Alexa

Alexa
Part 26



~Happy Reading~


Ketika semua pria dikeluarga Alexa sedang sibuk berkutat dengan pekerjaan kantor, lain halnya denga Alexa dan tante Rasty yang tengah duduk santai di ruang kaluarga.


“kamu sudah minum obat kamu Xa?” tanya tante Rasty setelah meletakan cemilan di atas meja


“sudah tan, tadi habis sarapan Exa langsung minum obat”


“hmm, Alhamdulillah, jangan sampai lupa, biar cepet sembuh”


“iya tan, terimakasih”


Tante Rasty pun menanggapi dengan tersenyum sembari mengusap pelan kepala Alexa


“tante seneng kamu sekarang kelihatan ceria begini”


Alexa menoleh menatap sang tante yang tengah menatapnya dengan penuh kelembutan, ia pun ikut tersenyum


“terimakasih ya tan, tante dan om sudah rawat Exa sampai sekarang, maaf kalau selama ini Exa selalu repotin om dan tante”


“kamu ini bicara apa sih Xa, tante dan om ga merasa di repotin, justru tante seneng tante jadi punya anak cewek, Rayhan juga ada temen berantem” tante Rasty terkekeh karena mengingat masa kecil dan remaja Alexa dan Rayhan


“hehe.. ah, tante mah, jangan ingat kenakalan kita waktu kecil dong”


“eh, kalian itu waktu kecil gemesin tau, rasanya ga nyangka kalian udah sebesar ini. Padahal rasannya baru kemarin tante pergi ke sekolah kalian gara-gara kalian berantem”


Mereka pun larut dalam obrolan mengenang masa kecil Alexa dan Rayhan, hingga membuat mereka tertawa dan melupakan situasi yang mengkhawatirkan saat ini.


“eh tan, tante tau tidak kalau Mirna itu suka sama Rayhan?” tanya Alexa tiba-tiba


Entah apa saja yang mereka obrolkan, hingga Alexa menyinggung sahabatnya,


(biasalah kalau perempuan sudah kumpul untuk mengobrol, pasti yang dibahas banyak hal, ngalor ngidul ga jelas bisa saja dibahas, hehe)


“tau dong, kelihatan banget, waktu kemarin ke sini itu Mirna curi-curi pandang terus ke arah Rayhan”


“wah, gimana tuh tan, menurut tante, Mirna gimana?”


“dia asyik orangnya, tante suka”


“wah, jadi setuju dong tan, kalau Mirna sama Rayhan?”


“ih kok kamu sekarang jadi makcomblang sih Xa?” tante Rasty terkekeh dengan pertanyaan Alexa


“ya siapa tau tan, dia itu udah lama suka sama Rayhan tan,”


“lha tante malah kasihan sama dia, Rayhannya aja kaya gitu, masih suka manja”


Mereka masih asyik membicarakan tentang Rayhan, sementara orang yang mereka bicarakan


“hatchi…hatchih” Rayhan terus mengusap hidungnya yang terasa gatal


‘ ini kenapa sih, kayanya badan ku sehat-sehat aja deh’ batin Rayhan yang masih berkutat di kantor dengan pekerjaannya,


“Anda sakit pak? Apa perlu saya siapkan air hangat” tanya Ridwan, sekretaris Rayhan di kantor papanya yang kebetulan sedang berada di ruangan Rayhan untuk berdiskusi tentang kerjasama dengan perusahaan lain,


“tidak, ini pasti ada yang ngomongin saya ini” pikir Rayhan karena dirinya merasa tubuhnya sehat dan cuaca juga tidak sedang hujan.


Kembali lagi ke rumah di mana Alexa dan mama Rasty masih asyik duduk membicarakan Rayhan, lebih tepatnya menghibahinya, hehe


"tapi Rayhan sepertinya bakal cocok deh tan kalau sama Mirna"


"ah, tante mah seneng-seneng aja kalau Mirna jadi mantu tante"


"wah, Mirna pasti seneng nih denger tante kasih lampu hijau"


"pasti rumah bakal ramai kalau Mirna beneran jadi mantu tante"


Mereka tertawa membayangkan hebohnya kondisi rumah jika mereka berkumpul bersama, pasti akan sangat menyenangkan, begitu pikir mereka.


Seharian ini Alexa hanya berkutat di ruang keluarga dan dalam kamarnya saja, jika tidak ada tante Rasty uang menemaninya mungkin dirinya akan merasa sangat bosan.


Bahkan seharian ini tak ada seorangpun yang menghubungi dirinya, kecuali sang kakak yang mengingatkannya untuk minum obat dan banyak istirahat.


Ketika hari sudah beranjak sorepun kegiatan Alexa hanya duduk dan bersantai mengistirahatkan tubuhnya,


"Xa, tante mau pergi belanja sebentar ya," ucap tante Rasty pada Alexa yang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"tante mau belanja ke mana?"


"swalayan depan kompleks, ada beberapa bahan makanan yang habis, tante pergi sama bibi ya"


"Exa nitip jajan boleh tan?"


"mau nitip apa sayang?"


"batagor depan swalayan itu tan," Alexa pun nyengir memperlihatkan gigi putihnya, merasa tak enak dengan tantenya, sejak kemarin sebenarnya dia ingin jajan di depan swalayan itu, tapi tak boleh keluar oleh kakaknya demi keamanan dirinya,


"hmm, oke, nanti tante belikan,"


"makasih tante" mata Alexa berbinar mendengar jawaban dari sang tante, bayangan batagor yang di goreng kering dengan sambal kacang yang banyak sudah bertengger di pikirannya,


"sama-sama, kalau gitu tante pergi dulu, ingat, jangan keluar rumah, tante sudah kunci semua pintu dan jendela, nanti pintu depan tante kunci dari luar"


"oke siap tante" ucap Alexa patuh,


Tante Rasty pun melangkah meninggalkan rumah setelah memastikan pintu depan terkunci dengan benar, kemudian berpesan kembali kepada security sebelum mengemudikan mobilnya bersama sang bibi. sementara Alexa masih duduk santai menikmati acara yang disiarkan di televisi.


Satu jam berlalu semenjak tante Rasty dan bibi keluar untuk berbelanja, Alexa mulai bosan, ia pun mematikan televisi dan melangkah perlahan menuju ke kamarnya. tadinya ia berpikir ingin membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya, tapi di urungkan niatnya karena melihat gorden jendela yang tersingkap tertiup angin,


Alexa melangkah mendekat ke arah jendela, hendak membenarkan posisi gorden agar tertutup dengan benar, namun dirinya terpaku, saat menyentuh gorden dan melihat keluar, netra bulatnya menangkap keanehan di luar pagar rumahnya,


tak menunggu lama, Alexa segera menutup gordennya dan mengintip dari sela-sela untuk memastikan sosok yang berdiri di luar pagar rumah, setelahnya dia pun mencari hanphonenya dan menghubungi seseorang yang bisa membuatnya tenang,


"hallo..."


"kak...."


Tbc


Halo semua, maaf ya baru update kembali...


terimakasih atas dukungannya..🤩🤩🤩