
~ Happy reading~
Alexa dan Rayhan pun membalikan badan mereka, hendak kembali bersama kedua juniornya.
Namun langkah mereka terhenti dan mata mereka seketika melotot menyaksikan keadaan di depannya.
“kak…” ucap Bagas penuh kekhawatiran, kedua tangannya terangkat ke atas sembari menggenggam hanphone dan senternya. Begitu pula dengan Dedy dalam keadaan yang sama.
Lalu suara langkah dan tawa menggema dari belakang Alexa dan Rayhan.
Senyum smirk terlihat jelas dari kedua pria bertubuh kekar yang menyandra kedua juniornya.
Alexa dan Rayhan berusaha bersikap setenang mungkin,
“Xa, bagaimana ini?” ucap Rayhan pelan,
“Angkat tangan kalian!” belum juga pertanyaan Rayhan terjawab, terdengar ucapan seorang laki-laki dengan suara besarnya saat tepat berdiri di belakang Alexa.
Alexa pun mengangkat tangannya perlahan sembari mengamati situasi yang terjadi, tampak 4 orang di sana, 2 orang di depannya menyandra juniornya dan 2 orang lagi di belakangnya.
‘Di mana yang satunya? Tadi mereka berjumlah 5 orang’ batin Alexa setelah menghitung jumlah lelaki bertubuh kekar di sana.
“Halo nona…” sapa seseorang dengan tampang yang cukup seram muncul dari balik kegepalan di sisi kirinya, dan akhirnya menjawab pertanyaan di benak Alexa.
“siapa kalian?” Tanya Alexa tenang menatap laki-laki yang baru saja menyapanya,
“kau tak perlu mengenal kami nona, tapi kau perlu ikut kami sekarang juga”
“lepaskan mereka! aku tau kalian hanya mengincar diriku” ucap Alexa tegas tanpa menurunkan padangan tajam nya.
“tidak semudah itu nona, ikat tangan mereka dan bawa mereka ke mobil!” ucap pria itu kepada anak rekan yang menyandra Alexa dan yang lainnya
Lelaki bertubuh kekar itupun menyita hanphone Alexa dan yang lainnya, kemudian mengikat kedua tangan mereka di belakang punggung. Setelahnya mendorong mereka agar berjalan mengikuti pimpinan mereka.
Pria dengan wajah seram yang terakhir muncul adalah pimpinan gerombolan lelaki kekar itu.
Alexa dan yang lain di giring tanpa bisa melakukan perlawanan, Alexa pun diam tanpa kata dan bersikap setenang mungkin, mengamati secermat mungkin peluang untuk melakukan penyerangan terhadap mereka.
Terlihat Rayhan pun mencoba bersikap tenang, namun penuh dengan kecemasan, Rayhan berada pada posisi paling depan, sementara Alexa berada paling belakang.
Mereka melangkah cukup jauh, namun kegelapan malam masih menyelimuti kawasan hutan di camping ground tersebut.
Perlahan lahan Alexa pun mencoba membuat ikatan di tangannya terasa longgar, agar memudahkan dirinya malakukan penyerangan mereka.
"Bawa mereka berdua di mobil depan, dan nona ini di mobil ini!" perintah sang pimpinan saat mereka tiba di area mobil terparkir. ada dua mobil di sana ,dan secara kebetulan, Rayhan di masukkan dalam satu mobil dengan Alexa,
pimpinan merekapun keluar dari mobil yang di tumpangi Alexa, lalu ikut mengecek kondisi mobil anak buahnya.
Bagai sebuah keberuntungan besar bagi Alexa, setelah berusaha ikatan ditangannya telah terlepas, dan melihat ada peluang, ia segera melepas ikatan tangan Rayhan, Alexa pun memberikan kode agar Rayhan tak bersuara sehingga membuat seseorang di balik kemudi merasa curiga.
Sesekali Alexa melirik ke depan, memastikan pria di depannya tak tau yang ia lakukan. Setelah memastikan tali di tangan Rayhan terlpas, Alexa pun tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, Alexa segera memukul dengan cepat tengkuk pria di depannya dengan sikut nya agar pria itu tak sadarkan diri,
"aaaaa!!!" di luar dugaan pria itu berteriak kencang sebelum matanya terpejam tak sadarkan diri.
" cepat lari Ray...!!" ujar Alex cepat sembari membuka pintu.
teriakan pria yang dipukul Alexa tentu terdengar jelas oleh rekannya, sang pimpinan pun mengejar Alexa dan Rayhan yang telah melarikan diri.
satu orang tetap tinggal untuk menjaga Bagas dan Dedy, sementara 2 orang lainnya mengikuti bos mereka mengejar target mereka.
Alex dan Rayhan terus berlari, tak mengetahui arah mereka berlari, hanya ada semak belukar sekitar mereka, dalam kegelapan mereka mencoba mencari jalan agar lolos dari pria kekar itu,
huh huh
Alexa tiba-tiba menarik tangan Rayhan untuk bersembunyi di balik semak belukar di sampingnya, semak itu cukup tinggi dan dengan kondisi yang masih gelap menyamarkan keberadaan mereka.
Alexa dan Rayhan pun berjongkok, dan mengamati sekitar mereka, terdengar langkah dari arah mereka lari tadi, hampir saja Rayhan akan berteriak saat seekor laba-laba menempel di dahinya
"sssst" Alexa langsung membungkam mulut Rayhan dengan telapak tangannya lalu menyingkirkan laba-laba yang berada di dahi sang sepupu.
sementara itu pria bertubuh kekar itu tampak berhenti di sekitar Alexa bersembunyi, mengamati sekitar dan memastikan Alexa dan Rayhan tak melarikan diri jauh.
" Ray, pergi dari sini, cari bantuan aku akan alihkan perhatian mereka" ucap Alexa pelan setelah mendengar langkah gerombolan itu menjauh,
"tapi Xa, aku tak bisa meninggalkan mu di sini sendiri"
"ayolah Ray, kita tak punya bnyak waktu. mereka pasti akan kembali kalau tau kita masih di sini, yang di incar mereka adalah aku"
"tidak Xa, aku tak ingin pergi sendiri, kita sama-sama"
" akan sulit Ray, "
" atau kamu yang pergi dan aku akan alihkan perhatian mereka"
Belum sempat Alexa menjawab terdengar kembali langkah kaki yang mendekat,
"sudah selesai diskusinya nona?"
tbc