YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 40 Katherine dan Calista



Dena dan Meyer lalu keluar dari ruangan dokter kandungan setelah mengambil salinan hasil USG Dena. Senyum kebahagiaan terus terpancar di bibir sepasang kekasih itu.


Mereka tidak sadar jika sedari tadi seorang wanita menatap mereka dengan wajah murka dan penuh amarah. Wanita itu bebas keluar masuk rumah sakit itu menemui kedua orangtuanya yang baru saja pulang dari luar negeri. Karena kebetulan rumah sakit tempat Dena di rawat adalah cabang rumah sakit milik kedua orangtuanya.


Katherine melanjutkan langkahnya menemukan kedua orangtuanya. Ia cukup penasaran mengapa Dena keluar dari ruangan dokter kandungan. Apa wanita itu sudah hamil pikirnya.


Namun setibanya di lift langkah Katherine harus terhenti setelah melihat saudarinya melangkah masuk ke dalam rumah sakit. Dengan kedudukan saudarinya sebagai wakil direktur di rumah sakit keluarga mereka. Membuat Katherine lebih leluasa mencari tahu alasan Dena dan Meyer di rumah sakit.


"Ada urusan apa kau datang ke rumah sakit?" tanya saudarinya menyeritkan keningnya. Karena setahunya Katherine tidak mau memegang kendali atas rumah sakit milik keluarga mereka. Katherine lebih suka hidup bebas dan juga berpose di depan kamera.


"Aku hanya ingin menemui Papa dan Mama, Lis!" ucap Dena mencebikkan bibirnya kesal melihat ekspresi heran saudarinya.


"Aku membutuhkan bantuanmu!" ucap Katherine penuh penekanan menarik tangan saudarinya masuk ke dalam lift khusus.


Wanita itu mengikuti langkah saudarinya, karena tidak biasanya Katherine membutuhkan bantuannya.


"Ada apa?" tanya wanita itu setelah mereka sampai di ruangannya.


"Calista! aku sedang membutuhkan data seorang pasien dokter kandungan." ucap Katherine penuh harapan.


"Kami tidak bisa memberikan data pribadi pasien ke orang asing!" tegas Calista mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya.


Katherine cukup kesal mendengar jawaban Calista. "Bukankah aku saudarimu? apa aku terlihat seperti orang asing bagimu?" tanya Katherine menatap sinis kearah Calista.


Calista menghembuskan napasnya mendengar pertanyaan saudarinya. "Untuk apa data pasien itu?" tanya Calista pada akhirnya.


"Aku ingin memastikan sesuatu." lirih Katherine mengubah raut wajahnya seperti semula.


Kesepuluh jemari Calista lalu menari-nari di atas keyboard komputernya mencari data yang dibutuhkan Katherine.


"Siapa nama pasien yang ingin kau cari tahu?" tanya Calista menatap Katherine.


"Denada Wilims...." lirih Calista termenung lama menatap informasi di layar komputernya.


"Apa kau sudah mendapatkan informasi mengenai tujuannya datang ke rumah sakit?" tanya Katherine antusias. Ia cukup penasaran dengan informasi yang akan Calista katakan kepadanya.


"Apa kau mengenal wanita ini?" tanya Calista mengalihkan pandangannya menatap saudarinya.


"Ya! dia sainganku di perusahaan! bukan hanya itu, wanita sialan itu juga sudah merebut tunangan ku!" celetuk Katherine mengepalkan kedua tangannya.


Calista terkejut mendengar perkataan saudarinya. Ia tidak pernah menyangka kalau Katherine akan mengucapkan kalimat itu.


"Sekarang katakan! ada keperluan apa wanita itu di ruangan dokter kandungan?" cecer Katherine penasaran.


"Sepertinya Denada sedang mengandung dua bulan." ucap Calista membaca catatan medis Denada.


"Sialan! aku tidak akan membiarkan wanita itu melahirkan darah daging Meyer! aku akan membunuh mereka berdua agar tidak menghalangi jalanku mendapatkan Meyer!!" ucap Katherine tersenyum menyeringai.


Calista merinding mendengar kalimat yang keluar dari mulut saudarinya.


"Katherine sadarlah! Meyer mungkin bukan jodohmu!" nasehat Calista. Ia tidak akan membiarkan saudarinya menjadi seorang pembunuh.


"Cih! aku mencintainya Calista! salahkan wanita itu yang berani-beraninya mengambil milik orang lain!"ujar Katherine.


"Terima kasih untuk informasinya Calista! aku mau menemui Mama dan Papa terlebih dahulu." ucap Katherine keluar dari ruangan Calista.


Sementara Calista menatap kosong kearah pintu yang baru saja Katherine tutup.


...***Bersambung***...