YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 29 Kediaman Tuan Lendsky



Suara Katherine membuyarkan lamunan Tuan Lendsky dari kenangan pahit yang keluargannya alami di masa lalu.


"Kakek...." panggil Katherine dengan suara lembut.


"Eh, ya." sahut Tuan Lendsky memiringkan sedikit tubuhnya kearah pintu.


"Kakek ngapain disini?" tanya Katherine melangkah mendekati Tuan Lendsky. Katherine tersenyum manise menatap Tuan Lendsky.


"Kakek sedang memberi makan ikan." ujar Tuan Lendsky tanpa ekspresi di wajahnya.


"Apa tujuan kedatanganmu kemari?" timpal Tuan Lendsky tanpa basa-basi langsung bertanya kepada Katherine.


"Kakek! Katherine mau pernikahan Katherine dan Meyer dipercepat!" rengek Katherine manja mendudukkan bokongnya di sebelah Tuan Lendsky.


"Bukankah kalian akan menikah 2 bulan lagi? itu tidak akan lama Katherine. lagian Meyer sepertinya sedang sibuk akhir-akhir ini." ucap Tuan Lendsky. Memang akhir-akhir ini, cucunya itu jarang datang ke mansion karena alasan sibuk.


"Kakek! Meyer bukan sibuk dengan pekerjaannya. Ta-tapi Meyer sibuk dengan Dena, dan mereka juga selama ini tinggal bersama!" lirih Katherine pura-pura sedih.


"Apa!!!" Tuan Lendsky terkejut mendengar perkataan Katherine. Karena selama ini menurut informasi anak buahnya, Meyer sedang sibuk mempersiapkan proyek baru untuk kemajuan perusahaan mereka.


"Jerry!!!" teriak Tuan Lendsky memanggil pria yang tadi Katherine jumpai di depan kediaman Tuan Lendsky.


Jerry langsung memasukkan ponselnya ke kantong celananya mendengar teriakan Tuan Lendsky. Pria itu berjalan tergesa-gesa menuju gajebo belakang. Jantung pria itu berdetak kencang mendengar suara panggilan Tuan Lendsky.


"I-iya Tuan." sahut Jerry terbata-bata. Pria itu benar-benar takut mendapat kemarahan dari pria paruh baya itu.


"Apa semua informasi yang selama ini kau sampaikan kepadaku adalah kebohongan? kau berani-beraninya bekerja sama dengan cucuku memanipulasi informasi yang kau sampaikan!!" ucap Tuan Lendsky dengan suara penuh penekanan.


"Tuan itu---"


"Sersan!!" teriak Tuan Lendsky memanggil pelayan kesetiaannya.


"Iya Tuan." sahut Sersan membungkukkan sedikit tubuhnya.


"Kawal Jerry masuk ke dalam ruang penyiksaan! jangan ada yang berani mengeluarkan dia dari ruang penyiksaan sebelum 1 x 24 jam. Jangan memberinya makan dan minum saat Ia lapar dan haus!!" ucap Tuan Lendsky menatap tajam pelayan kepercayaannya.


"Ba-baik Tuan." sahut Sersan menuruti perintah Tuan Lendsky.


Sersan lalu memberi kode kepada Jerry agar pemuda itu mengikuti langkahnya.


Sementara Katherine tersenyum puas mendengar kemarahan Tuan Lendsky. Di dalam hatinya, Katherine bersorak kegirangan melihat rencananya berhasil.


"Tenanglah Katherine. Kakek akan mempercepat pernikahan kalian. Wanita itu tidak pantas menjadi pendamping hidup cucuku!" ucap Tuan Lendsky tersenyum kecil menatap wajah polos Katherine.


Dimata pria paruh baya itu, Katherine terlihat seperti gadis polos. Menurutnya gadis seperti Katherine lah yang cocok mendampingi cucunya, yaitu Meyer. Pria yang terkenal casanova dan liar. Bukan hanya itu, Ia juga tidak mau Dena menjadi cucu menantunya karena alasan lain. Dan hanya pria itu yang tahu alasannya. Ia sudah mengubur dalam-dalam alasan itu sejak beberapa puluh tahun yang lalu.


"Benarkah kakek?" tanya Katherine antusias masih pura-pura polos.


"Benar! tapi jangan dulu sampaikan kabar ini kepada kedua orang tuamu." pinta Tuan Lendsky menatap serius calon cucu menantu pilihannya.


"Siap kakek!" ucap Dena tersenyum lebar mendengar permintaan kakek Meyer.


"Yes! berhasil! awas kau Dena! aku akan menghancurkan hubungan kalian. Hanya Katherine yang pantas menjadi pendamping hidup Meyer Lendsky, bukan kau Dena Willis.... ternyata menghasut pria tua ini sangatlah mudah" ucap Katherine tersenyum menyeringai.


Tuan Lendsky tersenyum tipis melihat wajah bahagia Katherine. Namun pria itu tidak pernah tahu bagaimana isi hati Katherine sesungguhnya. Ia hanya melihat dari luar saja tanpa melihat isi hati wanita itu.


...***Bersambung***...