
Leony menarik tubuhnya hingga terduduk di atas king size bed. Mata bulatnya mencari-cari benda yang bisa dipakai untuk menjadi senjata melawan pria aneh yang menyembunyikan wajahnya di balik potongan-potongan melengkung aluminium abu-abu. Bahan dasar untuk membuat panci jaman dulu.
Tapi di kamar tidur temaram ini, tidak ada buku atau lampu tidur yang bisa dilempar ke kepala pria bertopeng besi.
Nakas di samping tempat Leony berbaring, kosong melompong. Gunting atau pisau cutter tidak ada di dalam lacinya. Leony sudah memeriksanya dengan teliti tadi.
Huft! Lampu tidur yang menerangi ruangan, terbuat dari bahan yang kuat dan kokoh, tertancap kuat di tembok. Tidak bisa ditarik atau dipatahkan untuk menjadi tongkat pemukul pria brengsek itu.
Astaga! Apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus berlari dan menabrak tubuh kekarnya yang menghalangi pintu keluar? Sepertinya tubuhku yang akan terjengkang ke belakang dan pria itu jadi makin punya akses untuk menindihku. Tidaakkk! batin Leony.
Leony makin panik ketika pria bertopeng besi itu mulai bergerak ke arahnya dengan gagah berani. Duduk tegak di sebuah kursi dengan sandaran empuk yang begitu tinggi.
Menyilangkan kakinya, menyandarkan lengan tangannya di lengan empuk kursi, menumpu kepalanya yang miring, dengan tenang memperhatikan kepanikan Leony di balik topeng besinya.
"Apakah kau sudah melupakanku?" tanya sendu pria bertopeng besi pada Leony.
Suaranya terdengar lembut dan halus. Membuat bulu kuduk Leony makin berdiri merinding. Leony yakin pernah mendengarnya sebelum ini. Suara yang pernah akrab menari-nari di telinganya saat ia masih usia belia.
Leony mengerjabkan matanya dengan bingung.
"Aku tidak pernah bertemu dengan pria gila sepertimu." Suara Leony terdengar ketus tapi tidak mengaburkan riak gemetar yang berusaha ia sembunyikan mati-matian.
"Itu berarti kau sudah lupa pada robot kaleng yang dulu sering berbagi bekal makanan denganmu," ucap pria bertopeng besi diikuti tawa renyah yang makin membuat Leony yakin pernah dekat dengan pria bertopeng besi.
"Robot kaleng?" tanya Leony masih dalam keadaan linglung.
"Ya, dulu kau memanggilku robot kaleng," jawab pria bertopeng besi.
Leony mengernyitkan keningnya. Mengaduk-aduk pikirannya, berusaha mengingat pria mana yang pernah ia panggil robot kaleng saat ia masih kecil.
Perlahan pria bertopeng besi itu membuka topengnya. Raut wajahnya yang tampan dibingkai surai kelabu membuat Leony terkejut.
Ya Tuhan! Aku pernah bertemu dengannya dua puluh dua tahun silam. Pria itu adalah majikan lama bunda. Pria kesepian dan terkucil yang iseng-iseng menyembunyikan ketampanan wajahnya di balik topeng besi, hingga aku memanggilnya si Robot Kaleng, batin Leony.
Pikiran Leony terlempar ke dua puluh dua tahun yang silam.
Saat di mana Leony mengalami kesedihan dan kesulitan tak terkira gara-gara Rimba Lee tanpa sebab musabab tiba-tiba bertunangan dengan tetangganya yang baru lahir. Leony tidak terima, menangis keras-keras di kamarnya, tidak mau makan, tidak mau minum, hingga tubuhnya mengurus dan sering sakit-sakitan.
Pelayan yang bekerja di rumah Leony pusing tujuh keliling, stress dan takut disalahkan majikannya karena tidak sanggup mengurus putri majikannya dengan benar. Akhirnya pelayan memilih mengundurkan diri. Resign tanpa pesangon.
Bunda Leony pun terpaksa membawa Leony ikut bersamanya saat bekerja sebagai kepala chef di sebuah rumah mewah di area Danau Kelinci Hitam. Properti pribadi milik sultan tajir melintir.
Leony dan ibunya tinggal di sebuah bungalow kecil yang dibangun melingkar mengelilingi rumah utama yang super mewah. Beberapa karyawan lain juga tinggal di bungalow kecil lainnya. Namun tidak ada karyawan yang membawa keluarga mereka untuk tinggal di bungalow. Jadi, tinggal di bungalow kecil membuat Leony makin kesepian, tidak punya teman.
Leony bertemu dengan pria kesepian yang terkucil dari keluarganya. Pria itu duduk lemah di atas kursi roda. Memandang kosong riak Danau Kelinci Hitam yang sedikit beriak terterpa hembusan angin sepoi-sepoi.
Leony yang bosan dan tidak punya teman bicara, dengan berani mengajak bicara pria kesepian dan terkucil itu. Bahkan membagi bekal makanan yang ia buat untuk makan siang.
Awalnya pria kesepian itu menolak berbagi makanan bersama Leony, namun setelah mencicipi es destructed Manado buatan Leony, dia tidak pernah menolak lagi masakan khas Indonesia buatan Leony. Sejak saat itu pria kesepian itu menjadi akrab dengan Leony.
Suatu hari, pria kesepian itu membuat topeng besi dari beberapa alat dapur rusak yang ingin dibuang Leony ke sampah. Setelah topeng aneh itu jadi, pria kesepian itu tidak malu untuk memakainya agar Leony tersenyum dan menertawakan tingkahnya yang konyol.
Dan Leony pun memanggilnya Robot Kaleng.
"Kau ... Kau ... Tuan Nicholas Park si robot kaleng. Sahabatku." Tubuh Leony bergetar seperti suaranya.
Ada sedikit perasaan senang dapat bertemu kembali dengan Tuan Nicholas Park, sahabatnya di masa kecil. Tapi sekarang status mereka berdua bukan lagi sahabat tapi sepasang suami istri.
Wait! Kalau dua puluh tahun lalu robot kaleng itu berusia sekitar 30 tahun, berarti sekarang usianya sekitar 50 tahun. Ya Tuhan! Apakah itu berarti aku menikahi kakek tua? Gila! batin Leony syok.
"Lebih baik aku jadi perawan tua daripada harus menikah dengan kakek tua," sungut Leony kesal. Walaupun kakek tua di depannya itu belum bau tanah, masih kekar, gagah dan setampan saat mereka pertama bertemu.
Nicholas tersenyum puas, malah bangga dengan ejekan dan hinaan yang dilontarkan Leony.
"Hmm ... Kalau kau sudah mengingatku, berarti sekarang aku boleh mengambil hakku sebagai seorang suami. Akan kubuktikan bahwa aku belum setua umurku. Aku masih sanggup memuaskanmu di atas ranjang," ucap Tuan Nicholas Park sembari bangkit dari kursi sandaran tinggi. Seringai tawa kejam menghiasi wajah tampan Nicholas.
"Tidak! Aku tidak pernah setuju menikah denganmu. Dua puluh dua tahun yang silam, Bunda sudah membawaku pergi menjauh darimu setelah tahu kalau kau adalah pria jahat yang bangkit dari kematian. Kenapa sekarang kau menculikku dan menikahiku tanpa persetujuan dariku? Kau jahat! Kau memanfaatkan kepolosanku," bentak Leony tersulut emosi.
Enak saja mau ambil jatah malam ini. Siapa yang ingin jadi istrimu? Dasar robot kaleng kurang ajar, batin Leony.
"Sudah lama aku mencarimu, ternyata selama ini kau bersembunyi cukup baik di Australia. Hmm ... Tuhan itu sungguh baik, Dia masih mendengar doaku. Dia mendengar janji yang kubuat. Dan mempertemukanmu denganku malam itu," ucap Nicholas.
"Malam itu?" Leony merenung kembali kapan dan dimana ia bertemu pria yang dilarang mati-matian oleh ibunya untuk didekati.
"Ya, malam dimana kita bertemu kembali. Kau membuat aneka hidangan khas Indonesia ditutup dessert es destructed Manado di sebuah jamuan malam. Dan aku memanggilmu ke sebuah paviliun kecil," jawab Nicholas sambil terkekeh puas berhasil membuat Leony kembali gemetar ketakutan.
Tampil dominan dan menguasai panggung adalah kebanggaan tersendiri bagi Nicholas. Ia sangat menyukai moment-moment seperti ini. Menjadi yang terhebat dan berkuasa penuh.
Ternyata malam itu, Leony masuk ke kandang buaya. Astaga! Pantas saja tamu berkursi roda di paviliun itu hanya makan separuh porsi, ternyata oh ternyata. Pria berkursi roda itu adalah si Robot Kaleng yang selalu berbagi separuh makanan dengannya saat kecil.
Bodohnya aku! sesal Leony dalam hati.
"Aku merindukanmu, Bola-Bola Ubi. Aku sudah lama ingin meminangmu. Tapi kau malah kabur ke Australia setelah lulus SMA. Padahal jika saat itu kita menikah, pasti sekarang rumah mewah di pinggir Danau Kelinci Hitam sudah penuh dengan anak-anak kita berdua. Apakah kau tidak ingin memiliki anak denganku? Bukankah kau sudah dicampakkan oleh sahabat kecilmu itu? Sahabat kecilmu juga sebentar lagi akan menikah dengan tuan putri keluarga Ares dan Athena. Jadi untuk apa kau terus mempertahankan segel keperawananmu itu? Hah!" ucap Nicholas mulai meninggikan nada suaranya. Membuatnya makin dominan dan makin menuntut haknya pada gadis mungil di hadapannya.
Setengah berlari dengan cepat dan gesit Nicholas langsung memperangkap tubuh mungil Leony. Mencekal kedua lengan tangan Leony. Menariknya ke atas kepala Leony. Dan mendaratkan ciuman brutal ke wajah cantik Leony yang sudah sepucat kertas. Ketakutan dilahap oleh predator tua.