Alexa

Alexa
Part 41



~Happy Reading~


Ketika malam tiba Devan baru kembali dari mengurus berbagai hal. Setelah diskusi dengan rekan-rekannya, Devan segera kembali ke rumah yang Alexa tempati saat ini.


Alexa pun dengan setia menunggu sang kekasih di ruang tamu sambil mengotak-atik laptop yang Devan pinjamkan tadi pagi sebelum pergi.


Cklek!


Terdengar pintu terbuka dari luar membuat Alexa waspada, dan mendongakan kepala, melihat ke arah pintu. Terlihat sosok yang ditunggunya masuk ke rumah dengan wajah lelahnya.


“kak…” Alexa berdiri menyambut sang kekasih yang berjalan menghampirinya.


“kau menunggu kakak?” tanya Devan setelah berdiri di depan sang kekasih, di usapnya kepala Alexa yang mengangguk dengan lembut kemudian duduk di sofa tempat sang kekasih tadi duduk.


“apa ada kabar baik kak?” Alexa ikut duduk setelah memindahkan laptopnya ke atas meja.


“ya, besok kalian bisa kembali beraktivitas, kita akan memantau dari kejauhan dan ikuti rencana yang kakak sampaikan kemarin”


Alexa mengamati wajah serius Devan saat menyampaikan rencananya esok hari.


“apakah aman untuk om dan tante kak?” Alexa kembali berpikir dengan keselamatan kedua paman dan tantenya yang sudah di anggap seperti orang tuanya sendiri.


“kita akan menjaga mereka Xa, yang kakak khawatirkan adalah kamu, karena mereka masih mengincarmu”


“Exa siap kak, Exa ingin mereka segera tertangkap, dan masalah ini segera berakhir”


“Baiklah, percaya pada kakak, kakak dan team akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kalian”


Alexa tesenyum, kemudian mereka berdiskusi mengenai rencananya dan membicarakan keberadaan keluarga Hadi yang sudah menemukan titik terang. Beberapa anggota akan mulai menemui anak Hadi yang ternyata berada tak jauh dari mereka selama ini.


***


Keesokan harinya Devan mengantar Alexa dan Joe yang akan pergi ke kampus dan perusahaan, karena tempat mereka berada di arah yang sama, sementara Rayhan bersama dengan ayahnya pergi bersama dengan menggunakan mobil yang telah disediakan Devan tadi malam.


Pagi tadi saat sarapan, Devan menyampaikan rencana yang akan mulai dilakukan hari ini, dan semua aktivitas mereka akan di awasi dari kejauhan demi keselamatan mereka. Informasi yang disampaikan Devan tentu saja membuat om Ardian dan Joe merasa senang sekaligus was-was, pasalnya situasi saat ini belum aman, dan sewaktu-waktu mereka bisa melakukan penyerangan, namun rasa senang bisa kembali berkativitas membuat mereka yakin bisa menjalankan rencana yang telah Devan dan rekannya susun.


“Xa, kakak akan kembali setelah mengantar kak Joe, jaga dirmu baik-baik” ucap Devan sebelum Alexa turun di depan gedung tempat Alexa menimba ilmu.


“Hati-hati Xa” ucap Joe seraya mencium kening sang adik, Devan yang melihatnya adegan mesra kakak adik itu seketika menelan ludahnya, pengen merasakan seperti itu.


“kakak…” rengek Devan saat Joe mengakhiri ciuman keningnya.


“apa?” Joe melotot melihat adiknya yang kembali dalam mode manja seperti anak kecil “ga usah pengen, belum boleh kalian” ketus Joe bermaksud menggoda sang adik.


Sementara Alexa hanya tersenyum melihat tingkah mereka berdua,


“Xa….”


“Exa keluar kak, kalian juga hati-hati” Alexa keluar dari mobil yang ditumpanginya, mengabaikan Devan yang merengek padanya.


“Exa!!!!” suara cempreng yang begitu Alexa kenali terdengar dari arah belakang tempatnya berdiri, membuat yang merasa di panggil namanya memutar badan dan melihat gadis cantik dengan rambut panjang gelombangnya berlari kearahnya


“Ya Allah… aku kangen!!!” Gadis itu yang tak lain adalah Mirna sahabat Alexa langsung menubrukkan diri memeluk sang sahabat.


“Lebai kamu Mir” ucap Alexa mencebik, namun tak bisa di pungkiri dirinya juga sangat merindukan sahabat cerewetnya ini.


“sumpah Xa, aku beneran kangen” Mirna pun melepas pelukannya dan mengajak Alexa masuk ke gedung kampus. Sepanjang perjalanan mereka menuju ruang kelasnya Mirna tak berhenti mengoceh menanyakan ini itu hingga membuat Alexa kewalahan menjawabnya. Mirna pun tak luput menanyakan bagaimana kondisi Alexa dan di mana beberapa hari ini kerena tidak bisa dihubungi, serta bagaimana kabar dari abang gebetannya, Rayhan sepupu dari sahabatnya itu.


Alexa pun mengatakan kalau kondisinya sudah sangat lebih baik dan mengaku kalau selama beberapa hari ini sedang berlibur keluar negeri sekaligus untuk mempercepat pemulihan kondisinya, dan Rayhan pun terus menemaninya saat liburan jadi memang tidak bisa dihubungi.


Mirna yang ingin kembali menanyakan beberapa hal harus terhenti karena Dosen sudah masuk ke kelas untuk memulai perkuliahan.


***


Beberapa minggu setelah bisa memulai aktivitas seperti biasa Alexa tak mendapatkan ancaman yang membahayakan keselamatannya, begitupun anggota keluarganya. Entah mereka mengetahui rencana yang telah Devan buat atau memang mereka yang sudah tertangkap atau menyerah? Pertanyaan itu terus berkecamuk dalam pikiran Alexa, apalagi selama dua hari terakhir sang kekasih tidak memberikan informasi terbaru, Selama dua hari ini Devan pun hanya mengucapkan selamat malam saat dirinya akan beristirahat melalui pesan singkat, dan tak mengantarnya seperti biasa. Namun ia mencoba untuk tetap percaya kepada sang kekasih.


“Xa, kakak akan pergi meeting pagi ini, jadi tak bisa mengantarmu ke kampus” ucap Joe pada sang adik saat mereka tengah sarapan bersama.


“gapapa kak, Exa hari ini juga hanya bimbingan skripsi, nanti ketemu Dosen juga siang”


“jam berapa ?”


“Jam 11 kak, nanti Exa bisa naik taksi atau minta jemput Mirna kak”


“nanti Ray jemput saja kak, sekalian nanti Rayhan mau meeting di luar sama Client saat makan siang” Rayhan menawarkan diri untuk mengantar sepupunya itu ke kampus


“Benar Xa, biar di jemput Rayhan saja nanti, jangan naik taksi” imbuh om Ardian menyetujui tawaran putranya.


“ya, baiklah, nanti Exa tunggu Rayhan saja” ucap Alexa setuju membuat semua orang yang duduk di meja makan tersenyum.


Alexa mengerti kekhawatiran keluarganya akan keselamatannya, tapi sepertinya mereka lupa walaupun dirinya pergi seorang diri tetap saja akan ada orang yang menjaganya , meski dari kejauhan. Alexa sendiri juga mempunyai kemampuan bela diri bahkan lebih baik dari sepupunya itu, tentu saja Alexa bisa menjaga dirinya dan seharusnya mereka tak perlu merasa secemas itu, namun tentu saja Alexa ingin menghargai keluarganya, agar tak merasa khawatir berlebihan, makanya Alexa menyetujui tawaran dari sepupunya itu.


Setelah menyelesaikan sarapan bersama, mereka pun berpencar untuk melakukan kegiatan mereka, hanya ada para perempuan yang masih berada di rumah untuk membereskan bekas makan mereka,


“Xa… apa bimbingan hari ini begitu mendesak?” tanya tante Rasty di sela-sela mereka membereskan meja makan.


“iya tan, hari ini Exa akan menyerahkan revisi Bab 3, kalau hari ini Acc Exa akan lanjut ke bab berikutnya”


“perasaan tante dari tadi tidak enak” ucap tante Rasty yang sedari tadi merasa gelisah.


tbc


Hai semua, mohon terus dukungannya ya…🙏🙏🙏


Terimakasih untuk semuanya


Love you All…😍😍😍