Alexa

Alexa
Part 51



~Happy Reading~


Tak berapa lama, makan siang dengan berbagai menu telah tertata di meja makan. Mirna tampak ikut sibuk membantu menata hidangan yang dimasak bibi Ratih.


“Kamu sudah kaya jadi menantu keluarga ini ya Mir?” goda Alexa pada sahabatnya yang nampak riang menyiapkan makan siang.


Mirna yang mendengar godaan itu pun menoleh lalu kembali menunduk dengan wajah merona, membuat semua orang yang berada di ruang makan terkekeh karena gemas.


“tan, Rayhan ga pulang untuk makan siang?” tanya Alexa sembari melirik ke arah Mirna yang sepertinya memperhatikan pertanyaan Alexa, dan ingin ikut mendengar jawaban tante Rasty.


“pulang, sama om juga”


Tak berapa lama om Ardian nampak memasuki ruang makan bersama putra semata wayangnya. Dengan senyum mengembang tante Rasty menyambut sang suami dan putranya lalu segera menyiapkan makan siang untuk mereka.


Rayhan segera duduk, entah secara kebetulan atau sengaja, ia duduk di samping Mirna membuat gadis itu terlihat salah tingkah dengan wajah merona. Hal itu tak luput dari perhatian Alexa yang sedari tadi tak surut menampilkan senyum menawannya.


“Makan yang banyak dek” Joe mengusap kepala sang adik setelah meletakan piring berisi nasi dan lauk pauk di depan Alexa.


“terimakasih kak,” Alexa menoleh ke arah sang kakak yang duduk di samping kanannya “maaf ya kak, malah kakak yang layanin Exa”


“kamu ini bicara apa sih, udah ga usah mikir macem-macem, sekarang makan biar cepet pulih? Atau mau kakak suapin?”


“Exa bisa makan sendiri kak, tangan kanan Exa masih bisa di gunakan”


Semua orang tersenyum melihat interaksi kakak beradik itu, lalu menyantap makan siang mereka dengan tenang.


***


Setelah semua menyelesaikan makan siangnya, Mirna pun turut membereskan meja makan bersama bibi Ratih dan tante Rasty. Saat tante Rasty sedang menyiapkan jus jeruk untuk suaminya, secara terang-terangan Rayhan menggoda Mirna, dan memintanya untuk membuatkan es lemon sebelum beranjak ke ruang keluarga menyusul kedua sepupunya.


“Happy banget sih Ray?” goda Alexa, sementara sang kakak sedang fokus dengan ponselnya


“iya lah” jawab Rayhan dengan wajah sumringah


“ini kak” Mirna datang dengan meletakan segelas es lemon di hadapan pria pujaan hatinya.


“wah, sepertinya ada yang aku lewatkan ini?” goda Alexa membuat wajah Mirna begitu merona karena malu.


“Kak Joe, kakak tau hubungan mereka?”


“hmmm” jawab Joe singkat


“wah, sejak kapan?” Alexa bertanya begitu antusias.


Rayhan tak menjawabnya malah menarik Mirna yang sedari tadi masih berdiri untuk duduk di sampingnya.


“rese ih kalian?” Alexa mencebikan bibirnya karena pertanyaannya di abaikan.


“pokoknya intinya kami akan segera menyusul kamu sama kak Devan” ucap Rayhan tanpa penjelasan.


“What's!!!!” Alexa begitu terkejut, ternyata hubungan mereka sudah sejauh itu.


Di tengah obrolan siang mereka, bibi Ratih menyela dengan memberitahukan bahwa ada tamu untuk Alexa dan Joe


“siapa bi?” tanaya Alexa penasaran, karena bibi tak menyebutkan tamu yang ingin menemui mereka.


“emm… mb Exa sama mas Joe ke depan saja, mereka sudah menunggu di ruang tamu.”


Alexa mengerutkan dahinya, bertanya-tanya siapa yang bertamu? Dan kenapa bibi tak menyebutkan siapa orangnya.


Tak ingin membuat tamunya menunggu lama Alexa dan Joe pun segera bangkit dan menuju ruang tamu untuk menemui orang yang di maksud bi Ratih.


“kak…”


“Hai…” Devan mengusap lembut puncak kepala sang kekasih saat mereka sudah berhadapan. Sementara Joe menyalami kedua orang tuanya.


“Tumben sih kemari ga langsung masuk ke dalam?” tanya Alexa heran setelah duduk di samping kekasih hatinya setelah ikut menyalami kedua orang tua Devan.


Baru saja Devan ingin menjawab terdengar langkah yang mendekat ke arah mereka.


“oh, bu, pak sudah datang?” timpal om Ardian yang baru saja keluar dari ruang kerja bersama dengan istrinya.


Pertanyaan om Ardian membuat Alexa semakin heran.


“baru sampai juga pak” jawab papa Daniel lalu menjabat tangan calon besannya itu.


Setelah semua nya duduk dengan tenang, om Ardian mempersilakan ketiga tamu spesialnya untuk menyantap hidangan yang telah di siapan asisten rumah tangganya.


“ada apa sih kak? Kok kaya serius bange?” tanya Alexa pelan karena belum mengerti, pasalnya sikap mereka saat ini sangat berbeda dari biasanya.


“ghem… ghem.. begini Nak Exa, dan Pak Ardian selaku wali dari Alexa, kami ke sini bermaksud ingin meminang putri pak Ardian, Alexa Arini untuk menjadi istri putra kami Devan Andrean” ucap papa Daniel tanpa basa-basi


Deg


Alexa langsung menoleh ke arah kekasihnya yang kini merona karena malu sekaligus bahagia.


Kenapa kakak ga bilang sih? emang kak Joe sudah kasih lampu ijo?


Merasa di perhatikan Devan langsung menghadap sang kekasih, lalu menggenggam kedua telapa tangannya.


"Xa, mungkin kamu akan bosen denger ini karena aku sering mengatakannya, bahwa aku telah jatuh hati padamu pada pandangan pertama, dan beberapa tahun terkhir kita telah menjalani suka duka ini bersama, dan kamu tau aku bukan pria yang romantis, tapi aku ingin kita mengarungi kehidupan rumah tangga bersama, ijinkan aku untuk selalu melindungimu, ijinkan aku untuk selalu berada di dekatmu, Alexa Arini maukah kau menikah dengan ku?"


Devan memandang sang kekasih dengan tatapan yang sulit di artikan, tersirat rasa gugup, takut dan khawatir dipancaran matanya.


Alexa pun rasanya tak mampu menjawabnya, sungguh ucapan kekasihnya adalah hal yang ingin di dengarnya, namun entah bagaimana setelah mendengarnya rasanya begitu sulit untuk menjawab, hanya anggukan yang bisa Alexa berikan sebagai jawaban.


Semua orang yang berada di ruang itu memperhatikan sepasang kekasih itu, lalu tersenyum saat melihat Alexa menganggukan kepalanya.


"baiklah karena Alexa sudah memberikan jawaban, sebagai orang tua kami hanya bisa merestui, dan niat baik ini kami terima dengan tangan terbuka" ucap om Ardian mengalihkan rasa haru yang menyelimuti ruang tamu.


"alhamdulillah" ucap kedua orang tua Devan lega.


"akhirnya Exa resmi jadi ajak mama" pekik mama Dania dengan girang.


Lalu obrolan mereka berlanjut tentang rencana pernikahan keduanya yang akan dilaksanakan setelah Alexa wisuda. Devan pun menjelaskan kepada kekasihnya kalau ia telah mengundurkan diri dari Agent, dan akan sepenuhnya membantu papa Daniel di perusahaan.


Meskipun berat, namun Devan sudah memutuskan dengan berbagai pertimbangan, Akan sulit untuk selalu bersama kalau ia masih memegang ambisinya. Bukankah selalu ada pengorbanan dalam cinta? Jadi Devan memilih untuk selalu dekat dengan kekasihnya.


Alexa pun merasa haru dan senang, di mana semua masalah yang ia hadapi selama ini akhirnya telah selesai, keterpurukannya akhirnya tergantikan dengan kebahagiaan yang tidak terkira, bisa bersanding dengan Devan Andrean sosok pria hebat yang selama ini melindunginya, sosok pria hebat yang selalu memberikan perhatian dan cintanya.


End


Yei... finally....


Ini part akhir dalam cerira ini ya,


Terimakasih atas dukukangan kalian semua 🤩🤩🤩


Maaf kalau ada yang merasa kurang puas dengan cerita ini.


Love you All... 😍😍😍