Alexa

Alexa
#Aku Yang Baru



Ia mulai bergerak, dimulai dari jari-jari tangannya, dan kemudian seluruh tubuhnya secara perlahan.


Luka tusukan di bagian perutnya kembali memudar, berganti dengan kulit baru yang sama bentuknya persis seperti sebelum dia terluka.


Dan sekarang dia mulai bangkit kembali dari kematiannya, membangunkan tubuhnya dari posisi berbaring di atas lantai, dan kemudian kembali mengingat pedang Valheins lagi yang semula sudah melukai dia.


Pedang Valheins membuat dirinya harus merasakan kematian kedua kali. Dan dia, benar-benar tidak menyukai itu.


Bangkitlah kau Arsello! ada saatnya kau harus membalas kematian yang pernah kah alami akibat serangan pedang Valheins, dan ada saatnya pula kau harus membayar semua perbuatan kamu pada Riyana di masa lalu.


"Valheins! kematianku bukan untukmu!" gumam Arsello kali ini terlihat sangat dendam.


Dia kemudian melirik ke sana kemari, melihat kekacauan yang telah terjadi sepeninggal dirinya, dia mulai menyadari sesuatu yang buruk mungkin saja telah terjadi pada Alexa. Dan agaknya dia harus segera membuat semua ini berkahir.


Di tatapnya sosok pedang yang sangat mengkilat dan gagah berani tergeletak tak bertuan di atas lantai istana Valheins.


Di sisi tumpul pedang itu terlihat ukiran aksara kuno suku serigala yang terukir dengan sangat rapi dan juga sangat indah. Ukiran khas yang diambil dari bahasa kuno suku serigala.


Saat dia menatapnya, mendadak ukiran itu redup sinarnya, entah bagaimana bisa dia melihat redupnya kilatan cahaya yang kapan datangnya saja dia tak pernah tahu.


Namun cahaya itu mulai habis di ujung akhir aksara kuno yang tertulis di sana, hingga dia pun mulai menyadari sebuah pertanda..


"Dia benar-benar dalam bahaya!"


Gumam Arsello sebelum akhirnya dia berpikir untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Ia terbang dari tempat aula utama singgasana milik Valheins yang dahulu kala dia bahkan selalu bersimpuh kala berada di sana.


Namun sekarang dia telah meruntuhkan segalanya yang ada di sana, menghancurkan singgasana milik Valheins, dan bahkan berencana untuk membalas dendam pada pria tua itu.


Swosh!


Ia terbang tinggi menuju ke atas langit, terbang dan melalui gumpalan-gumpalan awan yang berjejer dengan rapinya membuat suasana gelap nan mendung semakin terasa.


Kedua matanya menatap ke sana dan kemari, hingga akhirnya dia menemukan sebuah pertarungan antara dua legendaris yang gagah berani, bahkan peperangan itu masih belum bisa memecahkan seorang pemenang.


Dilihat lagi dari sisi yang lain, tampak Alexa yang tengah menghadapi masa-masa sulit di atas bebatuan yang lebar tempat dimana sejak dahulu kala sudah direncanakan oleh Valheins akan menjadi tempat persembahan, dan ini benar-benar akan terjadi jika sampai Valheins menang.


Di sisi lain, sekujur tubuh Alexa tampak bergetar dengan hebatnya, manakala ujung liontin yang tajam dan runcing milik sang ibunda menusuk area jantungnya, dengan disengaja oleh Shaga.


Entah Shaga yang terlalu bodoh atau mungkin pria itu malah terlalu pandai berpikir dan menerka, agaknya Shaga malah makin yakin kalau pemikirannya kali ini akan sangat benar.


Ia menunggu, sembari kedua tangannya yang menahan liontin itu pada dada Alexa. Dengan segenap kekuatan yang dia miliki, bahkan menjegal seseorang yang kesurupan iblis pun tidak akan semenarik ini.


Agaknya dia membuang tenaganya terlalu banyak, atau mungkin dia yang terlalu lemah menjadi seorang pria..


"Ayolah, Alexa! aku mohon, bergeraklah, jika tidak, maka aku juga akan dianggap bersalah.." gumam Shaga merasa sangat cemas kalau-kalau dirinya akan salah dalam mengambil sebuah keputusan.


Namun sebuah cahaya menyorot dari liontin tersebut, bersamaan dengan Arsello yang membawa pedang milik suku serigala yang juga terlihat kembali bersinar dengan terangnya.


Cahaya itu menyilaukan kedua mata Arsello, namun cahaya itu juga membuat dirinya mengalihkan pandangan matanya.


Menarik sekali baginya, ia bahkan tidak tahu kapan ukiran dalam pedang ini akan bersinar, dan kapan ukiran pedang ini akan meredup..


Atau mungkin selama ini sebenarnya pedang legendaris kuno milik suku serigala dan liontin milik Putri Riyana sebenarnya memiliki hubungan yang erat.


Pedang legendaris milik suku serigala yang selama ini menjadi pedang terkuat sepanjang masa, bahkan menjadi incaran Valheins. Mungkinkah pedang itu punya keterkaitan dengan liontin yang selama ini dalam genggaman Alexa.


Jika benar, bukankah tidak akan mungkin dua benda yang dijaga dengan sangat hati-hati dan bisa menjadi rebutan penguasa sekuat Valheins tidak memiliki kekuatan?


Masuk akal juga.


Namun yang pasti, saat Arsello mulai mendekat dengan pedang legendaris itu, cahaya dari liontin itu pun semakin silau bercahaya.


Bahkan cahaya liontin itu mampu menyilaukan kedua mata Shaga, hingga dia sendiri tidak mampu membuka kedua matanya.


Cahaya itu terlalu silau, cahaya yang agaknya membawa keajaiban, dan juga kekuatan tanpa batas.


Kekuatan yang tercipta dari dua penyatuan, antara keberanian dan kehebatan, tiada ampun dan juga tiada batas. Dan keduanya telah menyatu dalam satu tubuh yang sangat istimewa.


Satu tubuh yang mengalirkan darah, namun menceritakan tentang kematian. Air mata yang selamanya tidak akan pernah kering, meski di dalam tubuhnya tidak ada sumber air mata.


Jantung yang terus berdegup kencang, meski seharusnya dia tak memiliki kehidupan seperti itu. Dan nafas yang tetap berhembus, meski paru-paru dalam dadanya terasa dingin dan membeku.


Sling!


Mata Alexa kemudian membuka dengan sangat tajam. Sorot matanya verwarna merah dengan sisi-sisi yang terlihat menyorot keemasan..


Pedang itu mendekat bersamaan dengan Arsello yang membawanya, seketika ukiran dalam pedang itu bersinar bak matahari terbit di ufuk timur.


Shaga terkejut melihat bangkitnya Alexa dari kematian sesaatnya. Entah dia benar-benar mati, atau mungkin dia hanya lumpuh untuk sesaat.


Yang pasti, satu hal yang dia tidak pernah menduga, mengapa liontin itu bisa menyelamatkan Alexa dari kematian.


"Alexa?"


Alexa bergeming, bangkit dari baringnya, dan kemudian mendalamkan lagi liontin yang semula hanya ujungnya saja yang menancap dalam jantungnya.


Dia benamkan lagi liontin itu ke dalam jantungnya, lalu dia raih pedang di tangan Arsello, dia juga meresap pedang tersebut, masuk melalui nadi di tangannya, bergetar dan berdegup bersama dengan jantungnya..


"Alexa."


Kedua orang di sampingnya hanya menatap dengan penuh kekaguman, melihat sosok wanita yang kini telah bangkit dari jatuhnya, dia bahkan terlihat lebih segar dibandingkan dengan sebelumnya.


Ia terbang ke langit, dengan dikelilingi cahaya keemasan di sekitarnya, ia dekatkan lagi tubuhnya pada pertarungan yang telah terjadi antara Sean dan Valheins.


Namun keduanya tertegun, melihat dua penyatuan yang kemudian tercipta sosok pemberani seperti Alexa.


Bahkan Valheins dibuat melongo untuk sesaat.


"Ka-kau.."


"Putriku.." tersenyum kagum.


"Lihatlah! dua penyatuan, antara keberanian dan kekuatan! mari kita lihat siapa yang akan menang!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...