
"Tekan semua pemberitaan itu! aku tidak mau tahu!! dalam sejam berita itu harus sudah diblokir!!" bentak pria itu dengan tegas.
Meyer lalu melemparkan ponselnya ke dinding. Ia sangat kesal dan muak melihat pemberitaan media yang lagi trending. Meyer mencengkram kuat gelas kaca yang ada atas meja kerjanya melampiaskan amarahnya. Tetesan darah mengalir deras dari dalam kepalan tangannya.
Cklekk
Katherine tiba-tiba masuk ke dalam ruangan Meyer, saat pria itu sedang emosi. Meskipun Katherine juga sedikit kesal, karena kemaren malam rencana yang sudah disusun rapi gatot. Alias gagal total, karena kedatangan Gerry. Namun wanita itu tetap berambisi untuk memiliki Meyer seutuhnya. Ia lalu menormalkan ekspresinya, lalu melangkah mendekati Meyer. Meskipun Katherine sudah tahu, kalau Meyer tidak akan senang melihat kedatangannya.
"Mengapa kau datang ke kantorku wanita sialan!!" bentak Meyer. Ia tidak suka melihat Katherine masuk ke ruangannya sesuka hatinya.
"Apa kau belum puas menghancurkan hubungan ku dengan kekasihku!!" marah Meyer menatap tajam wajah pucat Katherine.
"Keluar dari ruangan ku sekarang juga!!" geram Meyer mengeraskan rahangnya.
"Come on sayang, bukankah ini waktu yang pas untuk kita bersenang-senang atas pertunangan kita kemaren malam." ucap Katherine tersenyum manis berniat menyentuh lengan Meyer. Namun dengan kasar Meyer menepis tangan Katherine.
Meyer mencengkram kuat dagu tirus Katherine, lalu berkata. "Wanita murahan seperti mu tidak pantas menjadi pendamping hidupku! karena kau hanya wanita bekas, dan tidak pantas mendampingi Meyer Lendsky. Wanita yang rela melebarkan selangkangannya, untuk memenuhi ambisiusnya!" cemooh Meyer tersenyum sinis.
Katherine berusaha menormalkan ekspresinya, saat mendengar cemooh yang terucap dari bibir Meyer. Apakah hatinya sakit mendengar cemoohan Meyer, tentu saja hatinya sakit mendengar cemoohan dari pria yang Ia cintai.
"Bagaimana kemaren ? apa tidurmu nyenyak setelah digilir berulangkali?" tanya Meyer memperkuat cengkeramannya.
"Seharusnya wanita murahan sudah tahu tempatnya dimana!" sinis Meyer menghempaskan dagu Katherine kesamping.
"Jika sampai pertunangan ini menghancurkan hubungan ku dengan Dena, aku tidak akan tinggal diam! aku akan menghancurkan hidupmu!" ancam Meyer melangkah ke kamar mandi.
Katherine meremas kuat gaun berwarna dongker yang dikenakannya. Ia menatap benci kearah pintu kamar mandi.
"Aku Katherine Matthew! pewaris Medical Center! apa yang ku inginkan harus tercapai! aku akan mendapatkan mu, bagaimanapun caranya Meyer Lendsky...." batin Katherine.
"Ini semua karena kau Denada Wilims! aku akan menghancurkan hidupmu! aku juga akan membuat hatimu hancur hingga berkeping-keping!" sambung Katherine menghentakkan kakinya ke lantai. Ia lalu keluar dari ruangan Meyer, sebelum pria itu keluar dari kamar mandi.
#
#
Sementara di Italia
Dena melangkah keluar dari hotel yang Ia tempati bersama manajernya. Hari ini mereka berencana kembali Kolombia. Namun di tengah perjalanan, tanpa sengaja Dena menyenggol bahu seseorang.
"Ma-maafkan saya Nona!" ujar Dena terbata-bata. Sementara sang manajer dengan cepat membantu Dena mengambil barang-barangnya yang terjatuh.
"Tidak apa-apa Nona." balas wanita itu tersenyum manis menatap wanita di depannya.
"Calista Matthew...." ucap wanita itu mengulurkan tangannya memperkenalkan diri kepada Denada. Wanita muda itu terlihat sangat ramah kepada orang asing.
Sementara Dena, mau tidak mau menerima uluran tangan wanita itu. Agar tidak dicap sebagai wanita sombong.
...***Bersambung***...