Alexa

Alexa
Part 21



~Happy Reading~


"Assalamu'alaikum!!!!!!"


terdengar lengkingan salam dari arah luar membuat semua orang yang berada di ruang keluarga menoleh ke sumber suara.


Joe yang sudah hafal dengan suara itu pun langsung duduk, tak perlu menyambut kedatangannya pikirnya,


"kak Devan.." sapa Alexa saat pria yang jadi pusat perhatian itu berdiri di dekatnya


"hai... Xa, gimana kabarmu?"


"aku baik kak" Alexa pun memperlihatkan senyum manisnya.


"ini untukmu, selamat...sudah pulang ke rumah" Devan pun memberikan seikat bunga untuk Alexa, dan mengusap pucuk kepalanya dengan lembut, kemudian dia berbalik untuk menyapa semua orang, termasuk menyalami dua pasang paruh baya yang ikut duduk di sana


Semua teman-teman Alexa tak berkedip menatap adegan kemesraan secara live di depan mereka. Mereka berpikir siapakah gerangan pria gagah di depan mereka ini. Mereka baru saja melihatnya, tapi kenapa begitu akrab dengan Alexa.


"wah, lagi makan siang, sepertinya aku telat ya?" Ucap Devan dengan tidak tau malunya setelah menyapa semua orang,


"nak Devan belum makan?" tanya tante Rasty ketika melihat Devan duduk dengan mata berbinar menatap makanan yang masih tertata di tengah.


"he..he.. belum tante," Devan meringis memamerkan gigi putihnya sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"kalau begitu makan saja, masih ada beberapa lauk, kalau nak Devan mau”


"ah, siiappp tante, dengan senang hati"


Kedua orang tua Devan pun hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan putranya.


"kaya ga pernah makan aja sih Van" ledek Joe pada adiknya yang tengah mengambil makanan dalam porsi banyak


"oh, tau aja sih kak, beberapa hari ini emang aku kurang makan"


"anak kuranga asem, emang tiap hari mama ga masakin makanan enak" Mama Dania pun mencubit pinggang sang anak lantaran asal bicara


"ih, mama, sakit ma..." Devan pun mengusap hasil cubitan sang mama, yang pastinya akan merah kalau dia lihat.


"biarin, punya anak segedhe gini, tapi tingkahnya masih malu-maluin" kembali lagi mama Dania menepuk punggung sang anak.


semua orang yang melihat tingkah ibu dan anak itu hanya terkekeh hingga menggelengkan kepala.


"maaf ya pak Ardian, bu Rasty, istri dan anak bungsu saya kalau lagi bareng, memang begitu" ucap papa Daniel setelah menghela nafas karena malu,


papa Ardian pun tertawa, "sama saja pak, kalau ndak kaya gitu ndak rame"


***


"sayang, mama pulang dulu ya" mama Dania tampak enggan untuk pulang tanpa membawa anak gadisnya


"iya ma..." ucap Alexa dengan senyum manisnya, pada akhirnya Alexa ikut memanggil mama kepada mama Dania,


Alexa merasa tidak enak dengan paksaan mama Dania dan bujukan Devan beberapa hari lalu saat Alexa masih dirawat di rumah sakit.


Flashback on


Saat sore hari, setelah dokter memeriksa kondisi Alexa, Joe dan keluarga Rayhan meninggalkan ruang rawat Alexa untuk membersihkan diri di penginapan.


“Tante, maaf malah jadi merepotkan tante dan om di sini”


“Eh, kok masih panggil tante sih cantik, mama sayang… panggil mama, mama…”


“tapi…”


“ga ada tapi-tapian pokoknya panggil mama, kamu kan juga anak gadis mama, terus panggil papa Daniel juga papa, no bantahan!”


“dibiasakan aja sih Xa, cepat atau lambat kan kamu juga bakal panggil mereka papa mama” ucap Devan dengan penuh percaya diri


Alexa semakin tak mengerti maksud Devan, namun karena tak ingin melihat mama Dania semakin marah akhirnya Alexa memanggil mama, walau sebenarnya ada rasa hangat ketika dirinya memanggil mama, sudah lama sekali ia tak memanggil ‘mama’ yang ditujukan kepada orang lain secara langsung.


“apa sayang? Ulangi lagi”


“mama…”


“ah…. aduh, anak gadis mama, akhirnya….” spontan mama Dania memeluk Alexa dengan gemasnya.


Flashback Off


"aduh, kamu gemesin banget sih...." mama semakin heboh sendiri "papa... Exa bawa pulang ke rumah yuk pa..." rengek mama Dania pada sang suami yang berdiri di sampingnya


"ma, kita kan udah bahas ini sih" papa mulai merasa tak enak pada keluarga om Ardian


"mama sabar sih, besok Devan bawa pulang Exa ke rumah,"


mama yang mendengar bujukan anak bungsunya terlihat berbinar bahagia, "benar ya, Exa ke rumah mama"


"iya ma, kan Exa nanti kan bakal jadi mantu mama" kata Devan dengan tanpa dosa “jadi istri aku”


"eh... mana bisa?!" bukan mama Dania atau papa Daniel yang menjawab ucapan asal Devan, tapi sang kakaklah yang langsung menolak dengan tegas.


"lah... kak Joe.... boleh ya?"


“nggak, ga rela kakak” tegas Joe tanpa memberikan alasan,


“mama juga ga setuju, ga rela mama Exa jadi istri anak bandel kaya kamu” mama Dania mendekap erat Alexa agar tak di ambil anak bungsunya.


Devan langsung memperlihatkan wajah cemberutnya, merasa kecewa karena dua orang tersayangnya langsung menolaknya.


Untung saja teman-teman Alexa sudah pulang dari tadi, kalau tidak mereka akan kembali menyaksikan tingkah absurd Devan dan mamanya


Sekali lagi papa Daniel hanya menghela nafas, “Exa, jangan dengerin omongan mereka ya, sudah sebaiknya kamu istirahat sana”


“i… iya pa”


“Ray, antar Alexa ke kamarnya” perintah mama Rasty kepada putranya yang masih melongo melihat tingkah keluarga Devan,


Alexa pun kemudian dipapah Rayhan menuju kamarnya, karena kamar nya berada di lantai atas, yang tak mungkin dilewati menggunakan kursi roda, meninggalkan Devan yang semakin menunjukan wajah cemberutnya.


“udah, ayuh pulang, lain kali kalau bercanda jangan keterlaluan” ajak papa Daniel cepat, kalau tidak ia yakin drama keluarga akan terjadi lagi.


“lah papa, Devan ga bercanda kok…” Devan pun semakin merengek, sepertinya tak ada yang menganggapnya serius,


‘aku kan beneran suka sama Alexa, emang apa salahnya kalau Alexa jadi istriku? Justru kalau jadi istriku kan Alexa jadi tinggal di rumah, gimana sih mama papa ini?’ gerutu Devan dalam hati


Om Ardian dan tante Rasty pun sepertinya tak menganggap serius ucapan Devan. Mereka hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat tingkah Devan yang menurut mereka lucu. Tingkahnya ternyata tak jauh beda dengan putra semata wayang mereka pikirnya.


hehehe


Setelah papa Daniel menyampaikan maaf dan ucapan terimakasih atas jamuan yang telah disajikan, mereka pun pamit dengan Devan yang di seret paksa oleh sang mama.


“ma, Devan masih mau di sini…” rengek Devan dengan tak relanya.


“ga boleh lama-lama di sini, nanti anak gadis mama terkontaminasi sama kebandelan kamu”


Papa Daniel pun mengiringi sang istri dan putra nya yang di seret dari belakang, kembali menghela nafas


“mereka lucu ya pa?” ucap mama Rasty yang masih mengamati tamunya yang baru saja melangkah ke arah mobil mereka


“hehe,… iya ma, Devan persis kaya Rayhan” papa akhirnya terkikik setelah tamu mereka tak terlihat


“apa nya yang mirip pa?”


tbc


terimakasih atas dukungannya, 🤩🤩🤗


tunggu update selanjutnya