CEO'S Prince

CEO'S Prince
Wanitaku Atau Tamu Wanitaku



Begitu selesai mengucapkan kata amen dalam doa setelah makan, Rimba segera turun dari kursi makan dan berlari mendekati ayahnya. Seperti lem saja, Rimba tanpa canggung menempel ketat di samping Andre.


Untung saja, Andre yang sikapnya biasanya dingin sedingin es batu di freezer, sedang dalam mood yang sabar dan penyayang. Sehingga Andre tidak mempermasalahkan pria kecil yang terus membuntuti langkahnya sampai ke dalam ruang kerja Andre yang berdinding ekspos batu bata dikelilingi rak buku berwarna gelap,


"Oh wow, bukunya banyak sekali, Ayah. Kira-kira buku mana yang dapat Rimba baca untuk pertama kalinya?" tanya Rimba langsung membaca deretan judul buku-buku tebal milik Andre.


"Buku ini terlalu berat untukmu, Rimba. Besok, Rendra akan membelikan buku dongeng untukmu." Andre melirik Rendra dan Rendra langsung mencatat perintah Andre dalam ponselnya.


Dongeng apa yang cocok buat anak laki-laki? Sepertinya dongeng binatang. Karena kalau dongeng tentang putri-putrian biasanya untuk anak perempuan. Am I right? batin Rendra.


"Ayah, apakah aku boleh membaca world book encyclopedia?" tanya Rimba sambil menunjuk sederetan buku bersampul warna hitam buatan Amerika Serikat, 22 seri, yang ada di rak buku Andre.


"Tapi ini encyclopedia berbahasa Inggris yang biasa dipakai untuk membuat laporan ilmiah, Rimba. Isinya terlalu banyak tulisan. Kurang menarik bagi anak kecil. Lebih baik tunggu besok saja ya. Rendra akan membelikan encyclopedia bergambar khusus untuk anak-anak. Kau pasti menyukainya." Andre berniat memberikan buku yang sesuai untuk dibaca anak-anak usia lima tahun, bukan buku yang dipakai pelajar tingkat atas.


Okay, aku akan membeli children encyclopedia besok. Cuma itu atau ada lagi yang harus aku beli di toko buku? batin Rendra. Ia kembali mencatat pesanan atasannya di dalam ponsel.


"Rimba mau mencoba baca satu buku dulu, Ayah. Apakah boleh?" tanya Rimba dengan muka memohon menggemaskan. Jurus yang dipakai berkali-kali dan mau meluluhkan hati dingin ayahnya.


"Baiklah. Mau pilih yang mana?" tanya Andre hendak mengambilkan buku yang dikehendaki Rimba. Namun Rimba malah menggoyang-goyangkan celana panjang Andre. Minta digendong dan hendak memilihnya lebih dahulu sebelum membawanya ke kamar.


Andre tersenyum, membungkuk dan menggendong putranya tanpa menunggu diminta dua kali.


Astaga! Apakah yang ada di depanku adalah Pak Andre? Bukan siluman yang menyamar menjadi Pak Andre? Sungguh ku tak percaya melihat Pak Andre tersenyum dan menggendong seorang anak kecil dengan tulus, batin Rendra.


Terpesona dengan pemandangan langka di hadapannya, Rendra bergumam, "Semoga dengan munculnya Bu Kinan dan Rimba, Pak Andre menjadi lebih friendly dan hangat."


Rimba mengambil encyclopedia seri pertama. Membukanya lalu membaca halaman pertama lebih dahulu. Kemudian membolak balik halaman berikutnya. "Oh ini sangat menyenangkan. Banyak informasi yang kudapat di sini. Aku menyukainya, Ayah."


Andre yang melihat antusiasme Rimba jadi sedikit usil. Ia ingin mengetes putranya. Apakah benar Rimba memahami isi encyclopedia?


"Baca dan ceritakan kembali isi halaman yang paling kau sukai, Rimba." Andre menurunkan Rimba ke lantai. Rimba langsung berjongkok lalu duduk bersila di lantai. Membelakangi rak buku. Andre pun juga melakukan hal yang sama. Duduk bersila di samping Rimba.


Rimba mencari sub judul yang menarik lalu membacanya selama beberapa menit. Ia menutup buku setelah selesai mebaca satu halaman. Dan mulai bercerita tentang isi buku yang baru saja ia baca.


"World book seri satu halaman 278. Alaska. Alaska adalah salah satu negara bagian Amerika Serikat. Menurut luas wilayah, Alaska adalah negara bagian AS yang terbesar, dan terkaya sumber alamnya. Alaska tidak tersambung dengan wilayah AS Daratan sehingga ia merupakan sebuah eksklave. Alaska dibeli Amerika Serikat dari Rusia seharga 7,2 juta dollar Amerika," tutur Rimba.


Andre dan Rendra yang ada di dalam ruangan ternganga kaget tidak percaya. Andre langsung mengambil buku encyclopedia. Membuka halaman 278 dan membaca isinya.


Luar biasa! Dia hanya membacanya sekali, buku berbahasa Inggris tapi sudah dapat menceritakan kembali dalam bahasa Indonesia dengan lancar. Dia juga meringkasnya dengan baik, mengambil point-point yang penting, batin Andre.


"Baiklah. Sekarang baca halaman 300. Lalu ceritakan isinya pada Ayah. Kali ini ceritakan dalam bahasa Inggris," pinta Andre yang masih belum puas menguji kegeniusan putranya.


Rimba membuka halaman 300. Membacanya. Setelah itu menutup buku dan mulai bercerita. "Ants are common insects, but they have some unique capabilities. More than 10,000 known ant species occur around the world. They are especially prevalent in tropical forests, where they may be up to half of all the insects living in some locations."


"Ehm ... Rimba tidak makan nasi selama di hutan," jawab Rimba yang tahu ke arah mana pembicaraan Rendra. Rendra bercanda dan Rimba membalasnya dengan candaan.


"Waduh, kalau resep supaya jenius itu tidak makan nasi, maaf, Om Rendra tidak sanggup mengikuti. Bisa pingsan kalau tidak makan nasi. Apalagi kerja Om Rendra kan sering banget lembur. Sampai tengah malam pula," sindir halus Rendra pada atasannya yang workaholic dan menginginkan sekertarisnya juga ikut-ikutan workaholic.


"Fix bulan depan kamu tidak terima gaji." Andre memandang Rendra dengan sorot mata setajam silet.


"Maafkan saya, Pak. Saya tidak bermaksud macam-macam." Rendra memohon pengampunan karena tidak menjaga lidahnya dengan baik. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya sambil terus berucap maaf.


"Kesalahanmu terlalu besar. Tidak hanya lidahmu yang makin berani. Tapi matamu juga tidak henti-hentinya mengagumi wanitaku. Eh ... Tamu wanita di rumahku. Aku tidak suka melihat ada pria lain mengamati tamu wanita di rumahku tanpa berkedip dan mulut menganga lebar," geram Andre sempat keseleo lidah menyebut Kinan sebagai wanita miliknya.


"Kalau begitu saya akan menutup mata tiap bertemu Bu Kinan, Pak. Jadi tolong cairkan gaji saya bulan depan. Pleaseee." Rendra berjanji di dalam hati untuk tidak terlalu dekat dengan wanita yang disukai atasannya. Khawatir pemasukannya menyusut tajam sedangkan tagihan bulanannya makin membuncit.


Rimba tertawa mendengar kelucuan Rendra dan pengakuan cinta ayahnya yang masih sedikit abu-abu. Selangkah lagi, ayah dan bunda pasti akan menjadi sepasang suami istri, batin Rimba.


Tok! Tok! Tok!


Pintu diketuk dari luar. "Silahkan masuk," seru Andre.


Kriet! Pintu terbuka. Kinan datang sambil membawa sebuah nampan berisi buah segar, sepoci teh hangat dan beberapa cangkir kosong.


"Bunda!" seru Rimba langsung bangkit berdiri, berlari ke arah Kinan. Berniat membantu Kinan membawa barang-barang.


Kinan meletakkan nampan ke atas meja kaca berbentuk oval yang dikelilingi sofa berwarna gelap. Rimba datang dan membantu Kinan meletakkan cangkir dan piring kecil kosong keluar dari nampan.


Andre mengambil buku encyclopedia, membawanya mendekati Kinan dan Rimba. Lalu duduk di sofa hendak menikmati buah segar dan minuman hangat. Posisinya persis di sebelah Kinan duduk. Rendra yang melihatnya tertawa, tapi kali ini hanya dalam hati.


Pak Andre sekarang seperti tidak mau jauh dari tamu wanitanya. Ingat hanya tamu, bukan lebih dari sekedar tamu, kalau aku masih mau gajian bulan depan, batin Rendra.


"Bunda yang memotong buahnya dan mengukirnya menjadi bentuk hewan-hewan di hutan?" tanya Rimba senang melihat piring buah untuknya sudah penuh dengan miniatur sahabat-sahabatnya di hutan.


Kinan mengangguk dan tersenyum lembut.


"Terima kasih, Bunda." Rimba mengambil garpu dan menusuknya ke buah segar. Mengamatinya dengan seksama sebelum memasukkannya ke dalam mulut.


"Rinduku sudah terobati, Bunda. Aku dan semua hewan di hutan sudah menjadi satu sekarang," ucap Rimba sambil mengusap perutnya.


Semua yang ada di ruang kerja tertawa melihat tingkah lucu Rimba.


PS. Cover Rimba Si Anak Genius ganti lho. Dibuatin sama Noveltoon. Keren. Sukaaa banget sama new cover-nya (ada Tina si orang utan di sana). Thanks alot, Noveltoon.


Maklum authornya amartiran cuma bisa comot dari Canva, cari yang free (gratis sekaligus free copyright), gak pake diedit-edit. Hahaha ...