Alexa

Alexa
Part 32



~Happy Reading~


“lalu kenapa kau tak katakan dari awal kalau kau mengenal Alexa?” Joe sungguh kesal karena kenapa Devan tak mengatakan sedari awal.


Deg


“waktu itu kan hubunganku dengan Exa sembunyi-sembunyi kak, mana bisa aku mengatakannya” jawab Devan nyengir sembari memamerkan gigi putihnya.


“kami ingin merahasiakannya kak, dan lagi pula itu permintaan Exa” timpal Alexa yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. “kenapa kami bersandiwara, karena ada hal yang memang belum bisa kami jelaskan. “


“jelaskan ke kakak, alasan kalian ini seperti di buat-buat?” kesal Joe karena telah dibohongi oleh adik-adiknya,


Alexa dan Devan saling pandang, seolah saling menanyakan bagaimana menjelaskan hal selama ini yang mereka sembunyikan.


“sebenarnya kami juga masih menyelidiki kak, ada penyusup yang di dekat kita, hanya saja sampai saat ini kami masih mengumpulkan bukti-buktinya, dan kami lebih leluasa menyelidiki tanpa ada yang tau tentang hubungan kami” ucap Devan pada akhirnya


“dari informasi yang kami dapatkan, kasus pembunuhan orang tua kalian tidak hanya Hadi sendiri pelakunya, tetapi ada orang dibaliknya dan ketika Hadi di penjara anak dan istrinya di amankan oleh orang itu.”


“awalnya aku ingin menceritakan ini ke kakak saat tau kalau kak Joe adalah orang yang dicari Alexa selama ini, hanya saja waktunya memang tidak memungkinkan, di tambah lagi waktu aku kasih kode ke kakak , tanggapan kakak malah seperti ini” kesal Devan saat ingat dengan respon Joe yang selalu menolak untuk merestuinya


Huff


Joe menghela nafas mendengar penjelasan dari adiknya, tak menyangka selama ini ternyata hubungan mereka sudah jauh, di tambah dengan informasi yang baru saja di dengarnya, ternyata ada orang yang harus mereka waspadai karena berada dekat dengan mereka.


“lalu sejak kapan kalian pacaran?” tanya Joe dengan ketusnya


“semenjak Exa kuliah, sebenarnya dari awal aku melihat Exa aku sudah suka, bisa dikatakan aku jatuh cinta pada pandangan pertama” ucap Devan tersipu seraya menatap lembut sang pujaan hati dan membuat yang ditatap tersenyum malu. Alexa kemudian mengalihkan pandangannya, menatap selang infus yang nenancap di lengannya,


“haish… jaga pandanganmu dari adik kakak” Joe merasa kesal dengan tingkah adik angkatnya spontan menjewer telinga sang adik yang duduk di depannya,


"Enak saja menatap seperti itu pada adik kakak" gerutu Joe tak terima, sang adik ditatap begitu mesra meski yang nenatap adalah kekasihnya, 'belum halal' pikirnya,


“ahh,, sakit kak… ah. Lepas!!” ronta Devan sambil berusaha melepaskan diri dari tangan kakaknya


Alexa yang melihat sang kekasih kesakitan hanya meringis, ikut ngilu, namun tak bisa berbuat banyak


“kak, lepasin ih” pinta Alexa tak tega yang melihat sang pujaan hati kesakitan,


Joe yang mendengar ucapan sang adik langsung melepaskan tangannya dari telinga Devan,


“kakak ih, jahat banget sih, merah nih” rengek Devan


“ya itu urusan beda lah," Devan berdesis senbari mengusap telinganya, lalu seketika membulatkan matanya saag menyadari sesuatu, "eit,,, tunggu dulu, berarti ucapan kakak barusan, artinya kakak restuin aku sama Exa ya?” ucap Devan girang menatap sang kakak,


“ck…” Joe berdecih dan berdiri hendak melangkah pergi


“kak….? Benarkan?” ucap Devan dengan mata berbinar


“hmmm” jawab Joe dengan raut kesalnya


“ah… yes….!!” Devan bersorak girang sembari melompat, tangan kanannya ia ayunkan sembari mengepal, lalu setelahnya ia segera menubruk kakaknya yang sudah berbalik hendak keluar kamar “terimakasih kak..”


Sungguh Devan merasa begitu bahagia, hal yang menjadi momok besar dalam perjuangan cintanya akhirnya menghilang, keraguan dan ketakutan akan restu sang kakak telah menguap, berganti dengan kelegaan yang begitu besar, hatinya berdebar kencang kala mengingat impiannya semakin dekat, satu langkah berat telah terlampai untuk jenjang yang lebih serius.


Joe yang melihat tingkah Devan hanya tersenyum tipis, tapi cukup merasa lega karena kekasih adiknya adalah orang yang baik,


“jaga adik kakak baik-baik dan ingat batasan kalian, jangan sampai kebablasan”


“iya kak,” ucap Devan sembari melepas rangkulannya, senyum lebarnya tak pudar dari bibirnya,


"terutama untuk kamu Van, jaga pandanganmu!" lanjut Joe ketus,


Devan pun mengangguk patuh tanpa pikir panjang, dan itu membuat Joe kembali menghela nafas,


Huff


“istirahatlah, kakak akan meminta penjelasan soal penyelidikan kalian nanti,” ucap Joe sembari menepuk pelan pundak sang adik,


“siap kak” Devan menempelkan jari tangan di dahinya , hormat pada sang kakak,


Setelahnya Joe menghadap sang adik yang terbaring di ranjang, “tidurlah Xa, kakak juga akan istirahat”


“baik kak,” Alexa tersenyum lega setelah melihat respon sang kakak


“dan kamu! ikut kakak, jangan ambil kesempatan berduaan di kamar” sekali lagi Joe menjewer telinga Devan sembari menyeretnya keluar kamar


“kak…” teriak Devan sembari berusaha melepas tangan sang kakak dari telinganya,


Tbc


terimakasih atas dukungannya 🤩🤩🤩