
~Happy Reading~
“Xa….” Speechless, Devan tak sanggup lagi melanjutkan ucapannya, keiinginannya selama ini akhirnya terjawab
“seriously???” ucap Devan girang,
“hmmm, tapi kalau kak Joe setuju”
Glek
Seketika Devan menelan ludahnya, setelah Alexa melambungkannya jauh begitu tinggi, namun seketika menghempaskannya begitu saja, membuatnya merasa senang sekaligus sakit, mengingat akan kakaknya yang belum memberikan restu, dan dirinya juga harus menjelaskan semuanya, bagaimana dirinya mengenal Alexa dan menjalin kasih dengannya, lalu sandiwara yang mereka lakukan selama ini.
“huff… Xa, kenapa sepertinya berat sekali sih?” Devan merengek, tubuhnya terasa lemas, rasanya lebih baik menghadapi musuh dari pada kakaknya itu.
Alexa terkikik melihat sikap Devan yang benar-benar frustasi, menjadikannya hiburan, karena Devan biasanya menunjukkan sikap tegas dan beraninya, tapi untuk menghadapi kakaknya ia dilanda kecemasan yang tinggi.
“lagi pula kak Joe kan wali ku satu-satunya”
Huff
Kembali Devan menghela nafas, membenarkan ucapannya. Mau tak mau memang harus menghadapi kakaknya. Seharusnya itu tak begitu sulit, mengingat selama ini Devan hidup bersama sang kakak, dan tau bagaimana karakter Devan, tapi entah kenapa tak merestui hubungannya dengan sang adik.
***
“Bagaimana kondisimu Xa?” tanya Joe yang telah duduk di samping sang adik.
Setelah menyelesaikan sarapan, Joe dan yang lainnya segera menemui Alexa yang masih terbaring di ranjang.
“sudah lebih baik kak..”
“Exa harus bedrest dulu kak,” lanjut Devan yang melihat raut muka Joe yang tak percaya ucapan sang adik.
“apa begitu parah Van?” kali ini om Ardian yang bicara, sedari tadi ia sangat mengkhawatirkan kondisi sang keponakan
“hanya lukanya kembali meradang om, dan tentu harus istirahat dulu, memang seharusnya Alexa tak banyak beraktivitas dulu, cuma karena keadaan semalam seperti itu jadinya begini.” Jelas Devan “tapi om dan tante tenang saja, sejauh ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan, asalkan Exa menaati untuk bedrest”
“syukurlah, baiklah kalau begitu, Exa sebaiknya istirahat, kita keluar saja “ ajak om Ardian pada istri dan anaknya
“sebaiknya kalian istirahat juga, di lantai atas ada kamar kosong, saya antarkan dulu”
Om Ardian dan yang lain pun mengangguk setuju, tubuh mereka terasa lelah, dan memang perlu diistirahatkan.
“istirahatlah Xa, kakak akan keluar” ucap Joe lalu mengecup kening sang adik,
Yang lainnya pun berpamitan pada Alexa dan memintanya untuk beristirahat, setelahnya mengikuti Devan yang akan menunjukkan kamar mereka. Ada 3 kamar di lantai atas yang di tunjukkan Devan untuk mereka, saat berada depan di kamar ketiga yang di tujukan untuk Rayhan dan Joe, Joe menghentikan langkahnya lalu menatap Devan setelah Rayhan masuk kedalam kamar.
“kamu hutang penjelasan kepada kakak Van.”
Huff
‘kenapa masih inget aja sih? cepet banget minta penjelasannya’ gerutu Devan dalam hati
“kakak istirahat dulu, aku akan jelaskan setelah kakak istirahat”
“jangan terus mengelak Van, kamu tau bener kakak seperti apa?”
hufft…
Devan menghela nafas melihat tatapan tajam dari sang kakak, “baiklah… ikut aku ke kamar Exa, aku akan jelaskan semuanya di sana?”
Joe mengeryitkan dahinya, “kenapa harus di kamar Exa? Dia harus istirahat”
“ih… semuanya berhubungan dengan Exa kak, mau aku jelaskan atau tidak?” Devan berbalik menekan,
“kok malah kamu yang kesal sih? harusnya kakak yang kesal karena kamu menyembunyikan sesuatu dari kakak” ucap Joe dengan kesal
“iya, iya… maaf kak, makanya ayo ke kamar Exa” Devan berbalik dan segera melangkah ke kamar Alexa meninggalkan Joe yang masih kesal,
Devan tau betul, sikap sang kakak kalau sudah sangat lelah, hal sedikit saja yang membuatnya kesal, akan membuat amarahnya meledak, maka dari itu mau tak mau ia harus menyiapkan mentalnya untuk menejelaskan semuanya, atau kakaknya akan terus mengomel tak jelas, kalau Devan berada disisinya.
“kakak tak jadi istirahat?” tanya Alexa heran setelah melihat sang kakak dan Devan masuk ke kamarnya.
Devan mengajak Joe duduk di sofa setelah mengunci pintu, “kakak mau minta penjelasan Xa” jawab Devan karena tak mendengar sepatah katapun keluar dari bibir sang kakak
“makanya aku ajak ke sini, nanti tolong bantu aku menjelaskan juga” imbuhnya
“kakak mau aku jelaskan dari mana?” tanya Devan setelah mereka duduk nyaman, Alexa pun masih bisa mendengarkan ucapan mereka karena jarak yang tak terlalu jauh.
“semuanya”
“hmm, baiklah…” ucap Devan akhirnya, “tapi janji dulu, jangan marah”
Joe menaikan alisnya, ‘kenapa Devan mengajukan syarat?’
“kenapa kakak harus marah?” tanya Joe dengan wajah polosnya membuat Devan mencebik
“ck,…pokoknya janji dulu, oke?”
“iya.. iya…”
“oke, sudah janji ya, kamu dengar juga kan Xa, kak Joe sudah berjanji kalau dia tak kan marah, jadi nanti kalau kak Joe marah, kamu bantu ingatkan janjinya ya”
Alexa tersenyum sembari mengangkat jempol kanannya, untuk memberikan jawaban kepada kekasihnya.
“apa sih yang kalian sembunyikan?”
“sabar dulu sih kak…”
Joe pun memilih diam dan melihat Devan yang sepertinya masih takut untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
“sebenarnya aku dan Exa sudah mengenal lama kak”
“apa? Kok bisa?”
“dengerin dulu, kakak jangan memotong penjelasan ku, atau aku tidak akan menjelaskan semuanya”
“hmm,”
“Aku dan Exa sudah bertemu waktu Exa kelas 2 SMA. Kami bertemu saat Alexa mendaftarkan diri untuk pelatihan tembak, kami sering bertemu dalam kegiatan pelatihan, Alexa bilang alasan dia ikut pelatihan itu adalah untuk bekal dirinya mencari kakaknya, waktu itu aku belum tau kalau kakak adalah kakak yang dicarI Alexa. Saat Alexa lulus SMA aku mengajaknya bergabung dengan agent, dan dia setuju”
“tunggu, agent? Sepertimu?”
“ya tentu saja, memangnya agent apa lagi?” kesal Devan karene penjelasannya dipotong “mau aku lanjutkan tidak?”
“hmmm”
“kami berdua dalam tim yang berbeda makanya tak sering bertemu, dan saat kakak kembali mengingat masa lalu kakak, kakak memintaku untuk menjaganya, hal itu tentu saja membuatku terkejut, dan akhirnya aku mengetahui kalau ternyata kakak yang selama ini dicari Exa adalah kakak. Aku pun memulai sandiwara saat pertemuanku dengan Exa waktu itu, karena aku tau kakak menyuruh kak Arga mengikutiku kan?”
“eh…” Joe tak bisa mengelak, dia melupakan satu hal bahwa adik angkatnya ini sangat jeli, dan karena dirinya seorang agent, maka hal itu pasti sangat mudah diketahui.
“lalu kenapa kau tak katakan dari awal kalau kau mengenal Alexa?”
Tbc
Hai semuanya,
Maaf baru bisa update,
Terimakasih atas dukungannya…🤩🤩🤩
Tunggu update selanjutnya….