Alexa

Alexa
Part 45



~Happy Reading~


Tanpa pikir panjang, Devan menyerahkan salah satu senjatanya kepada sang kekasih, lalu kembali mengamati ke belakang.


“jangan kurangi kecepatan sedikitpun kak” pinta Devan pada sang kakak, lalu perlahan dibukanya kaca samping dengan perlahan,


Dor!!!


Terdengar suara tembakan dari arah belakang dan dipastikan mengenai body mobil yang Joe kemudikan.


“Kak, are you oke?” tanya Alexa dengan cemas, ia bisa melihat wajah sang kakak begitu tegang,


“hmmm” ucap Joe yang masih fokus mengendalikan kemudi mobilnya.


Dor!! Dor!!


Kini terdengar lagi suara tembakan, dan kali ini berasal dari senjata yang ditembakan Devan.


Suasana tegang berlangsung cukup lama, dan baku tembak terus terjadi hingga Devan bisa mengenai ban mobil di belakangnya, membuat mereka tak bisa mengejar.


“Kak, kelompok mereka masih mengejar” seru Alexa yang mendengar dengusan lega dari Devan,


Alexa bergantian fokus mengotak-atik ponsek yang Devan berikan tadi sebelum memulai baku tembak.


“Dari arah mana Xa?” tanya Devan sembari mengedarkan padangan di sekelilingnya.


“dari belakang dan depan ada kak, sepertinya mobil ini memang sudah dipasang pelacak.” Ungkap Alexa setelah beberapa saat menganalisis. “mereka mengetahui dengan persis posisi kita saat ini”


Devan mengerutkan dahi mendengar penjelasan Alexa, kemudian memandang Alexa yang masih sibuk dengan ponselnya.


“Sh**t!” umpat Devan pelan, kesal karena merasa kecolongan,


“Hentikan mobilnya kak!” pinta Devan dengan cepat. Membuat Joe segera menekan pedal remnya “bukan mobilnya Xa, tapi kamu!” ucap Devan lalu membuka pintu dan meminta Alexa keluar.


Dengan cepat Devan membuka bajunya lalu menarik baju rumah sakit yang Alexa kenakan, setelahnya memakaikan bajunya pada Alexa, lalu membuang baju Alexa setelah merusak cip yang menempel di kerah bagian belakang pada baju yang dikenanakan tadi.


Alexa tertegun, gerakan Devan begitu cepat, namun sekilas ia memang melihat sebuah alat pelacak yang menempel di bajunya.


“Cepat masuk Xa, kita harus segera pergi dari sini!” perintah Devan dan di angguki Alexa, Joe kembali menekan pedal gas, melajukan mobil yang dikemudikannya dengan cepat.


“Mereka menghadang kita di depan Van?” kini Joe bertanya, pikirannya kalut, tak bisa berpikir jenih apa yang harus ia lakukan, setelah mendengar ucapan adiknya kalau mereka masih mengejar mereka.


“tenang saja kak, teman-teman ku juga sudah dekat, kita akhiri semuanya malam ini.”


“yang lain sudah tertangkap kak?” tanya Alexa sembari mengerutkan dahinya.


“pimpinan mereka yang belum , tapi anak dan istri Hadi sudah di amankan”


Joe mengerem secara mendadak begitu melihat ada mobil yang berhenti di tengah jalan menghadang mereka secara melintang.


“Jangan keluar mobil kak” ucap Devan dengan tenang, sementara dari arah belakang Devan juga melihat kalau ada dua mobil yang mendekat.


“Xa, apakah kau bisa menembak?”


“tentu saja kak, tangan kanan ku masih berfungsi dengan baik,” ucap Alexa dengan yakin sambil menatap lurus ke depan, memperhatikan mobil yang masih diam tak bergerak di depan sana.


“ok, kau urus yang di depan, kakak akan urus yang di belakang, hanya ulur waktu, dalam 5 menit team bantuan akan datang, mengerti?”


“mengerti kak” Alexa mengangguk dan menyiapkan senjata yang akan ia gunakan,


“tak banyak peluru yang kita punya, jadi gunakan sebijak mungkin”


Sekali lagi Alexa mengangguk, sementara Joe yang duduk di sampingnya semakin tegang saat melihat orang di dalam mobil yang menghadangnya keluar dengan membawa senjata.


“kak, tetap di dalam mobil, jangan gegabah, Exa tau kakak bisa bela diri, tapi gunakan saat kondisi mendesak saja” ucap Alexa tanpa melihat kakaknya, ia tau selama ini kakaknya ini menyembunyikan kemampuan bela dirinya,


Devan mengerutkan dahi mendengar ucapan Alexa, ingin bertanya tapi ini bukan saatnya karena dia pun melihat mobil di belakang mereka sudah berhenti dan sepertinya merekapun bersiap menyerang.


Dorr!!!


Orang keluar dari mobil yang di depan tadi melepaskan tembakan ke mobil, setelah melihat Alexa dan yang lainnya tak keluar dari dalam mobil.


Beberapa kali tembakan di lepaskan, sementara Alexa dan yang lainnya menunduk, menyembunyikan tubuh mereka, hingga saat mereka mendekat dan hendak membuka pintu, Alexa membukanya dari dalam dan menendang pria yang membawa senjata.


Dengan gerakan cepat Alexa menendang tangan orang itu, hingga senjatanya terlepas. Devan pun melakukaan perlawanan saat mereka berusaha menyerang. Beruntung tidak semua orang yang menyerang membawa senjata api, jadi Devan dan Alexa masih bisa menghadapinya.


Melihat adiknya yang begitu kewalahan menangani beberapa orang yang menyerangnya, akhirnya Joe keluar dan membantu adiknya.


Bug!!


Joe memberikan tendangan pada pria yang akan memukul Alexa dari belakang.


“Xa, are you okay?” tanya Joe dengan cemas, wajah adiknya terlihat begitu lelah, nafasnya tak teratur dan terlihat ia menahan sakit karena beberapa kali tangan kirinya di gunakan untuk menangkis serangan.


Kini Joe dan Alexa bekerja sama membereskan sisa orang-orang yang menyerangnya.


Suasana semakin tegang saat beberapa mobil datang mendekat dan terdengar beberapa tembakan yang dilepaskan ke atas. Tampak beberapa rekan Devan mendekat dan membantu menangkap mereka yang menyerang Alexa.


“Xa!!!” seru Joe saat melihat adiknya mendapat pukulan di kepalanya sebelum pria itu di bekuk oleh anggota team Devan.


Alexa memandang sang kakak yang semakin mendekat dengan wajah paniknya, semakin dekat hingga pandangan Alexa semakin gelap.


Tbc