
~Happy Reading~
Saat Devan fokus melajukan mobil ambulancenya, terdengar rintihan dari belakangnya,
“sssst…eh” Alexa mengerjapkan matanya dan mecoba menggerakkan tangan kirinya, namun apa yang dilakukannya justru membuatnya merintih kesakitan.
“Xa… kau sudah sadar?” tanya Devan penuh kelegaan
“kak…” ucap Alexa lirih, kepala dan tangannya terasa nyeri,
“Apa yang sakit Xa?” tanya Devan masih tetap memacu pedal gasnya. Ia berharap segera menemukan rumah sakit atau klinik dekat dari sana.
Alexa tak menjawab, ia hanya menahan rasa sakitnya sembari mencoba memejamkan matanya, berharap rasa sakitnya akan segera hilang.
Tak berapa lama Devan menemukan sebuah klinik dan segera mamarkirkan mobilnya di depan teras, setelahnya Devan segera meminta bantuan kepada perawat untuk membawa Alexa ke dalam dan mendapatkan perawatan.
“Pak, mereka ?” tanya perawat ragu karena melihat dua orang tak sadarkan diri dengan keadaan terikat saat akan menurunkan ranjang Alexa dari ambulance.
“tidak usah dihiraukan mereka, mereka hanya pingsan”
“tapi?”
“mereka penculik yang menculik calon istri saya, cepat tolong bawa calon istri saya masuk, saya akan menangani mereka”
“baik pak”
Perawat itu pun patuh dan segera membawa Alexa untuk diberi pertolongan, sementara Devan membawa pria yang duduk di depan ke belakang mobil dan mengikat kedua kaki mereka, setelahnya Devan meminta perawat lain untuk mameriksanya, hanya ingin memastikan kondisi mereka tak membahayakan.
Setelah perawat menyatakan mereka hanya pingsan, maka Devan segera mengunci mobil ambulance yang tadi ia gunakan, tak lupa ia pun segera menghubungi rekan-rekannya yang sedari tadi mencoba menghubunginya.
Devan pun beranjak ke dalam klinik setelah memastikan teman-temanya akan segera datang, karena memang mereka sudah dalam perjalanan, tak jauh dari posisinya berhenti saat ini.
“Bagaimana kodisi Exa dok?” tanya Devan saat dokter keluar dari ruang tindakan.
Dokter tak langsung menjawabnya namun langsung mengajak Devan ke ruangannya yang berada di sebelah ruang tindakan.
“apakah ibu habis terjatuh ?” tanya Dokter saat mereka tengah duduk berhadapan
“bukan dok, Exa habis terlibat kecelakaan, tapi ada yang menculiknya saat perjalanan ke rumah sakit”
Dokter mengangguk mendengar penjelasan dari Devan, secara garis besar ia mengetahui penyebab luka-luka di tubuh pasiennya.
“kepala dan tangannya mengalami benturan yang cukup keras, kalau dari pemeriksaan awal sepertinya ada tulang yang patah atau bergeser di tangan kirinya, namun untuk memastikan kami perlu melakukan rotgen, dan CT Scan untuk kepalanya, karena saya tadi menanyakan ibu mengeluh sakit di kepalanya”
“lakukan yang terbaik dok, apa perlu di rujuk ke rumah sakit besar?”
“tidak perlu, kami memiliki perlengkapan tersebut, yang kami butuhkan adalah persetujuan dari keluarga untuk tindakan yang akan kami lakukan”
“baiklah, saya sebagai walinya dok, lakukan yang terbaik untuk calon istri saya”
“baiklah, nanti akan ada perawat yang menemui Anda untuk mengurus administrasinya.”
“Terimakasih dok”
Setelah Alex mendapatkan penanganan yang sesuai, Devan menghubungi Joe yang saat ini tengah bersama om Ardian dan tante Rasty di rumah sakit tempat Rayhan di rawat.
“Exa hilang Van” ucap Joe dalam keadaan khawatir hingga nada suaranya bergetar,
“Exa sama Devan kak, di klinik Persada Hutama, tadi ada yang mencoba menculiknya, tapi Devan berhasil berhasil mencegahnya.”
“Alhamdulillah….” Joe berkata dengan lega, setidaknya adiknya berada bersama orang yang tepat, tak hilang seperti apa yang tadi dia khawatirkan.
Devan pun menjelaskan secara garis besar kondisi Alexa saat ini, dan meminta kepada kakaknya untuk tidak terlalu khawatir karena Alexa sudah mendapatkan penanganan.
“Tolong jaga Exa van!”
“tentuk kak, tanpa kakak minta Devan akan menjaga Exa”
Setelah sambungan telephone terputus pun Joe menjelaskan keberadaan dan kondisi Alexa saat ini kepada om Ardian dan tante Rasty. Mereka sedari tadi merasa penasaran dengan penjelasan dari Devan saat mengetahui Joe menghubunginya.
***
Saat malam tiba Joe tiba di klinik tempat Alexa di rawat, dengan pengawalan ketat Joe di antar untuk menemui adiknya yang saat ini kembali terbaring di ranjang pesakitan.
Clek!
“Xa…” panggil Joe saat melihat sang adik yang tengah di suapi kekasihnya,
“Kak…”
Devan pun berdiri dan memberikan ruang kepada kakak angkatnya itu untuk memeluk adik kandungnya.
“Alhamdulillah…. Kakak seneng kamu tidak hilang dek”
“Exa dari tadi sama kak Devan kak”
Joe tersenyum melihat adiknya baik-baik saja, namun saat melihat tangan sang adik di perban membuatnya kembali merasa sedih, ia merasa bersalah karena tak mampu mejaga adiknya. Di usapnya perban di tangan sang adik, lalu menatap nya bergantian dengan netra bulat sang adik.
“aku baik-baik saja kak, hanya sedikit retak, hehe” Alexa mencoba tersenyum di hadapan kakak semata wayangnya ini,
“maaf kan kakak Xa, kakak tak bisa menjagamu”
“kakak ini bicara apa? Kakak sudah menjaga Exa dengan baik, ini hanya musibah kecil kak, jangan khawatir”
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka sembari Devan melanjutkan menyuapi sang kekasih. Devan pun menjelaskan kondisi Alexa kepada kak Joe bahwa hanya luka di tangannya yang parah, selebihnya tak perlu dikhawatirkan.
Setelahnya meminta Alexa untuk beristirahat, merekapun mengistirahatkan tubuhnya , hingga tengah malam tiba, terdengar beberapa orang berjalan mendekat ke ruangan Alexa dirawat.
Tbc
Hayo….
Kira –kira siapa yang mau mendekat ya?
Tunggu update selanjutnya ya,
Terimakasih untuk dukungannya 🤩🤩🤩
Love you All….😍😍😍