YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 74



Meyer melangkah menuju ruangan kerjanya dan melacak keberadaan para pengawal yang ia tugaskan menjaga Dena dan Richardo. Pria itu menaikkan sebelah alisnya melihat GPS yang di tanam di tubuh para pengawal menunjuk lokasi yang ada di gudang belakang.


Meyer dengan cepat berlari menuju gudang belakang, yang selama ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang tidak dipakai lagi.


Meyer semakin cemas dan mempercepat langkahnya ketika melihat banyak jejak darah yang menetes di atas rumput. Perasaan khawatir melingkupi hatinya.


Sementara Arden mengikuti langkah Meyer dari belakang. Pria itu juga ikut terkejut melihat banyak tetesan darah berwarna merah yang menetes di atas rumput yang mereka lalui.


Gubrak


Dengan sekali tendangan keras, pintu itu langsung terbuka. Mereka melihat beberapa jasad bercampur darah sudah menumpuk di gudang belakang. Ada sekitar 10 pengawal yang ada di gudang itu.


Meyer melihat sebuah kertas putih bercampur darah menempel di salah satu tubuh pengawal yang sudah tewas.


"Jika kau tetap kekeuh membatalkan pernikahan kita. Aku akan menghabisi nyawa kekasih dan putramu dengan cara yang sama."


"Temui aku di Club malam ini, jika kau ingin mengetahui keberadaan kekasih dan putra mu."


Meyer langsung meremas kertas itu menjadi bulat. Jejak kemarahan terlihat jelas di wajah tampannya. Arden merasa kemarahan Meyer benar-benar sudah mencapai ubun-ubun.


"Arden! siapkan beberapa anak buah kita yang gesit dan licik. Ikut aku ke Club malam ini menemui wanita jalan9 itu! Aku ingin menghabisinya dan menghancurkan keluarganya!"


"Kita lihat saja... kira-kira sejauh mana kemampuan mu mengusik ketenangan ku..." gumam Meyer dengan wajah merah padam.


Arden langsung berlalu dari sana dan melaksanakan tugas yang diberikan Meyer.


#


#


#


Katherine tersenyum puas melihat Dena, Gerry dan Richardo sudah ada ditangannya. Semua keberhasilan itu tak lepas dari bantuan salah satu anak buah Meyer.


Suara tawa Katherine mengusik tidur lelap Dena dan Gerry. Mereka langsung terbangun dan memperhatikan kondisi sekitar mereka.


Gerry tiba-tiba langsung tersadar melihat kedua tangan dan kakinya diborgol seperti seorang tahanan. Ia langsung mengalihkan pandangannya melihat kondisi Dena dan Richardo.


Dena terlihat menyeritkan dahinya menatap kondisi gelap disekitarnya. Tiba-tiba Dena tersenyum melihat Katherine tersenyum menyeramkan dari jarak yang tak jauh darinya. Wajah putih gadis itu terlihat dari kondisi lampu yang sedikit remang-remang.


Dena berusaha menekan perasaan khawatirnya. Ia lalu mencari keberadaan Richardo. Ternyata Richardo dibaringkan di atas meja yang tak jauh dari Katherine.


"Akhirnya kau sadar juga." kata Katherine tersenyum menyeringai.


"Aku sudah memperingatkan mu berulangkali! tapi kau sama sekali tidak mau menuruti perkataan ku!" lanjut Katherine melangkah mendekati Richardo sembari membawa pisau tajam seperti orang yang ingin menghabiskan musuhnya.


"Sepertinya kau sangat menyukai anak ini." ujar Katherine lagi sembari memainkan pisau tajam itu di atas kulit putih Richardo.


"Stop! Jangan kau lukai putraku!" teriak Dena dengan suara bergetar. Ia benar-benar takut kehilangan Richardo. Cukup sekali saja, Dena harus kehilangan putra kandungnya.


"Bukankah aku sudah memperingatkan mu dari jauh-jauh hari. Bahkan aku sudah memperingatkan mu dengan obat aborsi itu. Tapi, kau tetap keras kepala mendekati calon suamiku!" bentak Katherine dengan wajah menyeramkan seperti seorang Psikopat.


Sementara Gerry diam-diam mencari cara melepaskan borgol yang membatasi gerakannya. Namun, ia tidak tak kunjung menemukan solusinya.


Katherine bukanlah lawan seimbang untuk menjadi lawan Dena. Katherine merupakan psikopat berdarah dingin. Karena wanita itu mampu membunuh musuhnya dalam sekejap mata.


"Mayer tidak mencintai mu! kau tidak bisa memaksakan perasaan seseorang!"


"Kau tidak bisa menuntut seseorang mencintai mu, dan membalas cintamu!" balas Dena dengan suara parau. Air mata mengalir deras dari sudut matanya.