
"Tidak, aku tidak gila. Aku memang harus membunuh putramu bersama Kinan, jika aku menginginkan semua kekayaan milikmu. Kak Andrelah yang sudah gila! Mau-maunya menikahi wanita mandul!" Ariani tertawa puas.
"Apa maksudmu? Kinan baik-baik saja. Kinan tidak mandul," sergah Andre semakin kesal dengan tingkah Ariani yang menjelek-jelekkan Kinan.
"Dasar bodoh! Rahim Kinan bermasalah setelah melahirkan Rimba di hutan. Kinan tidak bisa memiliki anak lagi. Jadi sekarang hanya akulah satu-satunya pewarismu." Ariani kembali tertawa keras.
Ariani yang beberapa waktu lalu opname di rumah sakit karena sakit maag, bukanlah wanita bodoh yang hanya diam saja saat melihat Andre bertemu kembali dengan Kinan dan Rimba di rumah sakit.
Ariani langsung menyelidiki maksud kedatangan Kinan dan Rimba ke rumah sakit. Ariani menyuap direktur rumah sakit agar dapat meminta laporan kesehatan Kinan dan Rimba. Dari situ ia tahu bahwa rahim Kinan bermasalah karena melahirkan secara normal di hutan. Tanpa bantuan bidan atau dokter spesialis kandungan. Hanya dengan peralatan dan obat-obatan alami yang didapat di hutan.
Jadi pikiran Ariani langsung penuh dengan rencana pembunuhan Rimba dan menyingkirkan Kinan selama-lamanya dari sisi Andre, begitu dirinya dan ibunya tidak berhasil menggulingkan Andre dari tahta Ariandono Group.
Sayang, Black Phanter, pembunuh bayaran sewaan Ayu Sekar memilih mundur, tidak mau membunuh Rimba. Karena mengikuti perintah atasannya, Tuan Hades. Mafia besar di Surabaya.
Terpaksa Ariani turun tangan sendiri untuk membunuh Rimba dan menebar duri dalam pernikahan Andre. Apalagi Ariani merasa yakin sanggup membunuh Rimba dengan tangannya sendiri karena sejak kecil ia sering berlatih menembak dengan Ben, ayah kandungnya yang juga seorang pembunuh bayaran.
Andre mengerjabkan matanya. Tak percaya dengan ucapan Ariani.
Andre segera menoleh ke arah Kinan dan melihat Kinan menunduk, menangis begitu perih mendengar ucapan Ariani. Seperti rahasia yang ingin ditutupnya rapat-rapat kini terbongkar dan Andre mengetahuinya dari mulut Ariani, bukan dari mulutnya.
Berarti Ariani tidak berbohong dengan ucapannya, batin Andre.
Andre langsung berjalan cepat mendekati Kinan, memeluknya dengan erat.
"Walaupun dokter mengatakan rahimmu bermasalah, bukan berarti aku akan diam saja dan menerimanya. Aku akan mengajakmu berobat keluar negeri untuk memulihkannya. Jika memang Tuhan berkehendak lain dan tidak memberikan keturunan ke dua atau ketiga untuk kita, aku tidak mempermasalahkannya. Karena Rimba masih hidup dan sehat sampai sekarang. Aku mencintai kalian berdua. Aku ingin bersama kalian selamanya," bisik Andre penuh cinta dan kasih sayang.
Kinan menghembuskan nafas lega. "Terima kasih, Kak Andre. Aku sangat mencintaimu."
Ariani mendengus kesal melihat kemesraan pasangan baru yang ada di hadapannya. Niatnya untuk memisahkan Andre dan Kinan setelah berhasil membunuh Rimba, gagal total. Andre terlihat malah makin sayang dan cinta pada istrinya.
"Menyebalkan! Aku ingin kalian bercerai!" pekik Ariani frustasi.
"Ares, kau boleh memanggil polisi untuk menjemput adik tiriku sekarang," ucap Andre.
Ares langsung mengambil ponselnya dan menghubungi pihak berwajib. Setelah semua urusan selesai, mereka bertiga pergi ke vila Andre.
"Sepertinya Ariani mengira kalau Rimba sudah terbunuh," ucap Ares pada Andre saat menaiki tangga vila Andre.
"Ya, biarkan saja dia berpikir seperti itu. Setelah dia mengetahui kebenarannya, dia pasti stress dan menjadi gila," balas Andre yang sudah tak sanggup menerima kata maaf dari Ariani.
Ares tersenyum kecil. "Calon besanku ternyata dingin dan kejam juga."
Andre balas tersenyum. "Aku mempelajarinya darimu."
***
Di kamar tidur Rimba.
Athena membuka matanya dan melihat suaminya, Andre dan Kinan sudah datang.
Kinan dengan cekatan segera memeriksa kondisi Tina yang masih tak sadarkan diri. Jahitan yang dijahit oleh Athena sangat rapi. Bentuknya unik. Seperti heart.
"Tak apalah yang penting lukanya tertutup sempurna. Pendarahan juga sudah berhenti," gumam Kinan.
Namun denyut nadi dan nafas Tina sudah melambat. Kinan menggenggam tangan Tina. Perlahan Tina membuka matanya.
"Tina, Tina. Bertahanlah, Tina. Aku menyayangimu." Kinan menangis tersedu-sedu. Membuat Rimba terbangun dari tidurnya dan langsung menghampiri Tina.
"Uuu ... Uuu ...." Tina berbicara dengan suara lemah kepada Rimba. Rimba hanya menganggukkan kepalanya karena mulut kecilnya penuh dengan isak tangis.
Perlahan Rimba melambaikan tangannya pada Tina dan setelah itu Tina menutup matanya untuk selamanya.
"Good bye, Tina," ucap Rimba lirih.
***
Sebulan kemudian, vila Ares dan Athena sudah dihias dengan dekorasi panggung kecil yang sangat cantik. Perpaduan warna biru muda dan warna orange muda. Bertulis 'Happy 1th month, Prince and Princess.'
"Rimba, kenapa Princess menangis?" tanya Athena yang sedang merapikan baju Prince, putranya.
"Princess hanya tidak suka dengan gaunnya, Bunda Athena. Katanya gerah dan gatal," jawab Rimba berusaha menenangkan Princess yang kelihatan tidak sabar ingin berganti pakaian.
"Katakan padanya agar jangan rewel sampai acara selesai. Minta dia menahan gerah dan gatal sebentaaar saja," pinta Athena yang sangat pusing menghadapi tingkah putri kembarnya. Suka uring-uringan, ngambek dan rewel jika ada sesuatu yang tidak dia sukai.
"Baik, Bunda Athena," jawab Rimba langsung berbicara dengan bahasa orang utan pada Princess. Menyampaikan semua permintaan Athena pada putrinya.
Sungguh ajaib, Princess menghentikan tangisnya dan memilih mengisap ibu jarinya hingga akhirnya tertidur. Rimba dan Athena tersenyum melihat Princess tidak berisik lagi.
Entah mengapa sejak Princess dilahirkan, Rimba dapat berkomunikasi dengan Princess dengan bahasa orang utan. Rimba juga dapat memahami ucapan dan tangisan Princess. Sedangkan ucapan dan tangisan Prince tidak dapat diartikan oleh Rimba. Membuat Athena dan Kinan bingung.
Rimba sendiri juga tidak mengerti kenapa Rimba hanya dapat berkomunikasi dengan Princess. Tapi tidak dengan Prince.
Athena dan Kinan awalnya tidak percaya kalau Rimba punya kemampuan khusus berbicara hanya dengan bayi perempuan.
Sepertinya sangat tidak masuk akal, kejeniusan Rimba membuatnya dapat memahami tangisan dan bahasa planet yang keluar dari mulut kecil seorang bayi perempuan, Princess. Hmm ... atau jangan-jangan Princess yang jenius hingga dapat diajak berkomunikasi oleh Rimba dengan bahasa orang utan.
Athena dan Kinan mencoba menanyakan keanehan ini pada Rimba. Bagaimana bisa Rimba dan Princess berkomunikasi dengan bahasa yang tidak dipahami manusia normal? Namun Rimba seperti menyimpan sebuah rahasia. Rimba bungkam seribu bahasa.
Lama kelamaan Athena dan Kinan yakin bahwa Rimba memiliki hubungan yang dalam dengan Princess, sejak Princess dilahirkan.
Kriet! Pintu terbuka. Ares muncul di depan kamar putra dan putri kembarnya.
"Acaranya akan segera dimulai. Kau gendong Prince saja, Sayang. Aku akan menggendong Princess," ucap Ares langsung menghampiri box bayi yang ada di area warna orange muda.
Ares mengambil Princess yang masih tertidur dan menggendongnya. Lalu berjongkok di hadapan Rimba.
"Rimba ...." Ares terjeda beberapa saat sambil terus memandangi wajah tampan pewaris tunggal Ariandono Group.
"Ada apa, Ayah Ares?" tanya Rimba.
"Apakah kau sudah yakin akan bertunangan dengan Princess?" tanya Ares dengan suara lembut.
Rimba menganggukkan kepalanya. "Rimba yakin, Ayah Ares. Ayah Ares dan Bunda Athena tidak perlu khawatir, Rimba akan menjadi pelindung Princess selama-lamanya. Rimba akan selalu mencintai dan menyayangi Princess."
Itulah mengapa sejak Rimba mengetahui kisah perjodohannya dengan Princess, Rimba memanggil Ares dengan sebutan Ayah Ares. Dan memanggil Athena dengan sebutan Bunda Athena.
Ares memperhatikan sinar mata Rimba. Pria kecil ini begitu mantap mengukir janji untuk melindungi dan mencintai putri kecilnya. Tidak perlu diragukan lagi, Ares dan Athena pun mantap menjadi saksi pertunangan putrinya dengan tetangga sebelah vilanya.
"Baiklah, kalau begitu sekarang kita turun ke bawah. Andre, Kinan, orang tuaku dan saudara saudariku menunggu di bawah. Pesta selamatan satu bulanan dan pesta pertunanganmu dengan Princess akan segera dimulai." Ares menggandeng tangan Rimba dengan tangannya yang tidak ia pakai untuk menggendong.
Acara pun berjalan dengan baik. Princess tidak rewel sama sekali. Dan setelah acara selesai, Ares dan Athena segera membawa putra dan putri kembarnya kembali ke kamar tidur bayi.
"Terima kasih, Princess. Sudah menepati janjimu dengan tidak rewel sampai acara selesai," ucap Athena sambil membuka gaun orange muda milik Princess.
Begitu resleting gaun diturunkan, punggung putih kecil Athena terlihat. Sebuah tanda berbentuk heart berwarna merah muda melekat di punggung Princess.
Athena mengelus lembut tanda berbentuk heart berwarna merah muda di punggung putri kecilnya.
"Apakah kau adalah reinkarnasi dari Tina? Kenapa jahitan berbentuk heart yang ada di punggung Tina tergambar persis di punggungmu?" tanya Athena.
THE END.
Seru?
Akhirnya, tamat juga novel CEO'S PRINCE OF JUNGLE. Terima kasih buat semua pembaca yang sudah setia membaca karya ini sampai tamat. Semoga suka dengan ceritanya.
Baca juga novel Miss DK berikut ini ya. Makacih.