Alexa

Alexa
Part 15



~Happy Reading~


Suasana hening membuat Alexa membalikkan badannya. Ia tak mendengar Rayhan mengikuti langkahnya.


Terlihat Rayhan berdiam diri terpaku di tempatnya dengan tubuh bergetar, matanya terbuka lebar melihat sosok di depannya. Alexa pun mendekati sang sepupu yang sama sekali tak bergerak.


“Hallo Alexa” sapa sosok pria di depannya


Alexa pun mengernyitkan dahi nya, merasa tak mengenal sosok pria yang berdiri di hadapannya.


“oh kau sudah tak mengenal ku ya, tentu saja” ucap pria itu semberi tersenyum miring,


“tapi kau tak perlu mengenalku, karena kita tak akan bertemu lagi”


Secepat kilat pria itu mengangkat tangan dan membakkan senjata api yang di bawanya


Dorr!!!


“Alexa!!!!” seru Rayhan saat melihat sang sepupu terjatuh.


Dorr!!!


Sekali lagi bunyi tembakan itu terdengar, namun bukan dari senjata pria yang menembak Alexa.


Dua orang pria muncul dari sisi kanan Rayhan dengan nafas tersengal


“Xa… Alexa!” seru salah satu pria yang muncul,


Alexa terbaring dengan memegang dadanya yang bersimbah darah. Kesadarannya mulai menurun, kodisi yang masih gelap semakin membuat penglihatannya kian kabur, samar-samar terdengar beberapa orang memanggil namanya.


“Xa, bertahan Xa” ucap lelaki itu dengan wajah paniknya,


Sementara Rayhan tak bisa berbuat apa-apa, ia merasa panik dan bingung harus melakukan apa,


Kejadian yang sangat cepat membuatnya tak berkutik, ia terduduk menatap Alexa yang telah dipangku seorang pria yang tak di kenalnya.


“Kak, kita harus bawa Exa ke rumah sakit” ucap salah seorang pria lagi menyadarkan Rayhan dari keterpakuannya.


Pria itu sepertinya baru saja mengejar sosok pria yang telah menembak Alexa,


“kak,” ucapnya lagi, membuat pria yang memangku Alexa seketika terbangun sembari menggendong Alexa dalam dekapannya.


“Van, aman kan lokasi”


“sudah kak, dia sudah kabur”


“kalian siapa?” ucap Rayhan yang merasa tak mengenal mereka


“ ikut kami Ray,” ucap pria yang menggendong Alexa


Mereka pun melangkah ke arah mobil mereka terparkir, terlihat Bagas dan Dedy di sana telah tebebas dan tengah menjaga dua orang yang menyandra mereka sebelumnya.


“kak, kak Exa kenapa?” tanya Bagas begitu melihat Alexa sudah dalam keadaan tak sadarkan diri dalam gendongan orang yang telah menolongnya tadi.


Tak ada yang menjawab pertanyaan yang di ajukan entah kepada siapa,


“Kak, bawa Exa ke rumah sakit, aku akan menyusul setelah mengurus mereka”


Laki-laki itu pun mengangguk, dan segera bergegas membawa Alexa ke dalam mobil yang mereka bawa tadi, sementara pria yang berbicara dengannya tetap tinggal untuk menyerahkan gerombolan pria kekar itu ke pihak berwajib.


Rayhan pun langsung mengikuti pria yang membawa Alexa, ia tak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan dengan sepupunya. Rayhan belum sepenuhnya percaya dengan pria yang menolongnya, ia tak mengenali siapa mereka.


***


“Kalian bantu saya membawa pria yang di sana” ujar pria yang tetap tinggal di lokasi kejadian.


Pria yang tak lain adalah Devan itu meminta kedua junior Alexa untuk membawa ketiga pria bertubuh kekar yang masih tak sadarkan diri setelah berkelahi dengan Alexa.


“tapi kedua orang ini bagaimana kak?” ucap Dedy merasa khawatir 2 orang yang tangah mereka jaga akan kabur


“tidak usah khawatir, mereka tak akan ke mana-mana” ucap Devan sembari memborgol kedua tangan pria bertubuh kekar itu dengan pintu mobil jeep yang mereka bawa.


“oke kak”


Mereka bertiga pun melangkah ke lokasi di mana ketiga pria itu tak sadarkan diri, namun sudah dalam kondisi terikat. Masing-masing dari mereka memapah sorang pria menuju ke mobil.


Setelah memastikan semuanya sudah di dalam mobil dalam keadaan terikat dan tak bisa kabur, Devan segera menguhubungi kembali keberadaan rekannya.


Tak berapa lama 2 mobil polisi mendekat, Devan pun melambaikan tangannya seolah menunjukan keberadaannya.


“pagi!” kedua pria itu pun berjabat tangan, mengabaikan keterkejutan dari kedua junior Alexa


“bawa mereka ke kantor polisi, tapi saya tak bisa ikut, ada hal lain yang harus saya urus”


“siap pak” pria berseragam polisi polisi itu memerintahkan rekan-rekannya membawa kelima pria berbadan kekar itu menuju mobil polisi yang mereka bawa.


Sementara Bagas maupun Dedy hanya berdiam terpaku di sebelah Devan yang mengamati para polisi itu.


“kami akan kembali ke kantor pak, terimakasih atas bantuannya” pamit pria yang berbicara dengan Devan tadi setelah memastikan semuanya terkendali dan siap kembali ke markas,


“terimakasih kembali, kalau ada yang perlu keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi saya, dan kedua anak ini”


“siap pak”


“saya akan mengantar mereka terlebih dahulu, mobil kalian akan saya kembalikan nanti setelah beres”


“siap pak”


Para polisi pun meninggalkan lokasi itu bersama gerombolan pria bertubuh kekar serta kedua mobil mereka. Sementara salah satu mobil polisi tetap terdiam karena akan di gunakan Devan untuk mengantar junior Alexa.


“mari saya antar” ucap Devan tanpa memberikan penjelasan kepada kedua pria itu.


“kakak polisi?” Tanya Dedy yang sedari tadi penasaran dengan pria yang telah menolongnya


“hmmm” hanya itu yang Devan jawab


“terimakasih kak, sudah menolong kami” lanjut Bagas yang paham sepertinya Devan enggan mambuka identitasnya


“hmm” lagi-lagi Devan hanya berdehem menjawab pertanyaan dari junior Alexa


Hari tengah menginjak sedikit terang saat mereka bertiga tiba di area kumpul, tampak di sana sekolompok mahasiswa tengah berkumpul berdiskusi dan kelompok yang lain tengah duduk istirahat di tanah lapang.


Mobil polisi yang memasuki area parkir membuat mereka mengalihkan perhatiannya. Karena kebetulan area kumpul berdekatan dengan tempat parkir.


Rizal dan Haikal sang ketua panitia pun segera berlari mendekati mobil yang di kemudikan Devan setelah melihat dua mahasiswa yang ikut kegiatannya turun dari mobil.


“Kak…” panggil Bagas pada kedua seniornya yang berlari mendekat.


“kenapa kalian bisa ikut mobil polisi?” Tanya Rizal saat mereka tiba di dekat mobil


“di mana Alexa dan Kak Rayhan?” tanyanya lagi setelah memastikan tidak ada yang turun lagi dari mobil.


“kak Exa dan kan Rayhan….”


“selamat pagi” sapa Devan seketika menghentikan Bagas yang ingin bicara


“pagi” jawab Rizal sembari menjabat tangan Devan, di ikuti Haikal yang mejabat tangan pula,


“maaf pak, bagaimana mereka bisa ikut bapak?”


“begini, ada insiden yang terjadi di tengah jalur kegiatan kalian, dan kami menemukan mereka disandera oleh sekelompok pria, dan untuk dua teman kalian sedang kami larikan ke rumah sakit karena memerlukan perawatan akibat insiden itu”


“bagaimana itu terjadi pak?”


“hmm, saya rasa kami belum bisa menjelaskan detail bagaimana ini bisa terjadi. Kalian bisa mendapat penjelasan lebih detail di kantor polisi, karena saat ini kelompok pria yang menyandera mereka telah di bawa ke kantor polisi.”


“ah baik pak, kami mengerti” ucap Rizal setelah mengerti akan situasi yang terjadi.


“saya hanya mengantar teman kalian, dan untuk yang kedua orang itu kami akan urus dan menghubungi keluarganya. Jadi kalian tetap bisa melanjutkan kegiatan kalian tanpa mereka berdua”


“baik pak, terimakasih banyak” ucap Rizal, sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada pria yang mengemudikan mobil polisi itu, namun ia paham sepertinya bukan kewengannya untuk menjalaskan kejadian yang terjadi.


“terimakasih kak, sudah menolong kami” ucap Dedy saat melihat gelagat Devan yang sepertinya hendak pergi dari sana


“sama-sama, siapkan diri kalian mungkin nanti ada polisi yang menghubungi kalian untuk di mintai keterangan”


“siap pak, sekali lagi terimakasih”


“maaf pak, kak Alexa di bawa ke rumah sakit mana?”


“saya masih belum tau, mungkin rumah sakit terdekat daerah sini.”


Setelah memberikan sedikit penjelasan akhirnya Devan pun berpamitan kepada para mahasiswa. Ia hendak menyusul sang kakak yang telah membawa Alexa ke rumah sakit


tbc.