
"Temui aku di dapur," ucap Rimba membaca jawaban pesan tunangannya.
"Baiklah, Sayang." Rimba menyalakan mesin mobilnya. Memindahkan mobil dari halaman depan Hades mansion menuju ke halaman belakang.
Letak dapur Hades mansion ada di belakang mansion. Tepat berseberangan dengan paviliun kecil.
Setelah memarkirkan mobilnya, Rimba bergegas turun.
Suasana malam hari ini sangat cerah. Rembulan bersinar penuh. Membuat halaman belakang yang dipenuhi cahaya temaram lampu kian bersinar. Rimba tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati keindahan malam di halaman belakang Hades Mansion.
Duduk bersandar di depan kap mobil kesayangan Princess sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru arah. Menunggu Princess turun dari kamarnya menuju dapur.
Dan manik mata hazel Rimba menangkap sebuah bayangan pria yang sedang mengamatinya dari balik jendela kaca paviliun kecil.
Rimba yang dididik dengan baik dan penuh kesopanan oleh Kinan, segera menegakkan tubuhnya. Membungkuk hormat pada pria tampan berambut kelabu yang sedang menatapnya.
Rimba mengenalnya.
Kira-kira tiga bulan lalu, Rimba pernah menolong pria tampan berambut kelabu itu. Pria yang dibawa oleh sekertaris kakek Hades dalam keadaan luka parah ke Hades Mansion.
Tulang rusuk pria itu patah menembus paru-parunya. Dan Rimba harus berjibaku belasan jam di ruang operasi Hades Mansion untuk menyelamatkannya. Benar-benar operasi yang rumit dan melelahkan karena Rimba melakukan operasi sendiri tanpa bantuan asisten dokter dan dokter anastesi.
Gila! Memang bekerja dengan kakek Hades adalah hal gila yang pernah Rimba lakukan dalam hidupnya. Semua Rimba lakukan demi rumah sakitnya yang butuh dana besar pembangunan. Juga untuk penelitiannya.
Menurut penjelasan Pak David, pria berambut kelabu itu mengalami kecelakaan parah di sebuah jalan tol. Tapi keesokan hari dan lusanya, Rimba tidak menemukan satu pun berita kecelakaan di jalan tol di koran dan berita online.
Apakah kecelakaan parah itu sengaja ditutupi dari media? Kenapa kecelakaan itu tidak boleh terendus media? Entahlah, Rimba tidak tahu alasannya.
"Kak Rimba, ngapain bengong? Ayo masuk!" pekik Princess saat melihat Rimba sedang menatap ke arah paviliun kecil. Tidak menunggunya di dapur. Padahal Princess sudah lapar, ingin segera makan malam berdua dengan tunangannya sebelum pergi dua minggu.
Princess pun berjalan mendekati Rimba dan melihat bayangan pria berambut kelabulah yang membuat Rimba tidak mendengar teriakannya.
"Uncle Nicho," teriak Princess sambil melambaikan tangannya ke arah paviliun. Dan Nicholas pun membalas lambaian tangan Princess.
"Kau mengenalnya?" tanya Rimba kaget mendengar Princess memanggil nama pria berambut kelabu. Padahal Rimba saja tidak tahu namanya siapa. Maklum Pak David tutup mulut tidak mau memberitahukan identitas pasiennya.
Princess menganggukkan kepalanya. "Ayo buruan masuk. Princess sudah minta koki mansion untuk memasak makanan kesukaan Kak Rimba. Nasi timbel bakar. Princess laper banget. Cerita tentang uncle Nicholas di ruang makan saja yuk!"
Rimba tersenyum dan mengapit lengan tangan tunangannya. Masuk ke mansion setelah membungkukkan badan, pamit pada uncle Nicholas.
"Tumben baru makan jam delapan malam. Tidak takut gemuk makan malam selarut ini?" sindir Rimba sambil tersenyum nyengir.
Princess menggelengkan kepala. "Laper banget, Kak. Gak kuat nunggu sarapan besok. Takut tidak bisa tidur karena perut keroncongan," jelas Princess sambil duduk di kursi makan yang sudah lebih dahulu ditarik oleh Rimba.
"Senang rasanya punya tunangan sebaik Kak Rimba. Ditemani makan dan menggemuk bersama," celoteh Princess diikuti tawa cekikikan.
Dua piring nasi timbel bakar yang gurih dan masih hangat segera disantap oleh pasangan beda usia hampir tujuh tahun.
"Lekas dimulai ceritanya. Siapa itu uncle Nicholas?" tanya Rimba yang sekarang beralih makan dessert puding cokelat karamel. Nasi timbel bakarnya sudah habis tak bersisa. Masakan Hades mansion memang sangat enak. Tidak kalah dengan masakan buatan Leony.
"Uncle Nicholas adalah saudara kembar Aunty Nicole," jawab Princess sebelum memasukkan suapan terakhir nasi timbel bakar ke mulutnya.
"Oh ya? Kenapa aku baru tahu sekarang?" tanya Rimba sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Itu berarti pria tampan berambut kelabu itu adalah paman Princess. Salah satu putra kakek Hades.
Tapi tidak pernah sekali pun Rimba tahu tentang saudara kembar laki-laki Aunty Nicole.
"Uncle Nicholas adalah pria kesepian yang dikucilkan oleh keluarganya. Suami aunty Nicole tidak menyukai uncle Nicholas," sambung Princess.
"Suho Lee atau Andrew Jhonson?" tanya Rimba. Karena di kehidupan aunty Nicole ada dua pria yang sangat mencintai dan menyayanginya. Yang satu berstatus suami dan yang satunya lagi, tidak jelas statusnya apa.
Suho Lee dan Andrew Jhonson adalah sahabat karib yang mencintai wanita yang sama. Mereka bertiga hidup rukun dan damai. Entah bagaimana bisa ada dua pria hanya dengan satu wanita tapi bisa hidup serukun itu? Sungguh aneh.
"Keduanya. Baik uncle Suho maupun uncle Andrew, keduanya tidak menyukai uncle Nicholas. Mereka berdua menetapkan batas wilayahnya. Jadi uncle Nicholas tidak boleh sembarangan melewati batas wilayahnya untuk bertemu aunty Nicole maupun keponakan kembarnya, Hana dan Yuna."
"Jika melanggar batas?" pancing Rimba penasaran.
"Mereka berdua akan mengejar uncle Nicholas dan membunuhnya," jawab Princess tenang.
"Apa? Sampai seperti itu?" tanya Rimba tak percaya.
Princess mengangguk. "Uncle Nicholas terlibat dalam usaha pembunuhan uncle Suho. Lalu ... Sekertaris uncle Suho yang juga sahabatnya terbunuh saat melindungi uncle Andrew. Jadi ada dendam besar di antara mereka berdua."
Astaga! Ternyata di dalam keluarga mafia ini ada kisah yang begitu mengerikan dan menegangkan.
"Apakah uncle Nicholas pernah melanggar batas?"
Princess mengangguk lagi. "Tiga bulan lalu, uncle Nicholas hampir kehilangan nyawa karena dikejar uncle Suho dan uncle Andrew di jalan tol."
Oh ****! Berarti kecelakaan di jalan tol tiga bulan lalu adalah bukti penghakiman uncle Suho dan uncle Andrew pada uncle Nicholas.
Ckckck ... Ini benar-benar sudah gila. Menantu mafia ingin membunuh putra mafia hanya karena melanggar batas wilayah. Luar biasa!
"Sebenarnya uncle Nicholas itu baik dan ramah, Kak Rimba. Sejak dia sekarat di vila uncle Suho dan hampir meninggal, uncle Nicholas sudah bertobat. Hanya saja uncle Suho dan uncle Andrew tidak percaya dan masih mendendam."
Princess menarik nafas panjang lalu melanjutkan ucapannya.
"Kasihan uncle Nicholas. Dia kesepian terisolir di dalam rumah mewahnya yang ada di Danau Kelinci Hitam. Untung saja ada seorang anak perempuan yang menghiburnya dan mau menjadi temannya."
"Anak perempuan?" tanya Rimba tak percaya.
Princess mengangguk.
"Anak perempuan itu tidak takut pada uncle Nicholas yang kata ayah Ares, kejahatannya sudah tidak termaafkan."
"Oh wow. Hebat sekali anak perempuan itu," ucap Rimba.
"Sayang saat anak perempuan itu dewasa dan akan dilamar oleh uncle Nicholas, ibunya membawa anak perempuan itu pergi menghilang. Kasihan uncle Nicholas. Dia mencarinya kemana-mana. Tapi tidak ketemu," jelas Princess.
"Apakah kau tahu siapa nama anak perempuan itu?" tanya Rimba penasaran.
"Bola-Bola Ubi, itu namanya, Kak." Princess tertawa terbahak-bahak.
"Lucu sekali kan nama panggilannya. Karena saat kecil, anak perempuan itu gendut. Pantas dijuluki Bola-Bola Ubi. Bulat dan berisi. Suka memasak dan makan hasil masakannya sendiri," sambung Princess di sela-sela derai tawanya.
Rimba pun tersenyum geli. Di dunia ini ternyata ada juga nama julukan yang begitu lucu dan menggemaskan.