
Swosh!!
Blam!
Posisi Valheins pada saat itu agak jauh dari Alexa berdiri, tapi dengan cepatnya Alexa mampu mennghampiri pria itu dan kemudian mencegat perbuatan Valheins mengendalikan ibunya.
"Arkh!!"
Pekik Valheins saat dia mendapat serangan dari Alexa. Entah mengapa dia bahkan tidak bisa berlari menjauh dan menghindar dari pukulan maut Alexa yang mengarah ke bagian dadanya itu.
Dan sekarang dia tergeletak tak berdaya. Dengan tubuh yang tersungkur di atas kursi kebesarannya, dan terduduk dengan lemah. Bahkan satu pukulan dari Alexa saja sudah berhasil menumbangkan tubuhnya, bagaimana dia bisa berpikir untuk mengalahkan Alexa dan menguasai kekuatan abadi dengan jantung Alexa itu?
Agaknya semua itu hanya akan berakhir dengan kata mustahil. Entahlah.
Sekarang nafas Alexa terdengar memburu, dengan pedang yang dia julurkan ke depan, pedang milik sang ayah, warisan turun temurun yang entah mengapa pada hari itu dia dapatkan. Dan sekarang, pedang itu dengan gagah berani dia pegang dan dia julurkan di hadapan Valheins, kakek kandungnya sendiri.
"Lihat, kakek, seharusnya kamu mengajari cucumu ini berperilaku baik, tapi karena kamu, aku malah jadi wanita yang ingin menghancurkan kakekku sendiri, apa yang bisa aku lakukan, jika kakekku sendiri yang mengajari aku." Ucap Alexa menohok pada kakek kandungnya sendiri.
Namun sang kakek agaknya tidak bisa dipatahkan. Sudah jadi kebiasaan sejak dahulu, pria ini tidak akan semudah itu mengalah, merasa tersindir, atau merasa tersentuh hatinya. Sejauh ini tidak ada yang bisa melunakkan hati kecilnya, entah siapa yang akan berhasil membuat pria tua itu melunak.
"Kakek, sekarang lepaskan ibuku dari sihir menyedihkan itu, atau pedang ini akan segera membelah tubuhmu dan mengantarkan dirimu pada neraka!" ucap Alexa pada kakek kandungnya, dia bahkan mengancam tanpa berpikir kalau dirinya masih harus berbakti pada yang lebih tua. Agaknya dia tidak mau membuang-buang waktunya dengan percuma hanya untuk menghormati pria menyedihkan ini.
Pria tua di atas kursi singgasana itu hanya terlihat menyingkirkan pedang warisan tetua kelompok serigala dari arah dadanya, dan kemudian mulailah dia bergerak bangkit dari duduknya, lalu menatap Alexa dengan tajam.
"Pertama, aku bukan kakek kamu, kedua, aku tidak suka berdamai dengan makhluk menyedihkan seperti dirimu!" ucap Valheins, bisa dilihat sendiri, bahkan dia yang mengajari cucunya sendiri untuk tidak menghargainya. Bukankah Alexa tidak termasuk bersalah jika suatu hari nanti gadis itu membunuhnya?
"Wow! itu artinya kau tidak mau berdamai dengan dirimu sendiri, karena kaulah makhluk menyedihkan itu!"
Sling!
Pertarungan dimulai. Alexa yang lebih dulu mengangkat pedangnya dan menyerang kakek tua itu. Sementara dalam kesibukannya, Valheins rupanya menyenangkan dirinya untuk mengendalikan Riyana dengan pemikirannya, hingga membuat peperangan pun tidak bisa terhindari.
Pertarungan yang melibatkan satu keluarga, antara Alexa melawan kakek kandungannya, Valheins, dan juga Riyana yang melawan suaminya sendiri, Sean.
"Tidak, Riyana, aku tahu kau mendengarkan aku! sadarlah!" ucap Sean sambil terus mencoba untuk menangkis arahan pedang Riyana yang terus menerus memojokkan dirinya.
Meskipun dia berada dalam tekanan serius, tapi dia tidak mau gegabah dengan memberi penyerangan terhadap sang istri. Dia tahu sang istri hanya mati diluar, tapi hatinya, sebenarnya masih sama, hidup dan menyayangi dia dengan abadi.
*Sean, aku mohon, cegat aku, bunuh saja aku, daripada aku yang harus menghabisi dirimu, aku mohon hentikan aku*!
Benak Riyana berkata-kata, seakan tidak sanggup untuk menyerang suaminya, sayang sekali, dia terlalu lemah untuk melawan sihir dari sang ayah itu.
"Riyana, bangunlah, aku mohon!" ucap Sean sekali lagi.
Trang!
Trang!
Swosh!
Suara pedang berbunyi di tengah-tengah peperangan keluarga ini. Mereka saling mencoba mempertahankan diri mereka, sementara di tengah perjuangan Alexa itu, Shaga malah hanya berdiri seperti patung yang tidak berguna.
Maklum saja, dia baru saja berhasil kehilangan kekuatan besar yang sempat dia banggakan. Ya, dia kembali lagi jadi Shaga yang sebelumnya, entahlah, dia semakin merasa tidak berguna setelah mendapat kesialan itu.
Dan sekarang dia hanya berdiri menyaksikan pertarungan satu keluarga ini. Sempat dia berpikir ingin membantu Alexa melawan pria tua yang menjadi alasan dirinya untuk kembali seperti semula, tapi bukankah menggangu reuni keluarga itu tidak baik?
Ia pun hanya mencoba untuk diam di tempatnya, dan menyaksikan pertarungan asik ini dengan sangat santai, seolah dia tak punya beban apapun.
"Hem, aku tidak mau mengacaukan reuni keluarga besar ini, kecuali jika aku sudah jadi anggota keluarga mereka kelak." Ucap Shaga sambil terkekeh sedap.
Trang!
Blam!
Krrrrrttt
Akhirnya setelah sekian lama keduanya bertempur, Alexa jatuh juga terkena pukulan mematikan dari tangan Valheins, yang kemudian mengenai bagian dadanya, dan membuat dirinya terpaksa jatuh.
Ha.. ha... ha...
Teriakkan Valheins sungguh sangat meledek, tapi apalah daya, Alexa saat itu tidak bisa bangkit, ya, mungkin butuh waktu beberapa saat untuk memulihkan tubuhnya lagi.
"Lihatlah anak muda ini! kedua orang tuanya saling melawan, dan dirimu juga malah mengirimkan nyawamu padaku, aku tidak tahu drama apa yang telah kau lalui bersama dengan kedua orang tuamu itu," ucap Valheins dengan sangat sombong, "tapi satu hal yang sangat aku yakini, kau hanya ditakdirkan untuk bertekuk lutut dan menyerahkan segalanya untukku, termasuk jantung istimewa kamu itu!"
Uhukk!
Alexa batuk, darah keluar dari mulutnya, dan sekarang dadanya mulai terasa sesak. Rupanya kekuatan Valheins pun tidak bisa semudah itu dia kalahkan, pria ini terlalu kuat baginya.
Dan kini adalah saatnya bagi Shaga untuk bangkit. Diangkatlah kedua kakinya melangkah mendekat ke arah Alexa, dan berdirilah pria muda itu menghalangi Alexa dari tatapan mata Valheins.
"Jangan berharap kau bisa menyakiti dia!" Ucap Shaga, ia bahkan tidak terlihat takut sama sekali.
"Nak, pulang saja dan kembalilah men\*usu pada ibumu! dasar anak kecil!" umpat Valheins pada Shaga.
"Ck! tuan! jika kau pikir aku ini hanya seorang bayi, maka itu artinya, bayi jauh lebih baik darimu!"
Swosh!
Rrrrrrrrrrtttt
Blam!!
Dan kini pemandangan berbeda mulai terlihat. Shaga yang semula hanya terlihat seperti binatang kecil yang sangat ketakutan, kini mulai terlihat gagah dan berani, dia bahkan tidak segan melawan Valheins, dan berusaha untuk menjatuhkan pria tua itu, meski dia tahu Valheins tentu saja bukan lawan yang sepadan dengan dirinya.
Tak!
Namun agaknya Shaga tidak main-main. Dia bahkan berhasil memukul satu pipi Valheins dengan menggunakan lima jemarinya yang sudah dipenuhi oleh bulu dan juga jangan lupakan untuk cakar tajam di bagian ujung jemarinya.
Ia melawan Valheins dengan sangat ganas, agaknya dia jadi lupa kalau sebelumnya dia adalah serigala yang paling lemah di antara para tokoh yang terkenal di kelompok serigala. Bagus juga kalau dia terus di dalam keadaan terdesak seperti itu.
Bukk!
Dan sekarang salah satu kakinya berhasil mendarat di atas dada Valheins, menumpu tubuhnya dengan satu kaki tersebut, "satu hal lagi yang harus kau tahu, aku tidak punya ibu, dan salah satu penyebabnya adalah, benda rahasia yang kau simpan jutaan tahun itu, aku untuk melenyapkan benda itu, tapi aku pikir, berguna juga bagimu, kau akan tewas karena benda yang aku ciptakan sendiri." Ucap Shaga dengan tatapan matanya yang tajam dan dingin terhadap Valheins.
Di sisi lain, tampak Alexa yang berusaha untuk bangkit. Selagi kakek tua itu masih sibuk dengan Shaga sebagai lawannya, seharusnya dia bisa menemukan celah untuk membuat ibunya sadar.
Ia pun lekas terdiri, meski tubuhnya saat itu sudah sangat lemah, tapi dia tak mau tinggal diam. Tujuannya datang kemari adalah untuk menyelamatkan kedua orang tuanya, masa iya dia mau pulang dengan tangan kosong.
Dia pun mulai mencoba berbagai cara untuk membuat sang ibu terlepas dari jeratan Valheins. Dia menggunakan kekuatan dalamnya, merapalkan beberapa mantra yang diajarkan oleh bisikan angin, mantra yang mungkin saja akan menghapus sihir Valheins dari tubuh ibunya.
*Dua cahaya telah bersatu, lahirlah sinar ajaib di tengah-tengah keduanya, bawakan kedamaian, hapuskan sihir-sihir kejam pada diri semua orang, kegelapan mulai memudar*...
Cahaya mulai terlihat muncul dari kening Alexa, cahaya berwarna merah yang bercampur dan berbaur dengan warna keemasan, menyilaukan seisi ruangan, dan kemudian, terciptalah sebuah keajaiban.
Sling!
Sling!
Sling!
Cahaya yang sangat menyilaukan itu mulai mengelilingi tubuh Riyana juga, membuat Riyana mematung di tempat, dan tidak mampu bergerak kemanapun, cahaya itu telah berhasil mengambil sihir yang terdapat pada tubuh Riyana.
"Arkh!!" pekik Riyana mulai terdengar mengeluarkan suaranya.
"Riyana!" sementara itu, Sean tampak terus menerus memanggil nama istrinya, dengan sebersit senyuman di bibirnya, menyiratkan kebahagiaan dan secercah harapan yang mulai muncul di depan kedua matanya. Dia pun berhenti dari aksinya bertarung dengan sang istri.
"Riyana!" teriak Sean lagi.
"Sialan!" sementara itu Valheins mulai menyadari bahwa anaknya itu pasti akan segera terbangun dari belenggu yang menjeratnya, dan jika hal itu sampai terjadi, bukankah dia sudah jelas akan kalah.
Dia pun berusaha semaksimal mungkin untuk menyingkirkan Shaga dari atas tubuhnya, dan tidak mau lagi membuang waktunya cukup lama hanya untuk bermain-main dengan pemuda seperti Shaga.
*Aku tidak mau kehilangan apapun lagi*.
"Mau kemana kau kakek tua? kau ingin mengacaukan usaha cucumu sendiri? baiklah, itu artinya kau sudah yakin ingin melawan kami!" ucap Shaga sambil terus semakin menahan Valheins dengan kedua tangannya.
"Membuang waktuku saja!"
Hiyaaa!!!
Blam!
Dan setelah dia berusaha untuk menyingkirkan Shaga pun, akhirnya sekarang dia berhasil berdiri dengan kokoh di tempatnya, dan mulai saja dia mencoba untuk mengurungkan Alexa.
Blam!
"Arkh!"
Sementara Shaga malah terjatuh di atas lantai, ambruk dan begitu sulit untuk kembali bangkit, bukankah sudah dikatakan sejak awal, kalau dia memang agak lemah?
"Awas saja kau!" umpat pria itu sambil berlari ke arah Alexa, dan kemudian.
Hap!
"Aku tidak akan membiarkan kamu merusak rencanaku!"
"Arkh!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...