YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 36 Keanehan Dena



Dena termenung lama mendengar perkataan sang kekasih. Ia lalu mengalihkan pandangannya mengelus perut ratanya. Ia tidak tahu harus ngomong apa. Ia tidak mungkin menolak anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya. Memiliki anak tanpa menikah di negaranya bukanlah hal yang tabu lagi.


"Sayang! apa kau tahu aku sangat bahagia mendengar berita membahagiakan ini! dan aku juga tidak sabar menantinya lahir ke dunia." celetuk Meyer mengecup kening Dena.


Tiba-tiba senyum manis terbit di bibir Dena saat mendengar kalimat terakhir keluar dari mulut Meyer.


Meyer tersenyum hangat melihat sang kekasih ikut bahagia mendengar kehamilannya.


"Apa kamu merasakan yang namanya morning sick akhir-akhir ini? seperti mual mungkin. Atau kamu sedang ngidam? ingin makan sesuatu?" tanya Meyer beruntun. Ia cukup antusias dengan kehamilan pertama sang kekasih.


Dena terkejut mendengar pertanyaan beruntun yang keluar dari mulut Meyer. Tidak bisanya Meyer bertanya beruntun seperti itu. Dena tersenyum hangat melihat keantusiasan kekasihnya.


"Aku mau mie ayam bakso." ucap Dena tiba-tiba dengan mata berbinar.


"Hanya itu?" tanya Meyer. Meskipun nama makan yang diminta istrinya terdengar asing di pendengarannya. Namun pria itu yakin, kalau makan yang diminta istrinya bisa dicari Gerry di Negera mereka.


"Ya! aku cuma mau mie ayam saja." sahut Dena menelan ludahnya. Ia sudah tidak sabar mencicipi mie ayam bakso yang sering Ia lihat di Instagram.


Meyer langsung mengeluarkan ponselnya menghubungi Gerry.


Di depan Club


"Hallo Tuan" sahut Gerry sembari melangkah masuk ke dalam Club langgannya.


[Ger! belikan mie ayam bakso sekarang juga! aku memberimu waktu 30 menit membelinya! kau harus sudah tiba disini dalam waktu 30 menit!] ucap Meyer langsung mematikan panggilannya.


Gerry terdiam mendengar nama makan yang baru saja di sebutkan Tuannya.


"Mie ayam bakso?" gumamnya bertanya-tanya menyeritkan dahinya.


"Sial! aku belum pernah mendengar nama makanan seperti itu!" dengusnya membalikkan tubuhnya melangkah kembali ke parkiran.


Pria itu cukup kesal sekaligus gusar saat memperhatikan jam yang melingkar dipergelangan tangannya. Waktu yang Gerry habiskan mencari mie ayam bakso pesanan Meyer membutuhkan waktu lebih dari 30 menit.


Sejam kemudian, Gerry melihat satu restoran Asia khas Indonesia. Pria itu dengan tergesa-gesa turun dari mobil tanpa memperhatikan jalan yang pria itu lalui.


Brak


"Sial!" umpat Gerry kakinya sakit di lindas ban sepeda seorang wanita berambut panjang.


"Ma-maafkan saya Tuan--" ucap wanita itu terbata-bata. Ia baru saja selesai bekerja part time di restoran Asia yang mau dimasuki oleh Gerry.


"Maaf! maaf! kau pikir ini enggak sakit!!" bentak Gerry mendesis pelan tanpa menatap si penabrak.


Gerry terkejut melihat wanita di depannya. Tiba-tiba anakonda milik Gerry yang masih terbungkus lapisan kain itu berdiri tegap.


"Sial! rencana untuk bersenang-senang di Club luntur sudah." ucap Gerry dalam hati. Ia berlalu begitu saja menghilang dari pandangan wanita itu.


Sementara si penabrak menyeritkan dahinya melihat tingkah laku Gerry. Karena hari sudah semakin malam, wanita itu lanjut mendayung sepedanya menuju tempat tinggalnya.


Sementara di rumah sakit


Meyer cukup gusar karena sedari tadi Dena terus-menerus menanyakan mie ayam bakso pesanannya.


"Aduh sayang...."


"Sabar ya! Gerry sedang mencarinya." bujuk Meyer mengelus lembut perut rata sang kekasih.


...***Bersambung***...