CEO'S Prince

CEO'S Prince
Calon Tunangan Prince



"Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan uncle Nicholas sekarang?" tanya Rimba ingin tahu.


"Setelah kecelakaan dan dioperasi oleh dokter jenius, kondisi uncle Nicholas membaik dengan cepat. Mama Athena yang merawatnya saja sampai takjub. Ehm ... Apakah ini karena efek obat panjang umur yang pernah disuntikkan kakek Hades ke jantungnya?" tanya Princess yang tidak tahu kalau tunangannya lah yang mengoperasi Nicholas Park.


Oh pantas saja, setelah operasi selesai dan pasien selamat, Rimba tidak pernah dipanggil lagi untuk merawat uncle Nicholas. Ternyata Mama Athena lah yang menjadi dokter pribadi uncle Nicholas.


"Obat panjang umur? Obat apa itu?" tanya Rimba penasaran dengan kehebatan obat itu.


"Obat itu adalah obat buatan uncle Suho yang disempurnakan lagi oleh beberapa profesor pilihan kakek Hades. Obat itu mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan dapat memperpanjang umur orang yang menerimanya," jawab Princess.


"Uncle Suho memang luar biasa," sahut Rimba terkagum-kagum dengan obat hasil penelitian dokter Suho Lee. Sepertinya Rimba harus berguru pada uncle Suho.


"Kak Rimba, dari tadi kita kok membahas uncle Nicholas terus ya. Memang Kak Rimba gak penasaran dengan kegiatan Princess setelah tidak dijemput oleh tunangannya?" tanya Princess pura-pura sebal pada Rimba yang tidak memperhatikan dirinya padahal besok siang bakal pergi ke hutan pulau asing.


Rimba menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersipu malu.


"Maafkan Kak Rimba, Little Princess." Rimba membelai rambut Princess dengan lembut.


"Sebenarnya Kak Rimba ada urusan apa sampai tidak bisa menjemput Princess?" tanya Princess penasaran. Sinar matanya meminta kejujuran dari jawaban yang akan dilontarkan Rimba.


Rimba tersenyum lembut. "Ada deh. Rahasia!"


Lalu Rimba menepuk-nepuk pahanya. Meminta Princess duduk di atas pahanya.


Princess bangkit berdiri dan duduk di pangkuan Rimba. Rimba memeluk tubuh Princess dan mendaratkan dagunya di bahu Princess.


"Apakah aku boleh membuka bajumu?" tanya Rimba lembut. Jemari tangannya menelusuri punggung Princess membuat Princess menggeliat geli dan menganggukkan kepalanya.


Sudah menjadi kebiasaan Rimba dari kecil. Jika dia punya masalah yang tidak dapat dibicarakan dengan Princess, Rimba pasti meminta Princess membuka bajunya.


Rimba ingin melihat tanda merah muda berbentuk heart di punggung Princess. Menciumnya dengan lembut akan membuat hati Rimba menjadi tenang dan melupakan semua masalah yang menimpanya.


Princess pun membuka cardigan lengan pendek yang dipakainya. Baju putih dengan tali spaghetti membuat tampilan kulit putih Princess terlihat makin halus dan mulus.


Rimba merapikan rambut cokelat Princess lalu menggelungnya ke atas. Membuat Rimba bebas mendaratkan beberapa ciuman hangat ke punggung Princess. Membuat Princess kembali menggeliat geli.


Perlahan jemari tangan Rimba menyentuh lembut tanda merah muda berbentuk heart di punggung Princess. Lalu mengecupnya dengan lembut.


"Aku merindukanmu, Tina," gumam Rimba lirih lalu memeluk tubuh Princess lebih erat.


Princess sudah berulang kali mendengar gumaman rindu Rimba pada Tina, sahabat orang utannya yang sudah meninggal dua ouluh dua tahun yang lalu. Segerombol embun mulai membayang di mata Princess. Seakan ikut merasakan kesedihan dan kerinduan Rimba yang begitu dalam.


Jika sudah seperti ini, hati Princess akan luluh. Dia tidak akan berdebat dan bertanya macam-macam pada Rimba. Karena Princess tahu Rimba sedang dirudung masalah besar. Rimba butuh Tina untuk mengayomi hatinya yang sedang melemah.


Sebenarnya Princess ingin membiarkan Rimba memeluknya lebih lama.


Namun suara langkah kaki yang bergerak mendekati dapur, membuat Princess sadar bahwa Rimba harus mengakhiri pelukannya. Karena ada orang lain yang bisa memergoki kemesraan mereka dan berpikir macam-macam begitu melihat posisi duduk yang begitu intim di paha Rimba.


"Kak, sepertinya kakek turun ke dapur."


Princess kembali duduk ke kursinya. Syukurlah telinga Princess yang begitu hebat dapat mendengar suara sekecil apa pun dalam jarak jauh, berhasil menyelamatkannya dari fitnah perzinahan.


"Selamat malam, Kakek." Princess segera memberi salam pada sesepuh keluarganya. Diikuti dengan Rimba yang berhasil merubah ekspresi wajahnya dari sedih menjadi ceria lagi hanya dalam tiga menit saja.


"Malam. Kalian berdua, duduklah kembali." Kakek Hades melangkah mendekati Rimba lalu mencengkeram bahu kekar Rimba hingga pemiliknya menggigit bibir. Menahan rasa sakit.


Kakek tua ini ternyata masih kuat seperti banteng, batin Rimba.


"Apakah kalian pura-pura tidak tahu kalau di ruang makan juga ada kamera cctv tersembunyi?" tanya Hades dengan suara yang begitu dalam.


Princess menyeringai lalu buru-buru minta maaf karena sudah berlaku tidak sopan di ruang makan.


"Masih juga belum bergerak untuk menikahi Princess setelah berkali-kali ketahuan menciumi punggung Princess?" tanya Hades mulai menajam.


Belum sempat Rimba menjawab pertanyaan Hades. Si tengil Princess dengan cepat langsung menyambar lengan kakeknya. Bermanja-manja dengan meletakkan kepalanya ke atas bahu kakek. Menggiring kakek menjauhi Rimba yang sudah kesakitan diremat bahunya.


"Kakek, bukan Kak Rimba yang menolak untuk menikahi Princess. Tapi Princess yang belum siap nikah muda, Kek," ucap Princess dengan suara lembut dan manja.


"Princess belum ingin jadi istri Kak Rimba, Kek. Princess masih ingin menikmati masa muda Princess," tambah si tengil.


"Mau sampai kapan menikmati masa muda? Ibumu saja menikah saat usianya jauh lebih muda darimu. Ibumu juga masih bisa menyelesaikan kuliah kedokterannya dan menjadi dokter walaupun sudah menikah. Jadi kamu mau beralasan apa lagi, Princess?" tanya Hades masih menyimpan amarah.


"Baik. Baiklah, Kakek. Setelah pulang dari pulau asing dan menyelesaikan skripsi, Princess akan bersiap-siap menjadi istri Kak Rimba," ucap Princess asal daripada sang kakek marah melulu. Terkadang Princess harus sedikit membual agar kemarahan kakek menurun.


"Pegang janjimu, Princess. Selesaikan skripsimu dalam waktu sebulan. Bulan depan kamu harus duduk di pelaminan, bersanding dengan Rimba. Tidak ada alasan skripsimu belum selesai atau mau mengurus wisuda. Kakek sudah jenuh menunggumu menikah," ucap Hades tidak ingin dibantah lagi.


"Baik, Kakek. Jangan khawatir. Princess berjanji akan menikah bulan depan," ucap Princess penuh tekad.


"Bagus! Kalau begitu Kakek akan segera memproses pertunangan Prince."


"Memang Kakek sudah punya calon?" tanya Princess.


"Sudah. Tentu saja sudah."


"Apakah Princess mengenalnya?" tanya Princess tidak percaya saudara kembarnya sudah memiliki kekasih dalam waktu sesingkat ini.


Maklum saudara kembarnya itu cupu dan pendiam. Alergi wanita pula. Prince hanya memuja Mama Athena, Bunda Kinan dan Aunty Nicole. Tidak pernah sekali pun Princess tahu ada gadis yang dekat dengan Prince.


"Tentu saja kenal. Gadis itu cukup akrab denganmu dan Rimba."


"Apa?" Rimba dan Princess mengucapkan kata yang sama bersamaan.


"Prince akan bertunangan dengan Leony Hadinata secepatnya," jawab Kakek Hades.


"Apa?" Rimba dan Princess kembali mengucapkan kata yang sama bersamaan. Lalu mereka berdua saling berpandang-pandangan. Tak percaya bahwa Leony akan menjadi bagian dalam keluarga mafia dunia hitam juga.