Beautiful Assistant

Beautiful Assistant
Calon istri



Divta mendengar ada suara tawa yang sangat heboh di kamar Raina. Karena begitu penasaran, dia memutuskan untuk masuk.


Waktu sudah berlalu hampir setengah jam, Dealova pasti sudah selesai mengolesi obat di punggung Raina, kan ?


Dia membuka pintu. Dan alangkah terkejut dia karena ternyata Dealova masih belum selesai. Alhasil, dia melihat Raina yang hanya menggunakan bra.


"Mesum !!!" teriak Dealova beranjak berdiri lalu berlari menghampiri Divta yang terburu-buru keluar dan menutup pintu.


Divta !!" pekiknya yang berhasil menjadi kerah kaos Divta. Dia memiting leher pemuda itu dan menjewer telinga pemuda itu.


"Beraninya kau mau tanpa mengetuk pintu !" sentaknya.


"Aaah sakit, sakit. Aku tidak sengaja. Lagian kenapa kau lama sekali ? Kau hanya tinggal mengolesnya saja, bukan meracik obatnya !" seru Divta mengaduh sakit.


"Ada apa ini ?" tanya Deasy.


Wanita tua yang sedang berbincang dengan Yudha, pun di buat heran dengan Divta dan Dealova yang tiba-tiba bertengkar.


"Dia mesum, nek. Sudah tau aku sedang mengolesi obat di punggung Raina, tapi dia dengan tidak di dirinya masuk begitu saja." seru Dealova kesal. Sebagai seorang perempuan, dia merasa harga dirinya telah di-leceh-kan oleh Divta.


"Divta !!" sentak Deasy menatap tajam Divta.


"Nek, aku tidak sengaja. Aku hanya melihatnya sedikit kok." jawab Divta berkilah dari tuduhan Dealova.


Meski tak dapat di elakan jika dirinya memang mesum, hehehe.


"Tapi tetap saja tidak sopan kalau kau masuk ke kamar perempuan tanpa mengetuk pintu !" protes Dealova tidak terima.


Dia lalu melepas pitinganya di leher Divta dan menyilang kedua tangannya di atas perut.


"Sudah ku bilang kan, aku tidak sengaja." sanggah Divta dengan wajahnya yang sudah merah seperti tomat mengingat kejadian beberapa menit lalu ketika dirinya melihat Raina.


Dealova menghentakkan kakinya di lantai, Kemudian dia kembali masuk ke kamar Raina dan menutup pintu serta tak lupa menguncinya agar Divta tidak sembarangan masuk lagi. Gadis itu duduk di tepi tempat tidur sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


"Kau kenapa ?" tanya Raina bingung.


"Divta tadi masuk tanpa mengetuk pintu. Otomatis dia melihat tubuhmu kan ?" seru Dealova semakin kesal.


Raina tersenyum kecut, membuat Dealova kebingungan. Biasanya wanita akan marah jika tubuhnya di intip oleh lelaki yang belum sah menjadi suaminya, kan ? tapi kenapa gadis itu malah tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa ?


"Bahkan dia sudah pernah melihat dan memegang dada ku meskipun tak di sengaja." ucap Raina.


Sontak saja kedua mata Dealova terbelalak kaget mendengar kejujuran Raina.


"A- apa kalian sudah a- n- nu ?" tanyanya dengan raut wajah geli sekaligus penasaran.


Raina menggelengkan kepalanya. Kemudian dia menceritakannya secara detail bagaimana kejadian Divta bisa melihat dan memegang dadanya. Bahkan dia menceritakan tentang dirinya yang berpura-pura menjadi laki-laki agar di terima menjadi asisten pribadi Divta, dan dia juga menceritakan tentang bagaimana dirinya dan Divta akhirnya memiliki hubungan.


Dealova yang mendengar itu, pun tertawa terbahak-bahak. Hingga gadis itu memegangi perutnya yang terasa kram akibat kisah kasih Raina dengan Divta. Lucu, menggelitik sekaligus menyedihkan.


"Ternyata Divta lebih pintar dari mu. Bahkan di saat kau menyamar menjadi lelaki, pun dia bisa terangsang oleh mu." dia tertawa lagi.


"Ku akui, kau memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Pesona mu mampu menarik Divta ke pelukan mu. Meskipun aku lebih cantik dari mu, tapi nyatanya dia tidak suka padaku. Kau memang, top" lanjutnya sambil mengacungkan dua jari jempolnya.


Sementara di luar, Divta sedang di beri pelajaran oleh Deasy karena telah lancang masuk ke kamar perempuan tanpa permisi.


Sebagai seorang nenek sekaligus ibu, dia harus mendidik anak-anak serta cucu-cucunya agar menjadi orang yang baik dan berbudi pekerti luhur.


Di sisi lain, ada Yudha yang melamun. Setelah mendengar nama Raina di sebutkan tadi, dia jadi teringat seseorang yang pernah hadir dalam kehidupannya dulu.


Apakah Raina yang berada di kamar itu adalah orang yang sama dengan Raina yang dia kenal ?


"Nek ?" dia memanggil.


Deasy yang masih memberi pelajaran pada Divta, pun tidak mendengar panggilan dari Yudha. Membuat Yudha menyeka nafas dalam. Kemudian dia memberanikan diri untuk melangkah ke kamar Raina dan mengetuk pintu kamar tersebut.


"Eh, apakah itu Divta ?" pekik Dealova segera menyuruh Raina merapikan pakaiannya karena kebetulan dia sudah selesai mengolesi obat di punggung teman barunya itu.


"Sebentar ya, aku akan membuka pintu dulu." dia beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu.


"Kau ?! pekiknya sedikit terhenyak melihat kedatangan Yudha. Dia berfikir, ada keperluan apa pemuda itu mengetuk pintu kamar Raina ? begitu pikirnya.


Tanpa menjawab, Yudha sedikit melongok ke dalam kamar dan di lihat ada seorang gadis cantik dan lucu, duduk di atas tempat tidur sedang menatapnya.


"Nana !" serunya setelah mengetahui jika gadis itu adalah Raina yang sama yang dia kenal dulu.


Raina memicingkan kedua alisnya hingga dahinya berkerut. Hanya ada satu orang yang memanggilnya dengan sebutan Nana yakni Yudha, mantan kekasihnya dulu sekaligus cinta pertamanya.


Yudha menerobos tubuh Dealova dan masuk begitu saja untuk menghampiri Raina. Dia berhambur memeluk gadis itu dengan begitu eratnya hingga di empunya mengerang kesakitan karena luka di punggungnya. Membuat Dealova, Deasy dan Divta terkejut dan bergegas mendatangi Raina.


"Hei !! apa yang kau lakukan !!" tidak Divta emosi. Dia cepat-cepat melangkahkan kakinya dan menarik kerah kemeja Yudha kemudian melayangkan bogem mentah di pipi pemuda yang telah berani memeluk gadis kesayangannya.


"Beraninya kau memeluk dan menyakitinya ! jadi pikir kau siapa, hah ?!" imbuh Divta terus memberikan pukulan demi pukulan di wajah Yudha.


Dealova dan Deasy hanya diam dan gemetar ketakutan. Ini adalah kali pertama mereka melihat Divta semarah dan segarang itu.


"Raina ?" pekik mereka kemudian saat menyadari bahwa Raina tengah menangis dan merintih kesakitan. Terlihat baju bagian punggung gadis itu terdapat bercak darah yang keluar dari luka yang terbuka akibat pelukan Yudha yang begitu erat.


"Divta berhenti ! lihatlah luka Raina berdarah lagi." seru Dealova.


Divta yang hendak menonjok Yudha, pun mendorong pemuda itu dan beralih menghampiri Raina.


"Sayang, ayo kita ke rumah sakit." dia menggendong tubuh Raina di depan. Sebab, jika dia membopong, maka luka Raina akan terbuka lebih lebar lagi.


"Sabar ya, sayang. Bertahanlah." ucapnya berusaha menenangkan Raina yang rendah merintih kesakitan bahkan gadis itu menangis dan sesekali mengerang.


"Dea, bantu aku menyetir mobil." pintanya sambil lalu.


"Nek, tolong urus dia." ucap Dealova kemudian berlari menyusul Divta.


"Apa yang kau lakukan pada cucu menantu ku ?" tanya Deasy dengan raut wajah datar.


Dia yang tadinya penuh senyuman kehangatan, kini berubah dingin.


"Raina calon istri ku, nek."


Twewew calon istri ?


Jangan lupa klik 👍 sebelum ke part selanjutnya yaa, terimakasih 🤗