Alexa

Alexa
Part 33



~Happy Reading~


Matahari yang begitu terik menemani beberapa orang berkativitas, namun tidak dengan seseorang yang masih bergelung mesra dengan selimutnya. Berkali-kali seseorang yang berada di sampingnya berdecak kesal karena gagal membangunkannya.


“Ray… bangun ga?” ucap Joe dengan suara keras


Namun bukannya bangun malah membuat Rayhan semakin menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya.


“ck… bangun ih, semua orang nunggu di bawah lho” Joe begitu frustasi membangunkan adik seupunya itu.


Karena begitu kesal akhirnya Joe beranjak dan mengambil remot yang di taruh di atas nakas kemudian mematikan AC dalam kamarnya, lalu membawa remotnya keluar kamar. ‘awas saja sampai gini ga bangun juga’ Joe menggurutu menuruni anak tangga dan menuju ruang makan, di mana semua orang tengah menunggu.


“Loh Joe, di mana Rayhan?” tanya tante Rasty yang melihat sang keponakan datang seorang diri


“ngapain remote AC dibawa kak?” belum juga Joe menjawab, Devan menimpali pertanyaan karena merasa heran, ‘mengapa ke meja makan membawa remote ac?’


“huff…” Joe mendudukan dirinya di samping Devan dengan raut wajah kesal “Rayhan ga mau bangun tante, masih di kamar”


Joe pun melemparkan pelan remote yang dibawanya ke meja di depannya “kakak matikan ac kamar, biar dia bangun, kesel kakak, capek bangunin, malah naikin semilut sampai nutup kepala, ck, ngeselin tau ga”


Om Ardian dan tante Rasty yang sudah hafal kebiasaan sang putra semata wayang menggelengkan kepalanya sambil tertawa pelan, sementara Devan tertawa keras, akhirnya ada hiburan di balik ketegangan yang ada.


“maaf kan tante Joe, tante lupa kalau Rayhan memang susah di bangunkan, biasanya Exa yang paling jago bangunin Rayhan”


“lagian siang gini tan, masak ya susah bangun”


“efek lelah semalam kali Joe, biarkan saja, paling ga nyampai 10 menit tuh anak sudah turun, cuaca gerah gini mana dia betah” timpal om Ardian sembari menerima piring berisi makanan dari sang istri.


“biasanya Alexa gimana tan kalau bangunin Rayhan?” Joe masih kesal sekaligus penasaran bagaimana sang sepupu itu dibangunkan, pasalnya ia sudah mencoba berteriak bahkan menggoyangkan tubuhnya saja tetap tidak mau bangun.


“entah, nanti kamu tanya saja sama Exa” ucap tante Rasty sambil meletakan piring di depan sang keponakan.


“kak Joe….!!”


Baru saja Joe ingin menyuapkan makanan di mulutnya terdengar gerutuan dari seseorang yang tengah berdiri di belakangnya.


Semua orang di meja makan tertawa tertahan melihat ekspresi Rayhan yang kesal dan jangan lupakan muka bantalnya.


“apa?” jawab Joe ketus tanpa menoleh, padahal dalam hati dirinya ingin tertawa karena berhasil mengerjai sang sepupu, akhirnya bangun juga, ga betah kan panas-panas, hehe


“tuh kan, kakak yang matiin AC kamar, nih remotnya di depan kakak” Rayhan yang kesal pun langsung duduk di samping sang kakak sambil menunjuk remot AC yang tadi Joe bawa.


“emang kenapa?” jawab Joe dengan sok polosnya


“gerah tau kak, lagian ngapain sih remot AC di bawa ke meja makan? Ray jadi ndak bisa tidur nyenyak”


“lah iya itu tujuannya, biar kamu bangun” Joe masih asyik dengan menyuapkan makanan ke mulutnya tanpa menolah ke arah Rayhan yang sudah memanyunkan bibirnya lantaran kesal mendengar jawaban sang kakak,


Ctak!


Tiba-tiba saja terdengar pukulan di punggung tangan Rayhan saat hendak mengambil gorengan yang berada di tengan meja makanan


“aih.. mama! sakit tau” sontak saja Rayhan menarik kembali tangannya dan mengelus pelan punggung tangannya yang memerah


“cuci tangan dulu sana” ucap mama dengan mata yang melotot tajam


Saat Rayhan beranjak ke arah wastafel, yang lain pun hanya menggelengkan kepala lalu melanjutkan makan mereka.


“sampai kapan kita di sini Van?” tanya om Ardian seteleh menyelesaikan makan siang mereka. Meskipun mereka kini masih duduk di ruang makan sambil menikmati buah dan puding.


“masih belum tau om, secepatnya akan Devan usahakan agar masalah ini selesai.”


Huff


Om Ardian menghela nafas mendengar ucapan Devan yang sepertinya belum yakin, sampai kapan mereka akan bersembunyi di tempat ini.


“apakah sudah diketahui keberadaan mereka?”


“sejauh penyelidikan kami, kami sudah menemukannya, hanya saja saat kami melakukan penggerebekan, tempat itu sudah kosong” jelas Devan membuat semua orang terdiam,


“oh ya kak, kakak pacaran sama Exa ya?” ucap Rayhan mengalihkan topik pembicaraan,


“uhuk..uhuk…” Devan seketika tersedak dengan air yang diteguknya saat mendengar pertanyaan dari Rayhan


Dengan tampang polosnya Rayhan masih saja mengunyah jeruk yang baru saja ia kupas setelah bertanya, sementara yang lain menatap Devan dengan raut penuh pertanyaan.


“iya mas Devan? Bibi juga penasaran, waktu itu mas Devan juga pernah antar mb Exa sampai depan rumah ya? Tapi kok ndak ikut masuk?” ucap bibi dengan polosnya


Jederrr


‘aish, bibi ih,’ gerutu Devan kesal, tentu saja umpatan itu hanya dalam benaknya, dirinya sekarang seperti terdakwa yang tengah disidang.


“kapan bi? Kok saya ndak tau?”


“itu Nyah, belum lama ini kok, waktu mb Exa pulang sore itu lho”


“wah, kak, udah bisa ngelak lagi nih?” ledek Rayhan yang melihat wajah calon sepepunya itu memerah karena malu, lantaran kepergok sang bibi.


“mereka udah pacaran lama Tan” timpal Joe dengan wajah datarnya, jangan lupakan senyum smirk yang tersungging tipis di sudut bibirnya


“wah, wah, kok Ray sampai ga tau sih” timpal Rayhan kesal,


Sementara sang tersangka hanya diam menelan ludahnya kasar, menatap semua orang yang duduk mengelilingi meja makan bergantian.


“jadi selama ini kalian menyembunyikan ini dari kami?” kali ini suara tegas om Ardian terdengar, ada getaran rasa kesal dari nada bicaranya.


Bisa-bisanya dirinya kecolongan seperti ini, keponakan yang ia jaga dengan hati-hati ternyata sudah menjalin hubungan dengan orang lain. Bahkan satu rumah tidak ada yang tau.


“bibi kenapa ga bilang pas lagi pergokin mereka sih?” tante Rasty ikut kesal “sekarang jawab Van


“emmm..,”


Tbc


Terimakasih atas dukungannya…🤩🤩🤩


Maaf ya, baru bisa update lagi…