
Hening.
Itulah yang terjadi di dalam apartemen Darius. Pemuda itu tadinya sedang berada di kantor, tapi tiba-tiba dia di hubungi oleh Andro dan berkata jika sang ayah sedang menunggu di apartemennya.
Dengan segera pemuda itu kembali pulang meski baru 10 menit dia sampai di kantor.
Berkali kali Andro mengetukkan jari tangannya di lengan kursi goyang yang terbuat dari kayu jati.
Menatap tajam Darius yang di ketahui berebut wanita dengan Divta.
Lelaki paruh baya itu mengetahui informasi tersebut tak lain dari sang ibu, Deasy.
Padahal, ada banyak wanita cantik dan menarik di luar sana,
tapi kenapa harus berebut dengan adik ?
Macam tak de budak cantik lain je, begitu pikirnya.
"Mau sampai kapan kau memelototi Iyus ?" suara Deasy akhirnya memecah keheningan yang sedari tadi seakan mencekik leher Darius. Wanita tua itu beranjak dari sofa menuju ke dapur untuk mengambil segelas air hangat.
"Siapa gadis yang jadi rebutan antara kau dan adik mu ?" tanya Andro lalu memerintah asistennya yang duduk tak jauh darinya untuk mengambilkan minum.
Darius memutar bola matanya malas.
Kepo sekali sih tua bangka ini, begitu umpatnya.
"Raina Amanda." jawab Darius cuek.
Membuat Andro yang baru meneguk air itu tersedak dan terbatuk-batuk.
"Tuan, pelan-pelan saja." asisten Andro yang bernama Julia membantu pria paruh baya yang sudah selama 6 tahun menjadi bossnya, untuk memijat pangkal leher berharap bisa menghentikan batuk akibat tersedak.
Darius mendesis dan menarik sebelah sudut bibirnya menampakkan senyuman sinis,
"Sepertinya ada yang ingin naik jabatan jadi istri boss." cibirnya menyindir Julia tanpa berani menatap gadis yang sedang tersenyum kecut mendengar cibirannya.
"Apa maksud mu, hah ?!" sentak Andro menegur Darius yang malah menyandarkan tubuhnya di sofa sambil menaikkan sebelah kaki di atas sebelah lututnya.
"Watch your mouth !!" lanjutnya menatap tajam Darius.
(Jaga ucapan mu)
Julia hanya diam,
dan memilih untuk kembali duduk di sofa setelah menerima gelas yang di berikan oleh Andro agar dia letakkan kembali di atas meja.
Sedangkan Darius, pemuda itu nampak acuh dengan gertakan yang di lontarkan Andro.
Sepertinya dia sudah tebal telinga mendengar ocehan demi ocehan dari sang ayah.
Suara bel pintu berbunyi nyaring. Semua berharap yang datang adalah Divta.
Deasy yang kebetulan berada tak jauh dari pintu, pun segera membukanya.
"Kau ?"
"Hallo nenek..." sapa seorang gadis cantik berpawakan tubuh tinggi dan ramping seperti model. Wajahnya begitu cantik dan anggun.
Serta penampilannya yang modis dan trendy namun seksi.
Gadis itu bernama Dealova. Gadis yang di pilih oleh Andro untuk di jodohkan dengan Darius.
"Aku Dealova, nek. Apa kau melupakan ku ?" imbuhnya mengingatkan Deasy karena nampaknya wanita tua itu tidak mengenali dirinya.
"Ooh Dealova, apa kabar kau nak ?" pekik Deasy memeluk gadis teman masa kecil dari kedua cucu laki-lakinya itu.
Sudah lebih dari 15 tahun mereka tidak bertemu karena Dealova tinggal di luar negeri bersama ayahnya.
Setelah melepas rindu dengan berpelukan, Deasy mengajak Dealova masuk dan bergabung bersama yang lain.
"Halo kak Iyus." pekik Dealova saat melihat Darius sedang duduk di sofa. Pemuda itulah yang pertama kali di lihatnya ketika dia masuk ke dalam apartemen, membuat Andro selaku orangtua kedua merasa tidak di anggap.
"Oooh Julia, apa tubuhnya ini transparan sehingga tidak terlihat olehnya ?" tanya Andro menyindir Dealova.
"Eh papa." gadis itu menghampiri Andro dan mencium punggung tangan pria itu, kemudian dia kembali pada Darius dan memeluknya.
"Kau ini, jangan peluk-peluk sembarangan." tutur Darius memperingatkan Dealova yang tiba-tiba saja bergelayut di lengannya. Sebagai lelaki normal, hormon kelakiannya bangkit. Apalagi gadis itu mengenakan pakaian yang agak terbuka dari atas hingga ke bawah.
"Memangnya kenapa ? sudah hampir 17 tahun kita tidak ketemu kan ? memangnya tidak boleh kalau aku memeluk mu karena kangen ?" tanya Dealova dengan wajah polosnya.
"Dulu aku sering memelukmu, bahkan kau balas memelukku dan kau juga bergantian dengan Divta untuk menggendongku." lanjutnya mengingatkan Darius tentang kebersamaan di masa kecil mereka yang begitu indah.
"Itukan dulu." pungkas Darius merasa sedikit geli.
"Apa bedanya dengan sekarang ?" rengek Dealova meletakkan kepalanya di bahu Darius setelah sebelumnya dia memaksa tangan pemuda itu untuk merangkul pundaknya dan dia beralih memeluk pinggang lelaki yang sudah di anggapnya sebagai kakak.
"Ya memangnya kenapa ?" tanya Dealova lagi.
"Wah wah wah, sudah lah. Kalian tentukan saja tanggal pertunangan kalian, ya ?" tukas Andro menyela Darius yang hendak bersuara.
"Tidak !!" pekik Darius dan Dealova bersamaan.
Dahi Andro dan Deasy berkerut, bukankah mereka terlihat mesra ? tapi kenapa giliran di minta untuk bertunangan malah kompak saling menolak ?
"Apa kalian sedang mengulur waktu ? sadarlah umur kalian sudah sangat cukup untuk menikah." pungkas Deasy dan di setujui oleh Andro.
"Sadarlah, kalian sudah tidak muda lagi." sahut Andro menimpali.
"Tapi aku tidak suka dengannya." jawab Darius dan Dealova bersamaan lagi.
Kemudian mereka saling menatap.
"Siapa yang kau suka ?" tanya Darius.
"Divta, kak." jawab Dealova.
Darius tersenyum menyeringai.
Baguslah kalau kau menyukai Divta. Kesempatan ku untuk mendapatkan Amanda akan jauh lebih mudah.
"Ya, kau sangat cocok jika dengan Divta. Selain ganteng, dia juga lucu." ujarnya memprovokasi.
"Tapi bukankah Divta ..."
"Tidak nek, Divta akan lebih cocok dengan Dealova. Yang satu cantik, dan yang satunya lagi ganteng." tukas Darius menyela ucapan Deasy yang terhenti begitu saja karenanya.
Dia kini dengan sukarela mendekap erat tubuh Dealova sebab mulai saat ini mereka sudah menjadi partner untuk berjuang merebut apa yang seharusnya di miliki.
Andro yang mendengar itu hanya bisa diam dan tak bisa berkomentar.
Urusan pasangan hidup, dia tidak mau terlalu mengekang. Tetapi jika di antara Darius dan Divta terlibat pertengkaran hanya karena wanita, di saat itu perannya sebagai seorang ayah akan di mainkan.
"Aaaah kakak, kau memang yang terbaik." Dealova semakin mengeratkan pelukannya pada Darius.
"Terus, Divta mana ?" tanyanya seraya menatap Darius, Andro dan Deasy bergantian.
"Ehh itu siapa ?" pekik Dealova saat kedua matanya menangkap keberadaan Julia.
Ketiga orang yang di tatap Dealova, pun menepuk dahi kompak.
Padahal sedari tadi Julia duduk di dekat Deasy, tapi mengapa baru sekarang gadis itu menyadari keberadaannya ?
"Dia asisten, papa." jawab Darius sinis.
"Ooh hallo kak, namaku Dealova. Kau bisa memanggil ku Dea." ucapnya memperkenalkan diri namun malas untuk beranjak bangun.
"Salam.. nama saya Julia, nona Dea." jawabnya dengan sopan, meski dalam hati dia menggerutu karena keberadaannya tidak sadari oleh gadis bernama Dealova itu.
"Oh kemana Divta ?" tanya Dealova mengulangi pertanyaannya sebab belum mendapat jawaban.
"Dia lagi di rumah sakit." jawab Andro.
"Apa ?!" pekik Deasy, Darius dan Dealova bersamaan. Ketiga orang itu sangat terkejut mendengar penuturan Andro.
"Apa yang terjadi pada Divta ? kenapa bocah itu tidak mengabari aku ?" Deasy terlihat begitu khawatir.
"Tenang bu, Divta baik-baik saja. Ada seseorang yang sedang sakit, dan bocah itu menemaninya." sahut Andro tidak menyebutkan jika yang sakit adalah Raina sebab dia khawatir Dealova akan cemburu.
"Raina ?" tanya Deasy memastikan, dan hanya di angguki oleh Andro.
Ternyata sang ibu mengenali siapa orang yang sedang di jaga oleh Divta.
"Raina siapa ?" tanya Dealova memicingkan kedua matanya.
"Dia asisten pribadinya Divta. Berhubung dia sedang sakit, sebaiknya kau menawarkan diri untuk menggantikannya. Agar kau bisa lebih dekat dengan adik ku." ucap Darius seraya tersenyum. Sebenarnya, hatinya merasa sedih mendengar Raina sakit.
Tapi, dia tidak boleh menunjukkan perasaan sedihnya di hadapan Andro. Agar lelaki tua itu tidak curiga terhadapnya, begitu pikirnya.
Tenanglah Amanda, setelah ini aku akan menjenguk mu.
gumam Darius dalam hati.
"Ya, kau benar sekali kak. Kalau begitu ayo kita ke rumah sakit untuk menjenguk Raina. Sambil aku meminta pada Divta agar aku bisa menggantikan Raina." ujar Dealova begitu semangat.
Konflik baru.
Jangan lupa klik 👍 sebelum ke part selanjutnya yaa, terimakasih 🤗