
Kinan berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Sendirian. Tanpa didampingi Princess. Karena Princess sudah lebih dahulu Kinan antar ke mansion kakeknya, setelah mampir makan kue tart dan es krim di toko kue langganan Princess.
Sambil menenteng bungkusan kertas cokelat berisi aneka kue dan permen, Kinan menelepon Andre.
"Hallo, Kak Andre. Princess sudah setuju dengan rencana kita," ucap Kinan begitu panggilan teleponnya diangkat oleh sang suami.
"Oh, wow. Secepat itu kau berhasil meyakinkan dia, Sayang?" tanya Andre tak percaya kalau Princess langsung setuju berangkat ke pulau asing bersama Kinan.
"Dari raut wajahnya saja, Kinan sudah tahu kalau Princess tidak ingin menikah muda, Kak. Dan tadi pagi, Athena menelepon mengatakan kalau putrinya masih belum ingin menikah dengan putra kita. Jadi tunggu apa lagi, Kinan langsung menawarkan diri untuk menemani Princess ke pulau asing. Dan Princess langsung memeluk Kinan saking bahagianya," jawab Kinan.
Andre terkekeh membayangkan wajah calon mantunya yang super bahagia seperti mendapat lotre karena batal nikah dengan putranya.
"Kak, tolong minta Rendra untuk segera membeli tiket pesawat ke Kalimatan Utara. Penerbangan besok siang kalau bisa," pinta Kinan.
"Baik, Sayang. Oh ya ... Apakah aku boleh ikut?" canda Andre.
"Beneran mau ikut? Yakin?" balas Kinan menggoda.
"Kakak sanggup tidur di alam liar dan berdekatan dengan hewan berbulu?" tambah Kinan lagi.
Andre terkekeh.
Kinan paham betul bahwa suaminya ini punya beberapa fobia. Salah duanya adalah tidur di dalam tenda dan dikerumuni hewan liar di dalam hutan.
Pasti berada di alam liar selama dua minggu akan membuat Andre stress dan uring-uringan. Jadi Kinan yakin 1000 persen kalau suaminya hanya asal bicara. Hanya bercanda pura-pura mau ikut ke pulau asing.
"Kak, lebih baik Kak Andre tetap berada di Surabaya dan menemani Rimba di sini. Sepertinya ada kejadian buruk menimpa Leony. Dan Rimba juga butuh pendampingan dari orang tuanya agar kuat menjaga dan mengurus Leony," ujar Kinan.
"Leony? Sahabat Rimba yang kapan hari menjadi chef dan memasak di Hades Mansion?" tanya Andre tak percaya kalau gadis cantik berbakat masak itu sampai dirawat di rumah sakit karena ada sesuatu yang buruk menimpanya.
"Benar sekali, Kak. Sekarang Kinan sedang di rumah sakit hendak menjenguknya. Semoga keadaannya tidak seburuk yang Kinan bayangkan," jawab Kinan sendu.
Andre berdehem. "Aku turut bersimpati. Ceritakan padaku jika sudah mendapat kabar tentangnya, Sayang."
"Tentu, Kak. Oh ya, jangan lupa tiket pesawatnya. Bye, Kak Andre."
"Bye, Sayang."
Panggilan telepon berakhir tepat di depan ruang rawat Leony. Kinan mengetuk pintu kamar tersebut sebelum melangkah masuk.
Cukup pelan karena khawatir Leony sedang tidur dan takut mengganggu istirahat pasien. Perlahan Kinan menggeser pintu ruangan Leony, lalu masuk tanpa bersuara.
Mata bulat Kinan rasanya hampir mau copot. Bahkan mulut kecil Kinan hampir saja terpekik kaget saat melihat putranya berciuman dengan sahabat kecilnya.
Gila! Apa-apaan ini? Rimba dan Leony kissing?
Kinan mencubit pipinya yang halus dan mulus.
Sakit! Ini nyata, bukan mimpi. Putranya pasti kesurupan setan. Bagaimana mungkin putranya bisa berciuman dengan sahabat kecilnya padahal dia sudah memiliki tunangan dan sangat mencintai tunangannya? batin Kinan.
***
Leony membuka matanya yang masih mengantuk. Pandangannya masih berkabut. Kesadarannya masih belum seratus persen melingkupi pikirannya. Tapi hatinya terasa perih dan sakit sekali. Seperti ada beban berton-ton yang menggumpal di sana.
Perlahan semua kejadian yang menimpanya merasuki pikirannya. Laksana segerombol anak panah yang ditembakkan bersamaan, langsung menusuk menembus ulu hati Leony hingga berdarah di sana sini. Tanpa sadar bulir kristal air mata menetes deras dari ujung matanya. Suara tangisnya terasa begitu menyayat hati.
Masa depan Leony hancur berkeping-keping setelah bertemu seorang pria busuk, jahat, kejam, keji, predator dan entah kata-kata seperti apa lagi yang dapat melukiskan kebuasannya selama dua minggu, menyiksa dan menindihnya tiada henti.
Terkutuk! Dia pantas mati! Mati dengan menggenaskan! Mungkin kata-kata itu pantas untuk membuatnya menghilang dari pikiran Leony saat ini.
"Sakittt!" gumam Leony sembari menepuk-nepuk tubuh bagian depannya dan merematnya keras-keras untuk meredam rasa sakit di hatinya yang kian menusuk. Tangisnya makin keras dan menyakitkan.
Pria mana yang tega mendengar tangisan dan erangan seperti itu? Rimba yang berada di samping Leony, langsung mengambil tissue, menyapu butiran kristal air mata yang turun begitu deras.
"Jangan menangis lagi, Leony!" Rimba mencondongkan tubuh kekarnya dan menarik tubuh mungil nan rapuh yang selalu ia lindungi sejak kecil, ke dalam pelukannya yang begitu hangat dan menenangkan.
Rasa sayang Rimba pada sahabat pertamanya saat mengenyam bangku sekolah di Surabaya, membuat Rimba yakin akan keputusan baru yang dibuatnya. Ia harus melindungi Leony.
Apapun resikonya. Termasuk tunangan kecilnya yang mungkin akan cemburu, ngambek dan uring-uringan karena Rimba akan menghabiskan sebagian waktunya untuk mendampingi dan menjaga Leony.
Ya, Leony butuh support lebih banyak dari sebelumnya agar dia dapat bangkit dan berdiri tegak seperti dulu lagi. Dan hanya Rimba dan keluarganya yang dapat memberikannya. Karena mereka bertiga adalah orang terdekat Leony.
Sampai bunda Leony ditemukan, Rimba, Bunda Kinan dan Ayah Andre berjanji akan terus menjaga dan mendampingi Leony.
Eits! Tidak semudah itu, Rimba. Tidak hanya Princess yang akan meradang dengan kedekatanmu dan Leony. Tapi juga ada calon mertua dan kakek Hades yang akan memarahi dan mungkin akan menghukummu karena sudah membuat little princess mereka sedih dibakar api cemburu.
Hiii ... Menghadapi kemarahan calon mertua dan kakek Hades jauh lebih berat daripada menghadapi Princess. Mereka jauh lebih menakutkan karena mereka orang berkuasa. Mereka adalah pemilik dunia hitam. Fiuh!
Eh ... Bukankah beberapa jam yang lalu, Princess menolak untuk menikah dengan Rimba ya? Princess masih ingin bebas merdeka. Princess tidak mau mengurus suami dan tidak ingin punya anak. Itu berarti ... Princess dapat menggunakan alasan ini untuk menjauhkan dirinya dari pernikahan.
Tapi ... Bagaimana dengan orang tua Princess dan kakeknya yang menakutkan itu? Mereka pasti kecewa melihat Rimba dan keluarganya menunda pernikahan dan lebih mengutamakan kesembuhan Leony daripada menikahi little princessnya.
Aarrgh! Masa bodoh. Yang mau nikah kan bukan keluarganya. Tapi Princess dan aku. Jadi silahkan pakai saja alasan ini untuk menunda pernikahan kami sementara. Setelah tubuh dan jiwa Leony lebih baik, aku pasti akan kembali pada Princess dan menikahinya, batin Rimba.
"Rimba, jangan tinggalkan aku. Please, Rimba. Tetaplah di sampingku," rintih Leony.
Manik mata Rimba dan Leony bersirobok. Rimba dapat membaca bahwa ada riak putus asa dalam pandangan sayu dan sembab Leony.
"Aku akan selalu bersamamu. Aku menyayangimu."
Dan cup! Bibir lembut Leony mendarat sempurna di depan bibir Rimba. Sebuah ciuman yang mengharapkan perlindungan, cinta dan kasih sayang lebih dari seorang sahabat.
"Menikahlah denganku, Rimba."
OMG!