
~Happy Reading~
“bibi kenapa ga bilang pas lagi pergokin mereka sih” tante Rasty ikut kesal “sekarang jawab Van!”
“waktu itu kan saya ndak tau nyah kalau mas Devan pacarnya mb Exa” jawab bibi dengan cepat,
“emm..itu tan” justru Devan terlihat sangat kikuk, entah kenapa rasanya begitu gugup, jiwa tegas dan beraninya hilang entah ke mana,
“apa?” ketus tante Rasty karena gemas Devan tak kunjung menjelaskan.
Huff
Devan pun menghela nafas kemudian melanjutkan ucapannya
“maaf om, tan, kami memang sudah pacaran cukup lama, dan maaf kalau selama ini kami menyembunyikannya”
Devan pun tak berani menjelaskan secara detail kenapa mereka menyembunyikan hubungan mereka, agar tak membuat semua orang lebih khawatir lagi dengan situasi yang tengah mereka hadapi sekarang.
“lalu memangnya hubungan kalian main-main?” desak om Ardian yang masih tak terima “sampai tak mau mengatakan pada kami”
“haduh, bukan itu maksudnya om, tentu saja Devan serius, Devan benar-benar menyayangi Exa om, bahkan saya sudah berulang kali meminta Exa untuk meresmikan hubungan kami”
“maksud kakak apa?” tanya Rayhan yang masih bingung dengan penjelasan calon sepupunya itu,
“ya Devan sudah melamar Exa” seketika Devan menutup mulutnya karena keceplosan berbicara,
‘haish.. kok keceplosan sih, wah, kak Joe bakal gantung aku nih’ gumam Devan seraya melirik ke arah Joe yang duduk di sampingnya ‘tuh kan, serem amat sih’
Joe menatap tajam dan penuh kesal kepada sang adik yang duduk di sampingnya, sementara om Ardian dan tante Rasty juga tampak terkejut, sementara Rayhan tersenyum penuh arti.
“Exa terima lamaran kakak?” pancing Rayhan karena melihat situasi yang menyudutkan Devan, ingin sekali ia tertawa melihat ekspresi sang calon sepupu yang mati kutu dan merasa terintimidasi.
Devan menelan ludahnya kasar sembari menatap semua orang secara bergantian, Devan dapat mengartikan tatapan penuh pertanyaan dari mereka, memintanya untuk segera menjawab pertanyaan yang baru saja dilontarkan Rayhan.
“iya…” jawab Devan dengan pelan,
“ah…!!” seketika tante Rasty berteriak histeris, lalu berdiri dan berlari memutari meja makan kemudian mendekap Devan dari samping. “akhirnya tante punya mantu!” ucap tante Rasty dengan hebohnya.
Sementara om Ardian membulatkan matanya melihat kelakuan istrinya, bisa-bisanya dia mendekap pria lain di depan matanya. Joe pun sama terkejutnya lalu segera berdiri meninggalkan meja makan.
“ma…” tegur om Ardian “mama!”
“apa sih pa?” tante Rasty masih belum menyadari tatapan kesal sang suami,
“lepasin ndak?”
“ih, papa ih” tante Rasty ikut merasa kesal karena dilarang mendekap calon menantunya “peluk dikit aja sih, ga boleh, calon mantu kita pa” gerutu tante Rasty sembari mencebikkan bibirnya saat melepas dekapannya, sementara Devan terdiam masih terkejut dengan sikap tante Rasty.
Tak menyangka reaksinya akan seperti ini, dia pikir akan ada reaksi penolakan, tapi bolehkan ia merasa senang saat ini? Ini berarti tante Rasty merestuinya kan?
“papa ga suka mama peluk-peluk pria lain kaya gitu” ucap om Ardian dengan wajah kesalnya,
“ih, papa ih, dikit doing, lagian calon mantu pa, calon mantu” tante Rasty menekankan kembali dua kata terakhir yang ia ucapkan,
“Lah, Joe ke mana?” tanya tante Rasty yang begitu tersadar kalau sang keponakan tidak lagi duduk di tempatnya tadi,
“pergi mah” timpal Rayhan sembari berdiri hendak menyusul sang kakak “siap-siap kena amukan kan Joe ya kak” ucap Devan pelan seraya menepuk pundak Devan lalu berlalu meninggalkan ruang makan.
***
Cklek
Perlahan Joe membuka pintu ruangan sang adik, dan melihat Alexa telah membuka matanya,
“kak…” ucap Exa menyapa sang kakak yang terlihat sedih “kakak kenapa?” Exa berusaha untuk bangkit dari duduknya,
“Xa… “ buru-buru Joe menghampiri sang adik dan membantunya duduk, setelahnya ia duduk di sampingnya,
“kakak kenapa?”
Joe menatap sang adik dengan mata berkaca-kaca “kakak sayang sama Exa”
“Exa juga sayang sama kak Joe” ucap Alexa sembari menyandarkan dirinya di lengan kekar sang kakak
“kakak kenapa?” Alexa menanyakan sekali lagi, karena merasa aneh dengan sikap sang kakak, seperti ada beban berat di pundakanya,
“Devan bilang kamu menerima lamarannya?” ucap Joe langsung pada intinya,
Awalnya ia ragu untuk menanyakan hal ini, apalagi kondisi sang adik yang belum pulih, tapi jika tak menanyakan sekarang, pasti akan semakin membuat dirinya bingung untuk bersikap.
“kak Devan sudah bilang ke kakak?”
“hmm”
“kakak merestui kami?”
“jadi benar? Kamu telah menerimanya?” bukannya menjawab Joe malah berbalik bertanya,
“hmmm Exa bilang menerimanya, tapi kalau kakak merestui kami” Exa masih bersandar manja, sementara sang kakak menggenggam telapak tangannya,
“kamu sudah yakin dengannya? Kamu sangat mencintainya?”
“hmmm, selama ini kak Devan selalu melindungi Exa, selalu ada untuk Exa, dan bisa membuat Exa merasa nyaman kak, mungkin karena Exa merindukan sosok kakak, Exa jadi tergantung padanya, dan setelah beberapa lama Exa menyadari kalau Exa mencintainya kak” ucap Alexa dengan tersipu malu lalu menyembunyikan wajahnya di lengan sang kakak.
“adik kakak ternyata sudah besar” ucap Joe dengan pelan, “baru kakak bertemu, tapi Exa sudah mau tinggalin kakak”
Joe merasakan bahagia sekaligus kecewa setelah mendengar ucapan sang adik. Kecewa karena selama ini belum bisa menjaga dan melindungi sang adik, namun merasa bahagia karena sang adik ada yang menjaga selama ini, dan bisa bangkit dari keterpurukan.
“Exa tidak akan tinggalin kakak”
Tbc
Hai semua...
Terimakasih atas dukungannya 🤩🤩🤩🤩