
~Happy Reading~
Devan kini berada di markas rahasianya, Anggota kelompoknya tengah bekerja mengamati berbagai kasus yang mereka tangani, termasuk kasus yang tengah dihadapi Alexa saat ini.
“mereka sepertinya akan melarikan diri Van” ucap salah satu rekan Devan.
“aku rasa ini strategi mereka untuk merenggangkan keamanan kita.”
“bisa jadi, anak buah mereka ditarik mundur dari area sekitar rumah Alexa, dan dari pengamatan tim yang menjaga rumah Alexa dapat informasi kalau sebelum mereka mundur, sepertinya ada yang mengarahkan mereka, kami sedang berusaha melacak siapa yang memerintah mereka, tapi belum menemukan hasil”
“aku rasa ini aneh, kenapa mereka baru muncul sekarang, dan target utama mereka adalah Alexa”
“aku rasa bukan Alexa, tapi NRC”
Devan mengernyitkan dahinya, kenapa perusahaan itu yang di incar? Kalaupun mengincar perusahaan tentu akan sangat mudah setelah pembunuhan beberapa tahun silam.
“dari data yang kami dapatkan, beberapa tahun terakhir ada yang berusaha membuat colaps NRC, namun Ardian bisa mengatasi masalah yang ada, dan bahkan membuat NRC jauh berkembang”
“lalu apa motifnya menyerang Alexa?”
“itu hanya penekanan, mereka tau kalau Alexa pewaris NRC, sepertinya mereka belum mengetahui kalau Joe masih hidup,"
"selidiki lebih dalam terkait motifnya menyerang Alexa!" perintah Devan pada rekannya,
"ya, kami sedang berusaha, dan kalian harus berhati-hati, aku rasa ada yang mengetahui identitas mu, dan hubungan mu dengan Alexa”
“apakah orang yang yang menyerang keluarga Alexa berhubungan dengan ku?” Devan mulai berpikir, mungkin benar adanya kalau keselamatan Alexa terancam saat mereka mengetahui kalau Alexa adalah kekasihnya,
“ya ini berhubungan dengan kasus pengungkapan gudang narkoba yang kau tangani beberapa waktu lalu.”
“kenapa jadi serumit ini sih” gerutu Devan kesal sembari mengamati beberapa dokumen yang berada di meja.
“berarti dugaan ku sama Alexa selama ini benar, ada penyusup di dekat nya, ntah itu di NRC atau orang terdekat Alexa” lanjut Devan lalu menatap rekannya yang asyik mengotak atik computer di depannya. "tapi ini memang sebuah kebetulan atau mereka sengaja? Orang yang kita tangkap karena kepemilikan gudang narkoba itu juga mengincar Alexa atau NRC"
Devan pun mengarahkan rekan-rekannya untuk menyelidiki lebih dalam, dan mencari bukti akan kecurigaan yang selama ini bersemayam dalam pikirannya.
Keesokan harinya Joe dan yang lain hanya bisa beraktivitas di dalam rumah. Hal itu membuat om Ardian merasa jenuh karena biasanya dirinya melakukan banyak aktivitas. Terlebih dia belum bisa menghubungi assistan pribadinya. Sang assisten pasti kelabakaan mencarinya, dan bagaimana kondisi NRC saat ini?, hari ini harusnya ada jadwal meeting penting dengan koleganya, mengenai proyek besar yang akan di tangani NRC bulan depan.
“Joe , di mana Devan?” tanya Om Ardian saat melihat sang keponakan turun ke ruang tengah.
“masih belum kembali dari kemarin Om, ada apa?”
“om mau tanya sampai kapan kita di sini? Om ada meeting penting hari ini”
“aku rasa meeting om Ardian sudah di handle assisten om. Devan kemerin sempat bilang ke Joe kalau urusan perusahaan NRC dan AR Corp sudah ada yang handle. Mereka diberitahu kalau kita sedang liburan untuk pemulihan kondisi Alexa, jadi semua urusan di handle masing-masing assiten”
“hah.. syukurlah kalau begitu” om Ardian merasa lega kalau sudah ada yang bepesan kepada assistennya
“proyek yang akan dibahas hari ini sangat besar, NRC akan rugi besar kalau sampai proyek ini batal” imbuhnya
“om tidak usah khawatir, Devan pasti sudah melakukan antisipasi saat ini, dia pasti sudah mempertimbangkan banyak hal dengan menahan kita tetep berada di tempat ini”
“yach kau benar, lalu gimana kondisi Alexa?”
“sudah lebih baik om, tadi sudah di cek dokter Kayla dan untuk aktivitas ringan Alexa sudah di perbolehkan”
“Alhamdulillah, seneng om dengernya kalau kondisinya jauh lebih baik”
“iya om, Joe berharap om dan tante bersabar untuk sementara waktu, paling tidak sampai kondisi Exa pulih dulu”
“yach, semoga saja kondisi Exa segera pulih dan kondisi lebih aman”
“aamiin”
Mereka pun berbincang seputar perusahaan, dan tak lupa om Ardian menyinggung terkait peralihan kepemimpinan NRC. Om Ardian mengatakan berkali- kali sudah ingin menyerahkan kepada Alexa, tapi selalu saja Alexa menolak dengan alasan menunggu Joe ditemukan. Tetapi karena Joe yang di nantikan sudah ketemu, sudah saatnya pimpinan NRC beralih.
Joe pun menanggapi akan mempertimbangkannya, mengingat NRC adalah peninggalan orang tuanya, dan Joe pun berterimakasih kepada om Ardian karena selama ini telah mengurus NRC dengan baik, bahkan jauh lebih berkembang.
Tbc