
~Happy Reading~
“Xa!!!” seru Joe saat melihat adiknya mendapat pukulan di kepalanya sebelum pria itu di bekuk oleh anggota team Devan.
Alexa memegang kepalanya, mearasakan pusing yang luar biasa, dirinya lengah saat berhasil menangkis lawan di depannya, namun tak di dangka dari belakangnya ada pria yang memukulnya. Alexa memandang sang kakak yang semakin mendekat dengan wajah paniknya, semakin dekat hingga pandangan Alexa semakin gelap.
“Xa... Ya Allah...” seru Joe yang berhasil menahan tubuh adiknya sebelum terhempas di tanah.
Devan yang lainnya masih fokus untuk menangkap mereka, dan Joe segera menggendong Alexa untuk menepi, dan memeriksa kondisi tubuh adiknya. Raut cemas tak hilang dari wajahnya. Dia begitu ketakutan saat melihat kepala belakang sang adik mengeluarkan darah segar.
***
“Gimana kondisi Exa kak?” tanya Devan yang baru saja masuk ke dalam ruangan rawat tempat Aexa terbaring.
“masih sama Van, kondisinya cukup stabil, tapi dia tak mau bangun.”
Sudah tiga hari sejak peristiwa menegangkan itu, Alexa terbaring tak sadarkan diri di ranjang pesakitan.
Tak lama setelah Alexa tak sadarkan diri, Devan dan team berhasil mengamankan situasi, dan membawa mereka ke markas, sementara Joe membawa Alexa ke rumah sakit untuk mendapatkan pananganan.
“Apa Hadi sudah mau memberitahu di mana bosnya?”
“sudah kak, tadi malam saat kami temukan dia dengan anak dan istrinya dia akhirnya mau buka suara”
“Alhamdulillah, kakak begitu berterimakasih ke kamu Van”
“sudah menjadi tugasku kak, jangan seperti itu” timpal Devan sebelum Joe melanjutkan kalimatnya.
Cklek
Terdengar pintu ruang rawat terbuka dan 3 orang masuk secara beriringan,
“Kau sudah sehat Ray?” tanya Joe pada adik sepupunya
“sudah kak, Ray sudah keluar rumah sakit dari kemarin”
“syukurlah kalau begitu,” Joe pun lega mendenger kondisi sang sepupu sudah sangat baik, ia merasa gagal karena tak bisa melindungi kedua adiknya, bahkan sampai sekarang sang adik tersayangnya masih terbaring lemah tak sadarkan diri.
“Apa Hadi sudah tertangkap Van?” kini om Ardian membuka suara setelah mereka duduk di sofa,
Om Ardian mendapatkan telpon dari kepolisian kalau Hadi telah tertangkap dan sedang dalam proses interogasi.
“sudah om, kemarin sore”
Om Ardian menghela nafas lega, orang yang mecelakai keluarganya akhirnya tertangkap.
“Orang yang berada di baliknya masih dalam pengejaran"
"apa om sudah tau putra Hadi adalah orang terdekat om?" tanya Devan, membuat om Ardian mengerutkan dahi, bagitupun dengan yang lainnya.
"apa maksudmu Van?"
"om mungkin akan sangat terkejut saat mengetahui sebab terjadinya peristiwa pembunuhan beberapa tahun lalu" uca Devan masih menyembunyikan informasi yang di dapatnya.
"jelaskan pada kami Van" ucap Joe yang ikut penasaran,
Devan memandang semua orang yang menatap dengan raut penasaran. Setelah menghela nafas sejenak, Devan pun menyampaikan informasi yang di dapatnya.
Peristiwa beberapa tahun lalu, memang Hadi lah pelakunya, dia melakukak itu karena mendapatkan tekanan dari keponakan pria tua yang di tolong papa Adi, anak dan istri Hadi disekap dan disiksak, jadi mau tidak mau Hadi melakukan pembunuhan itu, Saat Hadi sudah di tahan, istri dan anaknya di bebaskan tapi tetap di awasi, diam-diam anak Hadi yang mulai tumbuh besar menemui sang ayah yang mendekam di penjara, meminta penjelasan.
Flashback on
"Ayah..." sapa seorang pria yang mengenakan baju tahanan.
"Wan... Maafkan ayah nak"
"Apa ayah menyesal?"
"tentu saja nak, Peristiwa itu selalu menghantui ayah, ayah merasa sangat bersalah pada pak Adi dan bu Rini, apalagi anak-anaknya masih kecil" Hadi menunduk, tak dapat menghentikan air mata yang mengalir diri pelupuk matanya.
"aku akan cari cara untuk meringankan hukuman ayah"
"tidak nak, biarkan ayah menebus semua kesalahan ayah di sini, biarkan ayah menerima hukuman ayah, tapi ayah minta tolong ke kamu, bantu keluarga pak Adi, orang-orang itu pasti masih mengincar NRC"
"baik yah, Ridwan akan berusaha"
Flashback Off
Ridwan adalah putra dari Hadi, selama ini diam-diam dirinya membantu keluarga Alexa dengan menjadi asisten pribadi Om Ardian kemudian beralih menjadi asisten Rayhan.
"Mungkin om menyadari selama om Ardian memegang NRC, ada orang yang menjatuhkan, tapi Ridwan turut bekerja keras untuk memulihkan"
Om Ardian mengangguk, membenarkan ucapan Devan. Memang benar beberapa tahun menghandle NRC, ada pihak yang ingin menjatuhkannya namun dengan kepintaran Ridwan yang membantunya membuat om Ardian bisa mengatasi segala masalah yang ada, hingga NRC masih bisa berdiri kokoh sampai saat ini, dan ketika Rayhan mulai memegang perusahaan yang di dirikannya sendiri, om Ardian meminta Ridwan untuk mengajari sang putra.
"Sungguh om tak menyangka anak pembunuh itu dekat dengan kami selama ini"
tbc
Hai hai , maafkan othor yang baru update
terimakasih atas dukungannya 🤩🤩🤩
Love you all 😍😍😍