Alexa

Alexa
Part 12



~Happy reading~


"woy... berhenti kalian!!!"


Teriakan dari belakang membuat mereka sejenak menghentikan langkah mereka. Alexe menoleh kebelakang diikuti yang lainnya. Terlihat segerombolan orang dengan badan yang cukup besar berusaha mendekat sambil menunjukkan wajah sangarnya.


“Cepat!! Lari dari sini, dan jangan menoleh ke belakang” bisik Alexa memberikan arahan kepada anggota kelompoknya


“sekarang!!” seru Alexa lagi memberi aba-aba


Alexa dan anggota kelompoknya berusaha menelusuri jalan yang mereka lewati tadi, dalam kegelapan malam mereka berusaha lolos dari kejaran orang yang tak mereka kenal.


Sementara di belakang mereka, gerombolan lelaki bertubuh besar itu ikut berlari mengejar sembari mengumpat kesal.


“matikan senternya, kita sembunyi dulu!” ucap Alexa di tengah lari mereka, ia sesekali menolah ke belakang memastikan gerombolan pria itu semakin jauh dari mereka.


Huh huh huh


mereka berhenti sejenak dan mengatur nafas mereka.


“kak, di sana sepertinya aman” tunjuk Bagas setelah memperhatikan keadaan sekitar dimana mereka berhenti.


“ oke kita ke sana, sebelum mereka sampai sini” ucap Alexa setelah ikut mengamati kondisi sekitar mereka.


Mereka pun bergegas bersembunyi, Alexa pun meminta mematikan nada dering hanphone mereka untuk berjaga-jaga dari kondisi yang tidak diinginkan.


Mereka berusaha tenang dengan kondisi yang mereka hadapi saat ini, meski untuk bernafas saja rasanya sulit, menahan untuk berdiam diri setenang mungkin agar tak menimbulkan suara yang membuat mereka curiga akan keberadaan mereka.


Samar-samar terdengar suara hentakan banyak kaki mendekat, Alexa dan yang lain pun serasa menahan nafas dan menutup mulut mereka. Segerombolan lelaki kekar itu berdiri tak jauh dari tempat Alexa dan yang lain bersembunyi.


“kemana mereka?”


“sudah kembali ke jalan setapak mungkin”


“sial…!! Bos pasti akan marah nanti” umpat salah satu di antara mereka,


Alexa mengintip dari persembunyiannya, dan mendengarkan percakapan mereka, dalam benak nya dia terus berpikir siapakah mereka? Apakah mereka sengaja mengubah tanda jalur kegiatan susur malam? Tapi kenapa hanya kelompoknya saja yang keluar jalur kalau mereka sengaja mengubah tanda arahnya?


Pertanyaan demi pertanyaan terus menggema di benak Alexa.


“ kita ikuti mereka dulu, mungkin mereka belum jauh dari sini, kita tangkap mereka sebelum sampai pos mereka selanjutnya” ujar salah satu pria dalam gerombolan, tampaknya dia adalah pimpinan dari gerombolan itu,


Setelah menerima instruksi dari pimpinan mereka, mereka pun bergeges untuk mengejar Alexa dan kelompoknya


Fiuhhhh


Huh huh


Alexa dan yang lain pun merasa lega setelah ketegangan yang terjadi. Mereka merasa lega karena segerombolan lelaki kekar itu telah meninggalkan lokasi mereka bersembunyi.


“hampir saja” keluh Rayhan


“siapa mereka kak?” tanya Bagas penasaran, karena dia pun merasa curiga kalau jalur yang mereka lewati seperti sengaja di ubah.


“kakak juga tidak tau, kakak tidak mengenal mereka” jawab Alexa yang merasa pertanyaan itu di tujukan padanya.


“dari omongan mereka, sepertinya tanda di persimpangan tadi sengaja mereka ubah kak” ujar Dedy kemudian juga ikut curiga


“ mungkin saja, kita harus berhati-hati, kakak akan hubungi pos keempat untuk mengkondisikan yang lain


“Tunggu Xa, sepertinya kelompok yang lain tidak ada masalah, kita kelompok terakhir kan ini?” cegah Rayhan saat Alexa akan menghubungi panitia.


“iya, kita kelompok terakhir, kita tersalip beberapa kelompok tadi.” Alexa pun terdiam dan kembali berpikir


“ mereka sepertinya sengaja mengubah tanda di persimpangan agar kita melewati jalur ini, bukan jalur yang seharusnya” ucap Alexa lagi


“ iya , aku juga dengar Ray..”


“lalu kita harus bagaimana kak?” tanya Bagas merasa cemas.


“dari pos ke tiga semua panitia sudah kembali belum kak?” Tanya Dedy ikut berpikir mencari solusi


“sudah, selesai menjalankan tugas di pos, panitia akan langsung kembali ke pos pemberangkatan dan ada juga yang menyusul ke pos berikutnya. Kalau dari estimasi waktu kita sampai di lokasi ini kemungkinan mereka sudah menyusul kita di belakang, mungkin sekarang sudah sampai pos ke empat” jelas Alexa


“sebaiknya kita kembali ke pemberangkatan saja, kakak akan hubungi panitia untuk tidak menunggu kita” lanjut Alexa setelah memikirkan solusi yang memungkinkan untuk di ambil


“oke kak, itu jalan yang terbaik saat ini” sahut Dedy


“jarak tempuh nya lebih jauh Xa?” Tanya Rayhan yang sudah tampak lelah


“sama saja, pos ketiga itu di tengah-tengah. Tapi ya kalau dari sini tetap lebih jauh kalau kembali ke pos pemberangkatan, ya mau gimana lagi, kita tak bisa ambil risiko”


“benar kak, ini cara yang lebih aman” sahut Bagas


Setelah disepakati akhirnya Alexa dan yang lainnya kembali menuju ke pos pemberangkatan. Perlahan mereka pun melangkah ke arah persimpangan jalan yang mereka lewati tadi. Alexa memimpin di depan sembari mencoba menghubungi pihak panitia.


Namun sepertinya sinyal pun tak mendukung mereka, tidak ada jaringan disaat di butuhkan,


“ah iya, di sini susah sinyal, tadi panitia membawa walkie talkie untuk komunikasi” ujar Alexa setelah menanyakan kepada yang lainnya untuk memeriksa jaringan telephone mereka.


“kita jalan terus saja kak, menunggu di sini juga malah membuat semakin cemas” ujar Bagas menimpali


Mereka mencoba untuk tenang dan melangkah perlahan sembari mangamati sekitar.


Rayhan pun tampak berpikir keras, sedari tadi mencoba menghubungi sang Papa namun tak juga mendapatakan jaringan telephone. Ini yang menjadi kekhawatiran Papanya. Ia takut gerombolan lelaki bertubuh kekar itu memang mengincar Alexa seperti yang pernah di katakan sang papa, bahwa keselamatan sang sepupu sedang terancam. Meskipun sampai sejauh ini belum ada bukti yang mengancam keselamatan sang sepupu, tapi ia tetap khawatir. Sang papa sudah mewanti-wanti kepadanya untuk menjaga sang sepupu, tapi dengan kondisi yang serba terbatas seperti ini membuatnya kesulitan berkoordinasi dengan sang papa.


“ssst…” Alexa tiba-tiba menghentikan langkah nya dan merentangkan kedua tangannya, lalu segera mematikan senternya


“matikan senternya,” bisik Alexa saat semua nya berhenti melangkah setelah melihat tangan Alexa


“kenapa Xa?” Tanya Rayhan berbisik, sedari tadi dia tidak fokus dengan kondisi sekitarnya,


“sepertinya ada orang di depan sana, depan situ kan persimpangan jalan yang kita lewati tadi”


“apa jangan-jangan mereka menunggu kita di depan?” ucap Dedy curiga


Alexa pun melangkah perlahan ke depan dan mengamati kondisi. Samar-sama ia melihat orang sedang berbicara. Tampak di depan terlihat 2 orang sedang berdiskusi tentang keberadaan target yang di cari.


“gimana Xa?” Rayhan pun ikut mendekat sang sepupu yang tengah mengintip


“mereka di sana, tapi aku hanya melihat 2 orang.”


“sepertinya mereka berpencar Xa?”


“ya bisa jadi, kita coba cari jalan lain” ujar Alexa mencoba berbalik berkumpul dengan juniornya


“kak….” Seketika Alexa dan Rayhan melototkan matanya.


Tbc


Nah yo…. Apa yang akan terjadi pada Alexa?


maaf ya, update nya lama,


Tunggu kelanjutan apa yang terjadi dengan Alexa dan yang lainnya ya….


Terimakasih telah mendukung karya ku…😍😍😍