
~Happy Reading~
"Alexa cantik ...mau kan jadi anak mama?"
mata mama Dania berbinar menatap wajah Alexa yang kebingungan, sementara suami dan anak lelakinya hanya menghela nafas mendengar ucapan sang mama.
Selama ini mama Dania memang sangat mendambakan anak perempuan, sedari dulu dirinya ingin sekali menambah anak perempuan tapi apa mau di kata, Tuhan sampai sekarang tak menghendakinya,
'ini maksud mama Kak Devan apa sih? jadi anaknya bagaimana?'
"Ma, jangan membuat Alexa bingung" ucap Devan akhirnya
"diem kamu anak bandel! " mama mendengus kesal mendengar teguran sang putra "mama tanya sama Alexa, iya kan sayang? Mau ya?" lanjutnya dengan suara lembut
"huh... kak, setelah ini siap-siap diabaikan mama, mama sudah dapat kesayangan baru" gerutu Devan pelan pada Joe yang baru saja duduk di sampingnya, namun masih bisa di dengar semuanya,
Mama Dania yang mendengar pun hanya tersenyum memandang wajah Alexa yang salah tingkah.
"iya Xa, mau ya jadi anak mama? mama sudah lama sekali ingin punya anak perempuan berhubung kamu adalah adiknya anak sulung mama, jadi otomatis jadi anak mama juga kan?"
"eh..." Alexa semakin mengernyitkan dahinya, semakin bingung harus menjawab bagaimana
"hufff....Ma, biar kan Alexa istirahat dulu, nanti kita bicarakan lagi soal ini kalau Alexa sudah sembuh" papa Daniel pun akhirnya menjadi penengah saat mendengar sang istri terus saja membujuk gadis cantik yang masih terbaring di ranjang pesakitan itu.
***
Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Alexa di ijinkan pulang. hanya perlu beberapa kali control untuk memastikan kondisinya.
Selama beberapa hari dirawat, hati Alexa merasa hangat, karena setiap harinya keluarga Rayhan maupun keluarga Devan bergantian menjaganya, Tak bisa dipungkiri rasa bahagia itu membuncah di tengah rasa sakitnya.
"sudah siap dek?" ucap Joe masuk ruang rawat Alexa, dan melihat adiknya tengah duduk di ranjang menunggunya.
"sudah kak, Exa ga sabar sampai di rumah" mata bulat Alexa berbinar senang karena akan meninggalkan rumah sakit, walau fasilitas kamarnya sangat bagus dan selalu ditemani oleh orang-orang yang menyayanginya namun, rasanya tetap tak sebanding dengan kenyamanan rumahnya.
"kakak ikut pulang ke rumah om Ardian kan?"
"tentu saja, kita sudah membicarakan ini kan" Joe mengusap lembut kepala Alexa sembari memberikan senyum terbaiknya
"Ayo kak, mobil sudah siap di depan" ucap Rayhan tiba-tiba, setelah membuka pintu
"oke, tolong bawakan barang yang di tas itu, kakak akan dorong Alexa"
Rayhan pun segera mengambil tas yang berisi keperluan Alexa selama di rumah sakit, sementara Joe membantu mendudukan Alexa di kursi roda.
Senyum bahagia tak pernah lepas dari bibir tipis Alexa, begitu juga Joe dan Rayhan yang berjalan di belakangnya, sesekali mereka menyapa petugas medis yang berlalu lalang memberikan pelayanan untuk pasiennya.
Setelah memastikan Alexa duduk nyaman, Rayhan pun duduk di samping sopir yang akan mengantar mereka kembali ke rumah.
Sepanjang perjalanan, Alexa terus bersandar di bahu sang kakak yang duduk di sampingnya. Rasanya begitu bahagia, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata seberapa besarnya.
***
Setelah 2 jam perjalanan akhirnya mobil Rayhan tiba di rumahnya.
Begitu Alexa dan sang kakak memasuki ruang tamu sudah disambut oleh beberapa orang yang menunggu kedatangannya.
Terlihat om Ardian, tante Rasty, mama Dania, papa Daniel bahkan beberapa teman kampusnya ikut menyambut kepulangannya.
“Exa…….!!!” Pekik Mirna girang begitu melihat Alexa yang masih duduk di kursi roda
Yang lain tampak menggelengkan kepala sembari mengulas senyum saat melihat tingkah sahabat baik Alexa ini, namun sang pelaku tak menggubris tanggapan lain, ia hanya sibuk merengkuh Alexa kuat-kuat
“kangen….”
“Lebay kamu Mir?” ucap Alexa meledek sahabatnya, meski senyum manis tersungging di bibirnya
“ih, beneran tau… beberapa hari ga lihat kamu tu rasanya gimana gitu” Jawab Mirna sembari mecebikan bibirnya
“alah, kangen aku apa kangen cari info tentang Rayhan?” bisik Alexa di telinga sahabatnya.
“he.. he” Mirna pun nyengir, dan merasa tersipu malu mendengar ucapan pelan sahabatnya, “tau aja” bisik nya kemudian
Alexa hanya terkekeh pelan, sementara Joe yang masih berdiri memegang kursi rodanya pun ikut terkekeh, merasa bersyukur karena Alexa mempunyai sahabat seperti Mirna.
“Biarkan Exa duduk nyaman dulu Mir, sini! Kamu duduk lagi” ucap tante Rasty sembari menepuk sisi kosong di sampingnya,
Mirna pun terlihat salah tingkah, kemudian beringsut duduk di samping tante Rasty, dan Joe pun kembali mendorong Alexa dan membantunya duduk di sofa,
“Alhamdulillah baik kak, terimakasih kalian sudah mau jenguk Exa, maaf malah merepotkan semuanya”
“kami justru yang harus minta maaf karena tak bisa menjengukmu saat di rumah sakit”
“ga masalah kak,.. kakak tau dari mana Exa pulang hari ini?
“dari Kak Rayhan”
Mereka pun asyik mengobrol dengan bahasan yang tidak jelas, entah apa pembicaraan mereka ada saja yang membuat mereka tertawa. Para orang tua pun tak kalah ikut pembicaraan mereka, apalagi mama Dania, berasa jiwa mudanya kembali menguar.
Kehidupan Joe selama ini pun tak luput dari obrolan mereka, teman-teman Alexa pun antusias menanyakan banyak hal dan akhirnya membuat Joe berbagi cerita tentang masa lalunya. Teman-teman Alexa yang mendengar bahwa kakak laki-laki Alexa sudah ditemukan pun ikut bahagia. Pasalnya, selama ini teman-teman dekat Alexa pun mengetahui bahwa kakak lelaki Alexa hilang diculik saat masih kecil.
“oke semua,.. bibi sudah kasih tau tante kalau makan siang sudah siap, jadi mari semuanya makan siang dulu” ujar tante Rasty yang baru saja kembali dari dapur,
Obrolan mereka pun seketika terhenti dan teman-teman Alexa saling memandang, tak menyangka mereka diajak makan siang bersama.
“Emang ruang makan muat ma?” tanya Rayhan seraya berdiri
“kita makan lesehan di ruang keluarga”
Merekapun akhirnya duduk melingkar di ruang keluarga menikmati makan siang yang telah disiapkan oleh keluarga Rayhan.
Kali ini Joe tersingkirkan dari sisi Alexa dan sekarang Alexa dimonopoli oleh mama Dania. Dengan penuh perhatian mama Dania menyiapkan dan menyuapi Alexa. Awalnya Alexa menolak dan akan makan sendiri, namun malah mendapatkan omelan dan pelototan tajam dari mama Dania. Alhasil ya akhirnya dirinya mengalah dan menerima suapan demi suapan dari Mama Dania.
“Joe obat Alexa di mana?” tanya mama Dania setelah selesai menyuapi anak gadisnya.
“Ada di kamar Ma, tadi Joe masukan ke tas”
“Tolong ambilkan, biar Alexa segera minum obatnya”
“Biar Ray ambilkan saja kak,” cegah Rayhan sebelum Joe berdiri, “Kakak selesaikan makan dulu”
“ok, Terimakasih Ray”
Rayhan pun berlalu, sementara yang lain masih asyik makan sambil bercengkrama. Karena kebetulan ini adalah hari minggu, jadi mereka asyik bersantai ria tanpa harus khawatir akan agenda kampus atau pekerjaan yang harus mereka kerjakan.
“kamu kenapa dek?” tanya Joe saat melihat Alexa duduk gelisah,
Mama Dania yang masih duduk di samping Alexa pun menoleh,
“kenapa sayang?”
Alexa tersenyum memamerkan gigi putihnya kemudian berkata pelan, “ingin pipis”
Joe yang masih bisa mendengar ucapan Alexa pun berdiri kemudian membantu Alexa berdiri dan memapahnya ke kamar mandi.
Setelah beberapa saat Alexa pun kembali ke ruang keluarga dan dibantu Joe untuk duduk di sofa,
“Loh kak, kok duduk di atas, ga enek sama yang lain” protes Alexa karena merasa tak nyaman, dia duduk di sofa sementara yang lain masih duduk lesehan
“gapapa, ingat kata dokter, sandarkan punggungmu atau kalau tidak? nanti akan terasa sakit lagi.”
“tapi ge anak kak…” rengek Alexa pelan
“gapapa Xa, santai saja…kita semua maklum kok” ucap papa Daniel setelah mendengar keluhan Alexa,
“tuh denger kan” Joe merasa senang setelah mendapat dukungan,
Alexa pun akhirnya menyandarkan punggungnya, sebenarnya sedari tadi pun dia sudah merasakan sakit di sekitar dadanya karena terlalu lama menunduk, hingga akhirnya dia pun kesulitan berdiri saat ingin ke kamar mandi tadi.
Setelah mamastikan sang Adik duduk dengan nyaman, Joe pun melangkah, hendak ikut duduk bersama dengan yang lainnya.
Baru saja akan duduk, terdengar pekikan lantang
“Assalamu’alaikum…..!!!!”
Tbc
siapa tuh kira-kira yang datang?
Tunggu update selanjutnya,
terimakasih atas dukungannya🤩🤩🤩