
~Happy Reading~
Alexa dan Rayhan pun tanpa sadar terus berdebat siapa yang akan mencari batuan dan siapa yang akan mengalihkan perhatian gerombolan pria kekar itu.
“sudah selesai diskusinya, nona?”
Ucapan sang pemimpin gerombolan menghentikan Alexa yang akan menjawab pertanyaan dari sang sepupu.
Alexa dan Rayhan pun menolah ke arah sumber suara dan mereka melihat ketiga pria bertubuh kekar tengah menatap mereka dengan senyum smirk mereka.
Dengan santainya Alexa tersenyum lebar memamerkan giginya sementara Rayhan dengan susah payah menelan ludahnya, kemudian melirik ke arah Alexa.
"Xa.." gumama Rayhan pelan,
Alexa pun dengan cermat mengamati situasi saat ini dan melihat peluang untuk berlari ke sisi kanan. Dengan cepat ia pun memberikan kode arahan kepada Rayhan untuk segera lari dari sana,
Rayhan pun mengerti kode arahan yang di berikan Alexa, mereka segera berlari ke sisi kanan mereka, berusaha meninggalkan pria bertubuh kekar itu.
Dengan kondisi yang cukup lelah karena sedari tadi berlari membuat kecepatan berlari mereka berkurang, pada akhirnya merekapun terkepung sebelum jauh melarikan diri.
“menyerah saja nona, saudara mu ini sudah kelelahan” ucap sang pimpinan
Alexa pun menolah ke arah Rayhan yang terlihat ngos-ngosan mengatur nafasnya.
‘dari mana mereka tau Rayhan saudaraku? Siapa sebenarnya mereka?’ batin Alexa merasa bingung
“siapa kalian sebenarnya? Apa mau kalian?”
“sudah aku katakan nona, kau tak perlu mengenal kami”
“tujuan kalian adalah aku bukan? Kalau begitu lepaskan teman-teman ku” Alexa mencoba untuk bernegosiasi.
“tidak semudah itu juga nona, kami tak perlu saksi”
“kalau begitu jangan harap kalian bisa menangkap ku” ucap Alexa sembari memberikan tendangan kepada kedua anak buah pria yang berbicara dengannya.
Kedua pria itu mendekati Alexa dan Rayhan hendak menangkap mereka, namun Alexa melihat peluang dan menemukan titik lemah dari kedua orang itu, hingga melayangkan serangan.
Perkelahian tak dapat di hindari, pukulan demi pukulan Alexa berikan kepada mereka berdua, hingga mereka terkapar, namun salah satu di antara mereka mencoba mengeluarkan senjata api yang yang di bawa. Melihat itu Alexa pun segera merebutnya dan membekuk lengan pria itu ke belakang.
Alexa pun memukul tengkuk pria itu dengan senjata, hingga membuatnya tak sadarkan diri.
"menyerahlah nona!" ucap sang pimpinan mengalihkan perhatian Alexa sembari menyandera Rayhan dan menodongkan senjata api ke arah Rayhan.
"lepaskan dia!" Alexa pun mengarahkan senjata yang ia bawa ke arah pria kekar itu,
"kau tak bisa menggunakan itu nona, jadi jangan menggertak ku" ujar pria itu sembari tersenyum mengejek, merasa menang dengan situasi saat ini
"oh ya," seketika Alexa menarik tuas pengunci senjata yang ia bawa lalu menembakkannya ke arah sisi pria bertubuh kekar itu
Dorr!!
peluru melesat tepat disisi kiri pria kekar, hingga membuatnya terkejut dan ketakutan.
Pria itu pun tau saat melihat Alexa mengatur posisi peluru dalam senjata yang ia bawa. Pria itu menelan ludahnya kasar, namun segera mencoba menenangkan tubuhnya yang bergetar. Ia pun semakin menekan senjata yang ia bawa ke arah pelipis Rayhan.
"kau beruntung tuan, peluru itu tak mengenai kepalamu" ucap Alexa tersenyum smirk,
" kau... kenapa kau bisa menggunakan senjata itu?"
"ck...pertanyaan bodoh" ujar Alexa sembari memberikan tendangan cepat ke arah lengan pria itu ketika sedikit lengah, hingga Rayhan pun terlepas dari cengkraman pria itu,
"seharusnya kau sudah tau siapa diriku" ujar Alexa lagi, sembari memberikan pukulan demi pukulan kepada pria kekar itu,
"kalian sudah menyelidikiku bukan?"
Pria itu terlihat tak berdaya, tak mampu menjawab pertanyan Alexa , setelah menerima pukulan dari nya, akhirnya ketiga pria kekear itu terlihat lemas, tak mampu melawan lagi.
"kau tak papa Ray?" ucap Alexa sembari mendekati sang sepupu yang nampak terkejut,
Rayhan terlihat linglung, terkejut dengan hal yang baru saja di alaminya. ia tau kalau sang sepupu jago bela diri, tapi ia tak tau kalau sepupunya itu bisa menggunakan senjata api, otaknya seolah tak mampu menerima hal yang baru saja di lihatnya,
"Xa,... kau..." ucapnya terbata saat dia herhasil berdiri tegak setelah di bantu sang sepupu, "tadi.."
"kenapa?" tanya Alexa dengan polosnya seolah tak mengerti yang di maksud sepupunya itu
"sejak kapan kau bisa menggunakan senjata api?" wajah Rayhan masih menunjukan rasa terkejutnya
"hmmm, aku hanya asal tadi" Alexa tersenyum lebar menunjukan wajah polosnya
"what???!!!!" Rayhan kembali terkejut dengan ucapan seupunya
"jangan bohong Xa" Rayhan tak terima, meski dalam kondisi lemah, ia masih bisa melihat bagaimana lihainya sang sepupu menggunakan senjata api, seolah sudah terbiasa, tak ada getar ketakutan dalam tubuhnya bahkan terlihat sangat percaya diri.
"oh ayolah Ray, ini bukan saatnya kita membahas itu, " Alexa mencoba mengalihkan pembicaraan mereka,
"kita harus segera pergi dari sini,"
Masih ada hal penting yang harus mereka lakukan, jadi mereka harus bergegas dan tak membuang waktu dengan obrolan tak penting ini, pikir Alexa
"tapi Xa"
"ssst, ayolah Ray..." ajak Rayhan bergegas, dan ia pun melangkah meninggalkan lokasi itu
"Ray..??" Alexa pun membalikkan badannya karena tak mendengar sang sepupu mengikuti langkahnya
"Hallo Alexa..."
Dorrrr!!!!
tbc
hayo...
siapa tuh yang menembak, tunggu update selanjutnya ya,
terimakasih untuk dukungannya 🤩🤩🤩