
~Happy Reading~
Beberapa hari telah berlalu, kondisi disekitar rumah Alexa benar-benar tidak ada pergerakan pemantauan dari orang-orang yang mengincar Alexa. Kondisi Alexa pun berangsur pulih dan sudah bisa melakukan aktivitas, meskipun aktivitas berat masih dilarang.
“Kak, apa situasi sudah aman?” tanya Alexa pada Devan yang baru saja datang setelah melakukan pemantauan.
“sejauh ini aman Xa, tidak ada pergerakan dari mereka, kakak rasa memang mereka sengaja untuk membuat kita merasa aman terlebih dahulu."
“hmm, tapi kita juga tidak bisa terus menerus disini kak” Alexa sudah merasa bosan tak bisa melukan aktivitas seperti saat dirinya sehat, terlebih ditambah tak bisa pergi ke manapun.
“yach, aku rasa besok kita bisa kembali bisa berativitas tapi kakak rasa, untuk sementara kalian jangan kembali ke rumah”
“ya itu juga yang Exa pikirkan kak, mungkin kami akan ke apartemen dulu, NRC punya apartemen yang keamanannya terjamin”
“jangan ke aset NRC. pindah ke apartemen kakak saja, beberapa waktu lalu kakak beli apartemen yang cukup luas” cegah Devan langsung saat Alexa mengutarakan tujuan kepindahannya.
Besar kemungkinan sasaran utama mereka adalah NRC jadi akan sangat mudah diketahui apabila mereka tinggal di tempat yang merupakan aset NRC. Devan tak ingin mengambil resiko lebih besar meskipun ia juga tau sistem keamanan NRC Apartemen tidak perlu diragukan.
“Baiklah, Exa akan ikut saja kalau begitu” ucap Alexa setuju dan mematuhi keinginan sang pujaan hati, apalagi demi keamanan keluarganya.
“yach, begitu lebih baik, kakak akan sampaikan ini kepada Kak Joe dan yang lainnya," Devan tersenyum lalu mengusap pucuk kepala Alexa "istirahatlah!, kakak akan keluar”
“Terimakasih kak” ucap Alexa sembari tersenyum,
Devan pun beranjak keluar kamar Exa dan menemui Joe yang berada di kamar atas bersama dengan Rayhan.
“Van, kau sudah kembali?” tanya Joe saat melihat sang adik menaiki tangga, kebetulan dirinya baru saja keluar dari ruang kerja yang Devan siapkan agar bisa memantau perusahaannya.
“iya kak, bisa kita bicara sebentar?”
“ke kamar kakak saja, Rayhan juga belum tidur” jawab Joe saat melihat raut serius dari sang adik, mungkin hal yang serius yang akan dibicarakan.
Mereka pun masuk ke kamar dan terlihat Rayhan sedang menikmati acara olahraga yang ditayangkan di televisi di kamarnya.
“Ray..” sapa Devan membuatnya mengalihkan pandangannya dari layar datar yang menempel di dinding itu.
“sudah pulang kak?”
“hmmm” Devan pun duduk di sofa di sebelah jendela, sementara Joe duduk di sisi ranjang di samping sang sepupu.
“Besok kalian bisa beraktivitas, tapi untuk sementara jangan pulang ke rumah dulu” ucap Devan to the point.
“haish.. kau ini, masih saja malas”
“hehe… habisnya nya capek kak, di sini enak, ga mikir apa-apa” ucap Rayhan dengan santainya tanpa rasa bersalah.
“haduh, dasar kau ini”
Devan yang melihat mereka berdua bertengkar hanya menggelengkan kepala
“kita akan ke rumah kakak saja kalau gitu, kakak sudah beli rumah tahun lalu” ucap Joe kembali menatap Devan,
“di daerah mana kak?” tanya Devan yang memang tidak mengetahui kalau kakaknya telah membeli rumah, selama ini Devan merasa kakaknya sudah sangat nyaman tinggal bersamanya dan kedua orang tuanya.
“perum Griya Asri” jawab Joe singkat
“aku sudah bilang Exa, kalian bisa pindah di apartemenku, tapi karena kakak sudah beli beli rumah di situ, Devan rasa tidak masalah kalian pindah ke situ” ucap Devan setelah berpikir sejenak,
“yach, entah kenapa dulu kakak memilih tempat itu, satu point utama di situ adalah sistem keamanannya yang sangat bagus, setara dengan sistem keamanan punya NRC”
“yach, baiklah, besok pagi kalian bisa bersiap dan aku akan antar ke sana, setelah sarapan”
Setelah berbasa basi sebentar Devan pun meninggalkan kamar Joe dan kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Alexa. Sebelum masuk kamarnya, Devan melangkah ke kamar Alexa, membuka pintunya perlahan dan memastikannya sudah tidur dengan pulas.
Seulas senyum terbit dari bibir Deva, saat melihat sang pujaan hati tidur dengan nyaman, ingin rasanya segera bersanding dengannya, sebelum dan setelah tidur bisa melihat wajah cantiknya.
***
Keesokan harinya setelah berbicara dengan om Ardian dan tante Rasty, Devan pun membantu Alexa bersiap, memastikan sang pujaan hati sudah sehat dan bisa berktivitas kembali. Tak berapa lama merekapun meluncur meninggalkan rumah persembunyian dengan iring-iringan penjagaan yang ketat dan melaju ke arah rumah Joe yang berada di Perum Griya Asri.
Sepanjang perjalanan Alexa bersandar manja di bahu sang sepupu yang duduk di sampingya, namun matanya tetap melihat keadaan di luar.
"kak...tambah kecepatan!" ucap Alexa tiba-tiba.
Tbc
Hai hai... Maafkan author karena baru update🙏🙏🙏
Terimakasih atau dukungannya.. 🤩🤩😍