
~Happy Reading~
“Exa tidak akan tinggalin kakak” Alexa mengangkat kepalanya dan menatap lembut sang kakak tak lupa senyum manis merekah dari bibir tipisnya, “mana mungkin Exa tinggalin kak Joe, selama ini saja Exa selalu berusaha cari kak Joe, giliran udah ketemu kok mau ditinggalin"
“kamu kan sudah terima lamaran dari Devan, kodrat wanita yang sudah menikah kan ikut suaminya” ungkap Joe akan kesedihannya.
“tapi kan masih bisa bersama kak, kita masih tinggal bersama, sama mama juga papa”
Joe termenung mendengarkan ucapan Alexa, sepertinya dia memang melupakan fakta bahwa ia juga merupakan anak angkat dari papa Daniel dan mama Dania. Setelah menikah pun mereka masih bisa bersama, bahkan hubungan kedua orang tua angkatnya akan semakin erat karena Alexa menjadi menantu mereka.
“hmm, baiklah… kakak merestui kalian, berjanjilah untuk selalu bahagia dek” ucap Joe akhirnya,
“terimakaish kak,” Alexa tersenyum semakin lebar kemudian kembali bersandar pada sang kakak “Exa akan selalu bahagia, Exa sudah berkumpul sama kakak lagi, ditambah lagi nanti ada kak Devan, lalu papa Daniel dan mama Dania, rasanya kebahagiaan yang Exa dapatkan sunggu tak terkira, ini luar biasa. Pasti mama dan papa di surga juga bahagia."
Tanpa mereka sadari pembicaraan keduanya didengar oleh banyak orang, om Ardian, tante Rasty, Rayhan dan Devan nampak berdiri berdekatan di depan pintu masuk kamar Alexa. Mereka merasa terharu mendengarkan obrolan sepasang kakak beradik itu, bahkan tante Rasty tak kuasa untuk menahan air matanya, dalam dekapan sang suami tante Rasty menangis terisak.
Mendengar suara isakan tangis membuat sepasang kakak beradik itu mengalihkan pandangannya, menatap ke arah pintu, tak disangka semuanya berkumpul di sana dengan tatapan mata penuh haru, Devan kemudian perlahan mendekat, dan langsung memeluk sang kakak yang telah berdiri di sisi ranjang Alexa.
“Terimakasih kak, sungguh Devan sangat bahagia mendengar ucapan kakak”
Joe tersenyum sembari menepuk pelan punggung adik angkatnya. Sejujurnya Joe juga merasa sangat bahagia, adik angkat yang selama ini menemaninya, dan berkat dirinya pula dia merasakan kasih sayang orang tua secara lengkap, akhirnya akan bersanding dengan adik kandungnya, adik yang harus dia jaga sesuai amanah sang mama.
“Jaga Exa untuk kakak”
“Pasti kak” ucap Devan begitu mantap penuh keyakinan,
Semua orang menatap penuh haru dan bahagia, dan saling berangkulan.
Drrrt… Drrrt
Ditengah rasa bahagia yang baru saja mereka rasakan terdengar getar ponsel dari saku celana Devan,
“Hal…”
“Van segera ke belakang!!” ucap seseorang di seberang sana sebelum Devan selesai menyapa.
“ada apa?”
“segera ke sini!” bukannya jawaban yang terdengar, namun sebuah perintah yang diucapkan seseorang.
“baiklah” Devan segera mematikan sambungan telpon dan menatap sang kekasih yang sedari tadi memperhatikannya saat mengangkat telpone.
“kenapa?”
“aku akan ke belakang sebentar, istirahatlah!” ucap Devan tanpa menjelaskan. Alexa jelas tau ada situasi genting hingga Devan harus beranjak ke bangunan yang berada di belakang rumah, bangunan yang tidak semua orang tau dan tidak sembarang orang bisa mengakses pintu masuk di sana.
“hmm.. hati-hati” ucap Alexa mengerti,
Setelah mengusap pelan puncak kepala sang kekasih, Devan pun beranjak meninggalkan kamar Alexa diiringi tatapan penuh tanya dari semua orang yang berada di kamar.
“kak Devan kenapa Xa?”
“biasa Ray, hanya urusan pekerjaan”
Mereka semua hanya mengangguk mengerti akan kepergian Devan yang terlihat terburu-buru.
“kalau gitu kamu istirahat lagi saja Xa, biar cepet pulih” ujar tante Rasty.
“iya tan, sebentar lagi Exa akan istirahat”
Om Ardian dan tante Rasty pun melangkah keluar untuk membiarkan sang keponakan beristirahat, namun tidak dengan sang sepupu.
“Xa…” panggil Rayhan sembari mendekat
"hmmm"
"Exa..."
“Apa?” jawab Alexa ketus, ia sudah merasakan hawa tak enak dari sang sepupu.
“ketus amat sih?” Rayhan duduk diujung ranjang tempat Alexa berbaring, sementara sang kakak memilih duduk di sofa
“aku tau, pasti kamu ada maunya kan? Udah kelihatan dari gelagatmu"
“ga usah sok manis gitu deh" Alexa memutar matanya malas "apa?”
“hahaa” Rayhan tertawa pelan, “Exa tau banget sih?”
“ih apa sih?” Alexa merasa gemas dengan Rayhan yang bertele-tele sementara kak Joe hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil
“kamu kan mau nikah kan?”
“hmmm, terus?”
“karena aku lebih tua dari kamu, boleh dong aku minta pelangkah?”
“haaaa!!!” seketika Alexa melongo mendengar ucapan sang sepupu,
“iya dong, aku bisa minta dong?”
“ya Allah, Rayhan…. emang mau minta apa sih?”
“mobil, lamborgini keluaran terbaru”
“What's!!” pekik Alexa, tentu saja itu membuatnya begitu terkejut “gila aja sih Ray, ih, kamu kan punya uang banyak ngapain minta kaya gitu?”
“eists, beda dong, mumpung ada kesempatan dong, kalau bisa minta gratis kenapa ga?” ucap Rayhan dengan cengirnya.
“belum juga jadi nikah, udah minta kaya gitu aja, malu dong”
“aku kan mau minta ke kak Devan, Xa.”
“iya justru itu Rayhan Adiputra, makanya bikin malu aja sih!!” ucap Alexa kesal, gemas dengan ucapan Rayhan.
Joe yang mendengar perkataan mereka kembali menggelengkan kepala dan berdecak pelan, bukannya Alexa berisitirahat malah berdebat dengan sang sepupu.
“gapapa kali Xa, ya…. ya…” Devan terus membujuk sembari menggerakan alisnya naik turun.
“ga!” ucap Alexa tegas, “kak Joe aja yang lebih berhak ga minta apa-apa kok”
Sungguh Alexa merasa kesal dengan permintaan sang sepupu, bisa-bisanya minta pelangkah kaya gitu, mana mahal banget lagi harganya.
“ya makanya aku yang minta.”
Huff
Joe menghela nafas , rasanya perdebatan ini tak akan berakhir,
“biar kakak saja yang belikan Ray” ucap Joe pada akhirnya tanpa beranjak dari duduknya
“tap..”
“ah, serius kak!!!” sahut Rayhan dengan cepat, belum selesai Alexa berbicara, Rayhan sudah bangkit dari duduknya dengan wajah berbinar menghampiri sang kakak yang masih duduk tenang di sofa.
“iya… besok kalau kondisi sudah aman, kakak belikan, kamu pilih sendiri yang kamu mau”
“ah,,, yes!!! Ah, kakak emang the best!!!” girang Rayhan, tak apa tak dapat dari calon sepupu, tapi dapat dari kakak sepupu, yang penting dapat, hehe
“ih kakak kok beliin sih, dia punya banyak duit kak” Alexa merasa tak terima, “biar beli sendiri”
“gapapa Xa, anggap aja hadiah dari kakak karena udah jagain kamu”
Wle..
Rayhan menjulurkan lidahnya meledek sang sepupu yang terlihat sangat kesal, Alexa berdecak tak terima karena kakaknya menuruti kemauan Rayhan.
“Kak Joe aja mau-mau aja kok, dari pada aku minta kak Devan”
“aish….” Alexa mencebik menatap kesal sang sepupu yang terus meledek.
Joe pun terkekeh melihat tingkah adik-adiknya, sudah besar, sudah dewasa, tapi tingkahnya masih seperti anak kecil.
Tbc