik Princess, Yuna atau pun Hana. Tapi Leony cukup manis dan ceria. Dia pandai memasak dan dia cukup keren dalam balutan seragam chefnya," ucap Prince yang pernah melihat foto Leony di layar gadget Pak David.
"Dan kamu tetap mau tunangan dengan Leony walaupun dia sudah kotor dan sedang hamil?" tanya Rimba ingin meyakinkan dirinya kalau Prince tidak sedang bergurau atau nglindur karena tadi sempat tertidur di sauna.
"Iya."
"Dasar arek semprul. Ancen podo semprule karo kembarane." Rinba kembali menggunakan bahasa Suroboyoan untuk memaki pasangan kembar yang satu ini. (Memang sama-sama semprulnya dengan kembarannya, Princess)
"Nah, udah tahu masih aja nanya. Kami memang sama-sama semprul. Karena kami lahir dari rahim yang sama cuma berbeda berapa menit saja," balas Prince sambil tertawa konyol.
"Prince, pertunangan itu tidak main-main lho!" Rimba berusaha menyadarkan Prince yang kurang waras karena ingin menyedot perhatian kakeknya.
"Kakek bilang aku hanya perlu bertunangan dengan Leony sampai Kakak dan Princess menikah. Setelah itu, aku boleh membatalkan pertunangan kami jika aku merasa tidak cocok dengan Leony," jawab Prince santai.
"Apa?" Rimba makin tak habis mengerti dengan maksud kakek Hades. Semudah itukah membatalkan pertunangan cucunya?
"Jadi aku hanya perlu mengenal Leony lebih dalam. Kalau cocok, kita lanjut. Kalau tidak cocok, ya kita bubar. Beres!" ucap Prince mantab.
"Gila!" Rimba sudah tidak bisa berpikir lagi.
"Kakek itu sayang banget pada Princess, Kak. Jadi Kakek berusaha sedapat mungkin agar Princess tidak terluka. Kakek tidak mau masalah Leony membuat Kakak dan Princess gagal nikah. Gituuu ...."
"Hanya demi cucu kesayangannya, Kakek Hades sampai berbuat seperti itu?" tanya Rimba sambil geleng-geleng kepala.
"Kamu tidak keberatan jika nanti menikah dan menjadi ayah untuk anak Leony?" tanya Rimba.
Prince dengan enteng menjawab.
"Satu wanita dengan dua pria adalah hal biasa bagiku, Kak. Atasanku, Uncle Andrew bisa hidup rukun dengan Uncle Suho. Anak kembar Aunty Nicole diakui sebagai anak Uncle Suho maupun Uncle Andrew. Jadi, aku juga pasti bisa mengakui anak Leony sebagai anakku. Anggap saja pria yang sudah memperkosa Leony adalah pria pertama dalam hidup Leony. Sedangkan aku adalah pria yang kedua," jelas Prince.
Rimba hanya bisa geleng-geleng kepala. Penjelasan Prince memang susah masuk di akal. Tapi Rimba sangat menghargai ketulusan hati Prince yang mau menerima anak hasil perkosaan.
Dan jika Prince memang mau lanjut menikah dengan Leony, Prince sudah siap dan mantab menjadi ayah bagi putra atau putri Leony.
"Prince, terima kasih, Bung!" ucap Rimba sambil menepuk punggung saudara kembar Princess.
"Traktirannya double ya, Kak!"
"Beres!"
"Jangan lupa ongkos nginepnya di apartement aku adalah membuatkan sarapan pagi yang lezat," ujar Prince sambil nyengir lebar.
"Beres!" Rimba tersenyum.
Sebelum ini, hatinya super gelisah mendengar nasib Leony yang makin tidak karu-karuan. Tapi sekarang hati Rimba sudah adem, tenang. Karena Prince.
"Mandi yuk, Kak. Trus minum es di cafe depan. Abis gitu bobok!" ajak Prince keluar dari ruang sauna.
"Ok!" Rimba pun mengikuti Prince. Bergegas ke kamar mandi setelah mengeringkan tubuh mereka yang berpeluh. Mandi diguyur air hangat memang sangat nyaman.
Beberapa menit kemudian, di kamar apartement Prince.
Slurp! Slurp! Dua gelas minuman dingin Prince sudah habis tak bersisa. Lalu ia menguap lebar dan berbaring di samping Rimba yang sudah lelap lebih dahulu.
"Demi Princess, apa pun akan kulakukan. Termasuk bertunangan dengan wanita yang tidak kukenal sama sekali. Ternoda dan sedang hamil anak pria lain. Princess adalah segalanya bagiku, Kak. Jadi jangan pernah kau kecewakan Princess. Segeralah menikah dengan Princess. Kalian harus hidup berbahagia. Walaupun kebahagiaan kalian berada di atas penderitaanku," gumam Prince sebelum menutup matanya yang sudah berat.
***
Keesokan paginya. Sinar matahari masuk ke dalam kamar tidur Prince.
Rimba bangun lebih dahulu. Menepati janjinya pada Prince untuk membuat sarapan pagi yang super lezat dari bahan seadanya di kulkas Prince.
Nasi goreng ham dan kimchi dipermanis dua butir telur ceplok. Langsung membuat Prince terbangun dari tidurnya. Buru-buru ke ruang makan yang bersebelahan dengan dapur untuk mencicipi hasil masakan calon kakak iparnya.
"Ikut Kak Rimba ke rumah sakit ya, Prince," ajak Rimba saat sedang sarapan bersama Prince. Rimba tahu kalau Prince hari ini libur.
"Siapa yang sakit, Kak? Bunda Kinan?" tanya Prince sambil mengunyah nasi gorengnya.
"Hush! Bunda Kinan sehat dan akan bertolak ke Kalimantan bersama Princess nanti siang. Jadi mumpung masih pagi, kita mampir ke rumah sakit dulu. Menjenguk Leony. Setelah dari RS baru kita jemput Princess dan Bunda Kinan. Antar mereka berdua ke bandara," jawab Rimba.
"Bilang dong, kalau mau ajak aku menemui calon tunanganku. Biar aku dandan yang ganteng," canda Prince.
"Kamu udah ganteng dari orok, Prince." Rimba mengakui bahwa kembaran Princess yang satu ini jika dijejerkan dengan artis dan foto model juga tidak kalah tampan dan keren.
Semoga Leony mau menerimamu menjadi tunanganmu, Prince, batin Rimba.