
Suasana hening di tengah gelapnya malam tiba-tiba menjadi gaduh saat panitia kegiatan membangunkan peserta camping, Alexa dan Mirna telah bergabung dengan panitia sedari tadi di tengah area kegiatan. Dinginnya angin malam nampaknya tak menyurutkan mereka untuk bersiap mengikuti kegiatan susur malam.
Di sisi yang lain nampak Rayhan juga sudah terlihat segar setelah mencuci muka bantalnya, Alexa pikir sang sepupu belum terbangun karena tak terbiasa dengan kegiatan semacam ini,
"Aku pikir kamu belum bangun Ray" ucap Alexa pelan saat sang sepupu telah berdiri di sampingnya
"gila aja tuh si Rizal, dia ga tidur kali ya, aku tadi baru tidur sendirian, eh dia masuk-masuk bangunin aku Xa, katanya sudah jam nya kumpul" keluh Rayhan dengan wajah cemberutnya
"ngantuk Xa.." rengeknya lagi dan dengan tidak tau malunya Rayhan menyandarkan dahinya di pundak sang sepupu sembari menutup matanya
"ih. Ray ... melek, woi....! " Alexa menggerakkan pundaknya agar sang sepupu terbangun, namun Rayhan nampaknya masih enggan untuk berdiri tegak
"Ray... ga malu apa sama cewek cantik di samping aku?" godanya membuat pipi cewek yang merasa di sebut merona dan salah tingkah, sementara Rayhan nampak malas menanggapi,
"jangan bercanda lagi Xa, aku ngantuk" gumamnya pelan, nampaknya Rayhan benar-benar masih merasa mengantuk. sungguh sepertinya ia menyesal telah menawarkan diri ikut kegiatan ini.
Alexa masih mencoba untuk membangunkan sang sepupu, dan di saat ia masih sibuk dengan sang sepupu. tiba-tiba saja Haikal sang ketua panitia berteriak menyapa para peserta dan sontak saja itu membuat Rayhan kembali berdiri tegak karena terkejut.
"akhirnya bangun juga" gumam Alexa pelan sambil tekekeh melihat wajah sang sepupu yang linglung.
sementara Mirna ikut terkekeh melihat sikap sang pujaan hati yang baru bangun, merasa gemas dan lucu.
"Xa... kita ke barisan peserta, itu sudah di panggil sesuai kelompok" ajak Mirna setelah mendengar pemandu kegiatan membacakan kembali kelompok.
Alexa pun menarik lengan Rayhan dan berjalan menuju kelompoknya, Rayhan satu kelompoknya sementara Mirna menuju barisan kelompok lain, di setiap kelompok terdapat 2 anggota senior dan 3 peserta mahasiswa baru.
Mereka pun memperhatikan arahan dengan seksama, mengenai rute dan tugas apa saja yang akan mereka kerjakan di setiap pos, para peserta di minta mematuhi ketentuan yang ada demi keselamatan mereka dan lancarnya kegiatan ini.
Setelah mereka saling berkenalan dalam satu kelompok, mereka pun bersiap untuk memulai kegiatan susur malam. satu per satu kelompok mulai meninggalkan area kumpul. Mereka berjalan sesuai kelompok secara bergiliran, dengan jeda waktu yang telah ditentukan, akhirnya kelompok Alexa mulai berjalan menyusuri jalan setepak yang merupakan rute kegiatan.
Rayhan sudah terlihat segar dan sesekali bertanya kepada peserta yang merupakan juniornya di kampus, sementara Alexa mengamati jalan dan memberikan arahan kepada tim kelompoknya.
"kak, itu pos satu sudah kelihatan" ucap seorang anggota dalam kelompok Alexa
"iya, kalian bersiap, kakak akan mengamati dari belakang" ucap Alexa kemudian pindah posisi di belakang anggota kelompoknya.
Mereka pun dengan semangat menjalankan tugas yang di berikan panitia. tak ada keluhan dari mereka, hanya senyum lebar mereka saat menjalankan tugasnya,
"oke, kalian bisa lanjut ke pos berikutnya" ucap salah satu panitia setelah kelompok Alexa menyelesaikan tugas mereka.
"terimakasih kak" jawab mereka kompak,
kemudian Alexa kembali memimpin kelompoknya menuju pos berikutnya,
Suasana yang semula dingin tak terasa lagi setelah mereka menyelesaikan pos pertama mereka, Rayhan yang tadinya masih mengantuk pun sudah terlihat segar dan bersemangat.
Saat tiba di pos dua, mereka pun kembali melaksanakan tugas dengan semangat tanpa keluhan, setelahnya kembali melanjutkan ke pos berikutnya, namun saat di pos 3 salah satu anggota Alexa terpeleset saat hendak kembali ke barisan kelompok setelah menjalankan tugas mereka.
"aduh kak,...sakit, " keluh cewek yang terjatuh, "ga kuat jalan ini kak"
"kalau gitu kamu istirahat di sini dulu ya, kakak rundingin dengan panitia dulu,"
Alexa pun mengajak panitia berdiskusi terkait kondisi yang terjadi, sementara teman sekelompoknya tampak saling menenangkan temannya yang kesakitan. Rayhan pun tampak ikut membantu, sesekali ia melihat kaki cewek yang terjatuh itu, ia merasa khawatir karena pergelangan kakinya tampak membengkak.
"gimana Xa?" tanya Rayhan saat melihat Alexa mendekat,
"kalian gapapa kan tunggu Dina dulu?, setelah Dina di bawa pantia baru kita lanjutkan perjalanan,"
"gapapa kak," jawab 2 anggota junior Alexa dengan kompak
"kita tunggu dulu kak, kasian Dina juga kalau lanjut jalan" lanjut anggota kelompok yang bernama Bagas
"maaf ya, jadi ga enak sama kalian" Dina merasa ga enak sama teman-temannya, karena kurang hati-hati saat dia berjalan malah membuat temannya menunda melanjutkan kegiatannya
"santai aja Din, kita sembari istirahat juga, lagian ini bukan sepenuhnya salah kamu kok, ini musibah" ucap Dedy anggota kelompok yang lain,
"terimakasih ya semuanya" Dina nampak terharu dengan sikap setia kawan teman-temannya,
tak berapa lama terlihat anggota kelompok lain yang berada di belakang mereka mucul di pos tiga, mereka pun melaksanakan tugas setelah pania memberi arahan, sementara kelompok Alexa melihat mereka sembari menunggu panitia membawa motor untuk menjemput Dina.
Sampai akhirnya kelompok terakhir melewati pos ketiga baru panitia sampai dengan kendaraan motornya, Dina pun di papah dan dibantu untuk duduk di motor, karena kondisi yang tidak memungkinkan ia harus segera mendapat perawatan.
Setelah memastikan Dina aman bersama panitia maka kelompok Alexa pun kembali melanjutkan dengan 4 orang anggota dan hanya Alexa satu-satunya perempuan di kelompoknya. Kelompok mereka pun merupakan kelompok terakhir yang melakukan susur malam,
"kak, itu sepertinya pos 4 ya?" tanya Dedy saat melihat cahaya remang-remang di depannya,
"iya mungkin, kita lihat dulu" jawab Alexa merasa tak yakin.
"tapi kok aneh ya" gumam Alexa pelan,
"aneh kenapa Xa?" tanya Rayhan yang mendengar gumaman sang sepupu,
"tunggu sebentar, kalian diam dulu, jangan buat suara?" ucap Alexa pelan seraya mengamati sekelilingnya, kondisi sekitar nampak aneh dan tidak familiar, seperti bukan jalur yang seharusnya di lewati para peserta susur malam
"kita sepertinya salah jalan" bisik Alexa "diam, dan jangan buat suara" Alexa memberikan arahan kepada juniornya untuk mengikuti nya bersembunyi dan mematikan senter mereka
"jalan ini sepertinya bukan yang harus kita lalui,"
"apa kita tadi salah ambil jalan saat di persimpangan tadi kak?" tanya Bagas yang baru menyadari ada tanda yang berbeda di persimpangan jalan tadi,
"mungkin saja, sebaiknya kita kembali ke pesimpangan jalan tadi, sebelum mereka menyadari keberadaan kita,"
"memang siapa mereka Xa?" Rayhan pun masih mencoba berpikir positif
"tidak tau, tapi mereka terlihat mencurigakan, aku tak mengenal mereka, jadi sebaiknya kita kembali"
"oke kak, sebaiknya kita jangan nyalakan lampu senter kak, takutnya mereka akan mengetahui keberadaan kita" sahut Dedy setelah paham dengan situasi yang mereka hadapi saat ini.
"iya, jangan sampai kita terpisah, oke?"
"oke kak" jawab Dedy dan Bagas kompak
Mereka pun melangkah pelan keluar dari persembunyian dan mencoba untuk kembali ke jalur yang seharusnya mereka lewati. tiba-tiba saja tanpa sengaja Dedy menginjak ranting hingga patah, dan membuat suara yang cukup berisik,
"woy... berhenti kalian!!!"
tbc