
“Mereka sangat banyak. Akan sangat sulit untuk menang dari mereka,” ucap Sharin dengan suara serak karena menangis, “Aku mohon.” Sharin berlutut dan mengatupkan kedua tangannya. Ia sangat berharap kepada Mr. Paul untuk membantu Biao malam itu.
Mr. Paul mendengus kesal. Ia juga tidak tega jika mendengar Sharin memohon kepadanya seperti itu, “Baiklah. Pegang ini.” Mr. Paul memberikan pistol miliknya kepada Sharin, “Tembak siapa saja yang ingin mendekatimu.”
Sharin mengangguk sambil menerima pistol itu, “Terima kasih.”
Mr. Paul berjalan maju untuk membantu Biao yang kini telah bertarung melawan Kagawa. Pria itu memukul beberapa pasukan Kagawa hanya dengan sekali gerakan. Cukup mudah bagi Mr. Paul mengalahkan beberapa pria itu.
Di depannya terlihat jelas kalau kini Biao sedang berusaha memenangkan pertarungan melawan Kagawa. Mr. Paul melangkah maju. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat kemunculan Ayato di lokasi tersebut.
Mr. Paul kembali ingat dengan Sharin. Pria itu mengurungkan niatnya untuk membantu Biao dan lebih memilih melindungi Sharin dari bahaya, “Sharin, kemarilah,” teriaknya sambil melambaikan tangan agar Sharin mendekat dengannya. Mr. Paul juga berlari agar bisa segera dekat dengan posisi Sharin berada.
Ayato berlari kencang untuk menangkap Sharin saat itu. Ia tidak ingin targetnya lolos lagi hingga membuatnya gagal mengalahkan Biao.
“Shi*t!” umpat Mr. Paul kesal.
Mr. Paul menyipitkan kedua bola matanya saat melihat Ayato berusaha menangkap Sharin. Pria itu berlari lebih cepat lagi untuk menghadiahi Ayato dengan sebuah pukulan di wajah.
“Berpikirlah lebih dulu sebelum kau berani menyentuhnya,” ucap Mr. Paul yang seolah memberi peringatan.
Sharin mundur beberapa langkah. Kini di depan matanya telah ada empat pria yang sedang bertarung. Sharin bingung. Ia tidak tahu harus bagaimana. Secara bersamaan, muncul sisa pasukan milik Mr. Paul dan Biao yang sudah berhasil mengalahkan pasukan Ayato. Mereka berlari kencang untuk menolong Mr. Paul dan Biao yang kini sedang bertarung.
“Nona, apa anda baik-baik saja?” ucap pengawal Biao dengan wajah khawatir.
Pria itu mengangguk pelan sebelum berlari untuk menyelamatkan nyawa Biao dan Mr. Paul. Pertarungan itu semakin mendebarkan. Walau hanya berjumlah dua orang. Tapi kemampuan bela diri Ayato dan Kagawa tidak di ragukan lagi. Mereka terlihat ahli dalam memainkan senjata tajam dan melumpuhkan lawannya.
Ilmu bela diri Biao dan Mr. Paul yang hebat saja, berulang kali hampir celaka terkena senjata tajam itu. Biao menghindar dengan tubuh berputar. Pria itu terus berusaha mencari cela agar bisa mengalahkan musuh yang ada di hadapannya.
Sama halnya dengan Mr. Paul. Pria itu juga terlihat berjuang keras untuk membunuh Ayato. Di tengah-tengah pertarungan. Ayato memberi kode kepada Kagawa. Dua pria itu kembali menghadiakan Biao dan Mr. Paul dengan teknik bela diri yang cukup licin dan sulit di tebak.
Gerakan mereka berhasil membuat Biao dan Mr. Paul menjauh dari tubuh mereka. Pada detik itu juga, bom asap mereka keluarkan hingga membuat lokasi tersebut di penuhi kepulan asap putih dan mengganggu penglihatan.
Tidak menunggu terlalu lama, kepulan asap itu hilang. Betapa terkejudnya dua pria tangguh itu saat melihat dua pria yang sempat menjadi lawan mereka telah hilang.
“Sharin,” celetuk Biao dan Mr. Paul secara bersamaan.
Kini wanita yang menjadi target utama untuk mereka lindungi telah hilang. Dari kejauhan, ada mobil hitam telah melaju kencang meninggalkan lokasi parkiran.
“Kita harus mengejar mereka,” ucap Mr. Paul kepada Biao.
Biao tidak lagi bisa berbicara. Pria itu sangat panik saat kini wanita yang ia cintai telah berhasil di culik pihak musuh. Dengan gerakan cepat ia berlari ke arah mobil. Sama halnya dengan Mr. Paul. Pria itu juga berlari kencang untuk mengejar mobil yang kini membawa Sharin.
Beberapa pengawal Biao dan Mr. Paul juga tidak mau ketinggalan. Mereka juga masuk ke dalam mobil dan ikut mengejar mobil musuh yang kini membawa Sharin.