Alexa

Alexa
Part 38



~Happy Reading~


Sepanjang perjalanan Alexa bersandar manja di bahu sang sepupu yang duduk di sampingnya, namun matanya tetap melihat keadaan di luar. Saat mulai masuk jalan besar, sekitar 1 jam perjalanan dari keluar rumah, Alexa melihat ada mobil yang mencurigakan.


“Tambah kecepatan kak!!” ucap Alexa tegas sembari menegakkan tubuhnya.


Devan pun melirik ke belakang dan sepertinya memahami maksud Alexa memintanya mempercepat laju mobil. Ada mobil yang mengikuti mereka meski masih agak jauh, namun terlihat sangat mencurigakan.


“Maaf om, tante, bi, menunduklah, kau juga Ray” ucap Alexa kemudian masih menoleh ke belakang.


“Mereka semakin dekat Xa?” ucap Devan tetap tenang


“iya kak, sepertinya mobil yang menjaga mobil kita di belakang tadi sudah disingkirkan” Alexa masih bersikap tenang, meski saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan.


Keluarganya terlihat tegang dan tetap menunduk sesuai perintah Alexa, hanya Joe saja yang masih berada di posisi awal, karena duduk di bangku samping kemudi.


“Van, pertigaan depan belok kanan” ucap Joe, ternyata sedari tadi dia memainkan ponselnya mencari jalan alternative agar bisa lolos dari mobil yang mengikutinya.


Devan pun menurut dan membelokkan kemudi mobilnya. Jalan yang cukup ramai membuat mobilnya tersamarkan, namun hal itu tak berlangsung lama, begitu jalan sudah terlihat lengang ternyata mobil yang mengikuti masih berada di posisinya.


“Kak, berikan Exa senjata!!” ucap Alexa dengan cepat tanpa menoleh ke depan, ia masih melihat ke belakang mengamati mobil yang mengikutinya.


“Kak Joe, ambilkan di dashboard” ucap Devan meminta tolong pada sang kakak dan mencoba percaya pada sang kekasih.


Sejenak Joe terdiam saat membuka dashboard yang tertutup, dan melihat senjata api di sana. Lalu melirik ke arah Devan yang fokus mengemudi.


“Kak cepatlah!!” Alexa menoleh dan melihat kakaknya diam saja, hanya melirik Devan dengan penuh keraguan,


“kau bisa gunakan ini Xa?” tanya Joe akhirnya,


Dor!!


Dor!!!


Belum sempat Alexa menjawab terdengar suara tembakan yang mengarah ke mobil yang mereka tumpangi. Alexa pun bergegas mengambil senjata yang dimaksud Devan dengan cepat.


“Kak, stabilkan kecepatan! Aku kan coba mencoba menghambat mereka”


Devan menuruti sang kekasih, mengemudi dengan kecepatan yang stabil, dan kiini posisi Alexa sudah berbalik kembali ke belakang. Jalanan yang mereka lewati sudah terlihat lengang, hanya mobil mereka yang melewati jalan itu. Pantas saja orang-orang yang mengikuti mereka berana mengeluarkan tembakan.


Dengan bersikap setenang mungkin dan berkosentrasi penuh, Alexa mengamati laju mobil di belakangnya, perlahan ia buka kaca mobil yang berada di sampingnya dan begitu ada kesempatan ia segera mengarahkan tembakan ke arah mobil di belakangnya.


Dor!!


Alexa berhasil menembak ban depan hingga membuat mobil itu oleng dan akhirnya berhenti.


“Kak, tambah kecepatan aku rasa mereka tidak hanya satu mobil saja” ucap Alexa setelah menutup kembali kaca mobil, sementara orang-orang yang berada di dalam hanya diam karena merasa ketakutan.


“om, tante, bi, kalian bisa duduk kembali, kau juga Ray”


Semua orang menatap Alexa yang masih memegang senjata dan bersikap tenang, begitu pun Joe yang berbalik menatap sang adik penuh rasa khawatir.


“kenapa?” Alexa melihat Rayhan yang memperlihatkan raut penuh tanya.


“hehe” Alexa hanya nyengir mendengar pertanyaan dari sang sepupu,


“kau membuat kakak terkejut Xa” ucap Joe menimpali, sementara 3 orang yang duduk di belakang hanya diam tanpa bisa berkata apa-apa. Ini pertama kalinya mereka melihat adegan tembakan langsung dan itu membuat mereka begitu tegang.


“kakak sudah tau kan, waktu Devan menceritakan semuanya ke kakak, kenapa mesti terkejut?”


Huff


Joe menghela nafas kemudian kembali ke posisi semula menghadap ke depan, “kakak pikir itu tidak serius”


Alexa hanya diam saja, tak ingin menjawab ucapan sang kakak, dan ucapan Joe pun membuat orang-orang yang berada di samping dan belakang Alexa semakin penasaran.


***


Devan pun memarkirkan mobil yang dia kemudikan di halaman sebuah rumah minimalis dengan halaman yang cukup luas, dengan pagar tinggi di sekilingnya.


Mereka semua pun bergegas ke dalam rumah untuk beristirahat, rasa lelah mereka rasakan setelah ketegangan yang terjadi tadi.


“dengan kejadian tadi apa bisa kami beraktivitas kembali Van?” tanya om Ardian saat mereka semua duduk di ruang tengah


“sepertinya masih belum om, maafkan Devan karena belum memastikan dengan benar kondisi saat ini aman atau belum”


“tidak apa nak, tapi tolong jelaskan pada om, sebenarnya siapa mereka?”


Devan melihat ke arah Alexa seolah meminta persetujuan, haruskan ia menceritakan semuanya? Alexa pun mengangguk menanggapi tatapan Devan.


Huff


Sejenak Devan menghela nafas kemudian mulai menceritakan secara garis besar, siapa orang yang telah menyerang keluarga Alexa dan kemungkinan motif mereka melakukan penyerangan.


“Apa ini juga berkaitan dengan kasus pembunuhan orang tua Alexa?”


“tentu saja om, Hadi yang melakukan pembunuhan dan waktu di Camping Ground, dia kembali untuk menembak Alexa”


“tapi ada yang aneh kak” ucap Alexa menyela, menbuat Devan menolah ke arahnya,


“aneh gimana?”


“waktu di camping Ground, Hadi terlihat agak ragu untuk menembakku, dia memejamkan matanya saat melepas tembakan, dan aku melihat ada earphone yang terpasang di telinganya, seperti ada yang mengendalikannya”


“aku rasa memang ada yang mengendalikannya Xa, pembunuhan pada kedua orang tua kalian dulu juga, ada orang dibaliknya”


“siapa mereka kak?”


“kakak dan yang lain masih menyelidikinya”


Om Ardian tampak diam mendengarkan pembicaraan mereka dan berpikir mengingat kejadian masa lalu, ‘apakah ini berhubungan dengan kejadian sebelum pembunuhan? Tapi kenapa mereka baru muncul kembali setelah Hadi bebas? Kenapa selama ini mereka diam saja?’


Tbc


Terimakasih atas dukungannya 😍😍😍