YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 9 Italia



Di Italia


Di mobil Dena dan Gina duduk di kursi penumpang mobil yang mereka tumpangi. Mereka baru saja tiba di Bandara Internasional Ibukota Italia. Dan mereka langsung di jemput supir pribadi cabang perusahaan dari agensi yang menaungi Dena.


Tak beberapa lama mereka tiba di parkiran sebuah restoran tempat pertemuan Dena dan seorang pria sesuai dengan penuturan Gina kemaren.


"Kamu harus bisa mengambil hatinya. Kalau perlu kita akan membuat pertemuan kalian dengan sedikit bumbu-bumbu penyedap rasa." pesan Gina membuat Dena menyeritkan dahinya mendengar empat kata terakhir yang keluar dari mulut Gina.


"Emang aku mau masak sesuatu?" tanya Dena dalam hati.


"Maksudnya?" sahut Dena bertanya tidak mengerti dengan ucapan manajernya.


"Aku akan memerintahkan beberapa orang wartawan menyebarkan foto dinner kalian untuk menaikkan popularitas mu sebagai seorang model Denada!" ucap Gina tersenyum tipis.


Dena menganggukkan kepalanya mendengar penuturan sang manajer.


Gina lalu meneliti penampilan Dena dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Kamu terlihat cantik dan seksi seperti biasanya." puji Gina tersenyum tipis.


Dena tersenyum kecil mendengar pujian sang manajer.


"Ingat jangan mengecewakan ku! kau merupakan salah satu artis terbaik yang ku yakini akan memiliki karir cemerlang!" ucap Gina tersenyum menatap wajah termenung Dena.


Dena menganggukkan kepalanya mendengar perkataan manajernya.


"Aku akan membuktikannya kepadamu Meyer! tanpamu...."


"Aku juga bisa berdiri sendiri menaikkan popularitas karir ku!" monolog Dena dalam hati penuh ambisi.


"Aku yakin karir ku akan cemerlang tanpa embel-embel namamu!" sambung Dena sebelum turun dari mobil.


"Hati-hati." ucap Gina menatap kepergian Denada. Ia lalu mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, Ia lalu menghubungi seseorang.


[Hallo] ujar seseorang wanita dari seberang sana


"Perintah beberapa paparazi yang bisa kita percaya mengambil gambar dinner romantis antara Dena dan Greyson."


"Kami ada di restoran T di Italia." sambung Gina menunggu jawaban dari wanita itu.


[Baik, saya sudah mengirim alamatnya kepada seorang paparazi yang dapat kita percaya.]


"Terima kasih." ucap Gina mematikan panggilannya.


"Apa kita akan menunggu Dena kembali?" tanya sang sopir.


Hari sudah mulai gelap setibanya mereka di depan restoran yang dijadikan sebagai tempat pertemuan mereka.


#


#


Di dalam restoran


TAK


TAK


TAK


Suara hentakan high heels membentur lantai terdengar nyaring di pendengaran para pelayan dan pelanggan. Mereka terpukau dengan penampilan modis nan seksi wanita seperti Denada. Pakaian bermerek dan warna pakaian yang mencolok membalut tubuh proporsionalnya. Membuat penampilannya terlihat lebih elegan dan berkelas.


"Ada yang bisa kami bantu Nona?" tanya seorang pelayan menghampiri Denada.


"Meja pesanan atas nama Denada dimana?" tanya Dena meneliti penampilan pelayan restoran itu.


Pelayan itu sedikit risih dengan tatapan meneliti Denada.


"Silahkan Nona ikut saya." ujar pelayan itu mengarahkan meja kosong yang akan Dena tempati bersama Greyson.


Dena mendudukkan bokongnya di atas kursi sembari menanti kedatangan Greyson.


#


#


Sementara disisi lain


Greyson baru saja mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang setelah seharian memantau pengiriman barang haram klan king dari jalur laut. Beberapa menit lagi mereka akan tiba di penthouse pribadi Greyson.


"Jack sepertinya aku membutuhkan seorang wanita." celetuk Greyson tiba-tiba membuat Jack mengerem mobil mendadak.


Cittttt


Untung saja jalan raya yang mereka lalui agar sedikit sepi dan jauh dari lingkungan penduduk. Kalau tidak kemungkin mereka akan dilarikan ke rumah sakit.


...***Bersambung***...