Biao's Lovers

Biao's Lovers
Bab 39



Biao melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah. Hujan cukup deras hingga menghalangi pandangan matanya. Sesekali ia memandang wajah Sharin karena bingung dengan apa yang dilakukan oleh kekasihnya di tempat itu.


Mr. Paul telah berhasil memanipulasi keadaan. Supir dan seluruh anggota kepercayaan Biao mengikuti mobil yang sama dengan yang dinaiki Sharin namun bukan Sharin di dalam mobil itu. Seorang wanita keluar dari dalam mobil dengan penampilan yang sama dengan Sharin.


Mr. Paul berhasil menjebak seluruh bawahaan Biao hingga mereka tidak tahu kalau Sharin sudah berada di dalam rumahnya. Ponsel Sharin juga di kuasai agar tidak ada yang bisa melacak posisinya.


“Sharin, apa yang kau lakukan di tempat ini? Kata bawahanku kau pulang lebih awal ke apartemen saat seseorang menjemputmu. Siapa yang menjemputmu tadi?” Biao masih menyimpan rasa penasaran atas keberadaan Sharin.


Sharin memandang wajah Biao dengan tatapan bingung, “Aku kembali ke apartemen?” tanyanya bingung.


Biao mengangguk, “Ya. Bahkan mereka juga sudah memastikan saat kau masuk ke dalam kamar.”


“Jadi, paman tampan ke sini tidak untuk mencariku?” ucap Sharin dengan nada kecewa. Walau Sharin mengerti, kalau Biao tidak tahu apa-apa dengan kejadian yang baru saja ia alami.


“Aku ke sini untuk menemui Mr. Paul,” jawab Biao dengan wajah cukup tenang. “Aku juga tidak menyangka akan menemuimu di tempat ini. Sejak pagi aku menghubungimu namun tidak bisa tersambung.”


“Mengunjungi Mr. Paul?” celetuk Sharin kaget.


“Ya. Tuan Daniel memberiku beberapa tugas untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Mr. Paul. Aku harus bersikap baik padanya mulai dari sekarang.” Biao menjelaskan semua yang telah di tugaskan Daniel kepadanya. Mr. Paul dan Daniel memang memiliki hubugan kerja sama yang cukup baik selama ini. Biao tidak ingin mengecewakan Daniel.


Sharin menunduk bingung. Baru saja ia ingin meceritakan semuanya. Tapi, mengingat kalimat yang baru saja di ucapkan oleh Biao, membuat Sharin merasa sulit untuk mengatakan keadaan sejujurnya.


“Sharin, apa kau benar-benar tidak mau memberi tahuku apa yang kau lakukan di tempat ini?” Biao masih menyimpan harapan kalau Sharin mau menceritakan semuanya.


“Aku tersesat saat mencari rumah teman kuliahku dulu,” jawab Sharin asal saja. Wanita itu membunag tatapannya keluar jendela dengan tatapan sedih.


“Maafkan aku. Aku tidak ingin membuat Paman Biao merasa kesulitan. Aku tahu bagaimana berharganya kerja sama dengan Mr. Paul saat ini dengan Tuan Daniel. Aku tidak ingin membuat semuanya menjadi semakin sulit,” gumamnya di dalam hati. Sharin meneteskan air mata perih karena menanggung beban itu sendirian di dalam hidupnya.


Biao meraih tangan Sharin yang terasa cukup dingin. Lelaki itu mengecup tangan Sharin dengan penuh cinta, “Aku sangat merindukanmu. Jika ingin pergi, kau bisa meminta supir yang sudah aku siapkan untuk mengantarmu pergi. Tempat ini cukup jauh. Kenapa kau nekad pergi sendirian.”


“Maaf. Mulai sekarang aku akan menuruti perkataan Paman Tampan.” Sharin menjatuhkan kepalanya di pundak Biao. Ia ingin menenangkan pikirannya dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi, “Maafkan aku karena harus berbohong,” gumam Sharin di dalam hati.


***


“Bahkan Presdir Bo sendiri yang mengantarkan berkas ini kepadaku. Itu berarti aku investor yang cukup ia hormati bukan?” Mr. Paul memandang wajah bawahannya yang kini duduk di hadapannya.


“Benar, Tuan. Anda pembisnis yang cukup handal dan bisa di percaya. Tuan Daniel tidak salah memilih anda. Kita juga bisa mendapat banyak keuntungan besar saat bekerja sama dengan S.G. Group selama ini.”


Suara ketukan pintu. Seorang pria berwajah cukup menyeramkan muncul dari balik pintu. Langkahnya cepat dan pasti. Ada beberapa informasi di genggaman tangannya saat itu.


“Tuan, ini penyelidikan yang anda minta.” Wajah lelaki itu cukup serius. Ia orang yang di utus oleh Mr. Paul untuk menyelidiki latar belakang Biao.


Mr. Paul memandang serius berkas yang ada di atas mejanya. Lelaki itu mengambil berkasnya untuk membuka isinya. Wajahnya mematung saat membaca informasi yang ada di dalamnya, “Presdir Bo adalah Biao?” celetuknya kaget.


“Benar, Tuan. Berdasarkan penyelidikan saya, Nona Sharin sudan menjalin hubungan cukup lama. Namun, mereka berpisah setahun terakhir ini. Hingga sekarang mereka bertemu lagi.” Lelaki berwajah menyeramkan itu menjelaskan detail penyelidikan yang baru saja ia temukan. Bahkan hingga hubungan Biao dan Sharin saat ini.


Mr. Paul mencengkram kuat berkas yang ada di tangannya, “Itu kenapa saat pertama kali kita datang wanita itu ada di ruangannya. Bahkan sekarang ia mengangkat wanita itu menjadi sekretarisnya?” Satu alisnya terangkat dengan wajah dipenuhi dendam.


“Tuan. Perusahan itu hanya di beri kepercayaan oleh Tuan Daniel kepada Biao. Jika kita berhasil membuatnya jatuh, itu akan membuat nama Biao rusak di mata Tuan Daniel. Tanpa bantuan Tuan Daniel, Biao tidak akan bisa berbuat apa-apa. Nona Sharin pasti akan memilih anda setelah Biao tidak memiliki harta.” Pria yang menjadi tangan kanan Mr. Paul angkat bicara. Ia cukup percaya diri dengan ide yang kini ia usulkan.


“Ya. Kau benar. Kita harus menghancurkan Biao lebih dulu. Kita harus bisa membuat kepercayaan yang dimiliki Daniel rusak terhadap dirinya. Aku ingin lihat bagaimana ekspresinya nanti. Saat ia di jatuhkan pilihan antara Sharin atau Daniel. Aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba.” Mr. Paul tertawa penuh kelicikan. Kini lelaki itu siap melawan Biao dengan rencana jahatnya. Ia tidak ingin kalah dari Biao untuk mendapatkan Sharin.


.


.


.


Bab selanjutnya jam 12 siang...


Sejak awal uda author bilang. Mr. Paul bakal berperan penting di novel ini. Jadi dia gak mungkin kalah secepat itu.


Vote yang banyak ya reader…kali aja bisa ada di atas terus babang Biao nya.


Like jangan lupa…terima kasih.