YOUR LOVE HURTS ME

YOUR LOVE HURTS ME
Bab 75



"Katherine, hentikan perbuatan mu ini! Aku tidak akan melaporkan mu ke polisi, jika kau melepaskan kami sekarang juga." cicit Dena penuh permohonan.


Katherine tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Namun, Katherine tiba-tiba menghentikan tawanya daan menatap Dena dengan tajam. "Aku tidak akan melepaskan mu! karena kau merupakan penghambat hubungan ku dengan Meyer!"


"Malam ini aku akan bertemu dengan Meyer. Dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku sudah tidak sabar menantikan malam panas kamu nanti malam." Katherine tiba-tiba tersenyum ceria sembari menghayal mengenai keinginan yang akan ia capai sebentar lagi.


Katherine kemudian menjauh dari Richardo dan melangkah mendekati Dena. Suara ketukan sepatu heels yang dikenakan wanita itu terdengar jelas di telinga mereka yang ada di ruangan itu.


"Apa kau tahu rencana apa yang sudah ku siapkan sebentar malam?" tanya Katherine tersenyum menyeringai.


"Aku ingin mengandung darah daging Meyer. Dan keinginan ini akan segera terwujud." bisik Katherine tiba-tiba tertawa terbahak-bahak keluar dari ruangan itu.


"Tidak! lepaskan kami, Katherine!" teriak Dena histeris.


Sementara Gerry terkejut mendengar teriakan melengking Dena. Teriakkan itu tentu saja mengusik tidur Richardo. Anak itu langsung menangis kencang.


"Nona muda." panggil Gerry dengan suara pelan.


"Gerry! apa kau juga diculik seperti kami?" tanya Dena dengan suara serak.


"Benar, Nona. Saya tidak mungkin membiarkan kalian berdua diculik. Jangan takut, saya yakin Tuan muda akan segera datang menyelamatkan kita." ucap Gerry memenangkan kekhawatiran Dena.


"Tapi.... Katherine bilang, dia akan menjebak Meyer hingga mengandung darah dagingnya. Apa yang harus kita lakukan menggagalkan rencana Katherine." kata Dena dengan perasaan frustasi.


Tiba-tiba Dena muntah-muntah lagi, seperti hari sebelumnya.


Flashback


Dena sedang menyiapkan makan malam untuknya dan putranya. Dengan penuh semangat ia juga menyiapkan makan malam untuk para pengawal yang sudah standby menjaganya dan putranya selama kepergian Meyer. Entah kenapa, Dena tiba-tiba merasa mual mencium aroma masakan yang sudah tersaji di atas meja.


"Kenapa aromanya jadi bau begini..." cicit Dena sembari memanggil seorang pengawal yang berjaga diluar rumah.


Tak beberapa lama seorang pengawal masuk ke dalam rumah dan menghampiri Dena.


"Apa Anda membutuhkan sesuatu, Nona?" tanya pengawal itu dengan kepala sedikit menunduk.


" Apa Gerry ada di luar?" tanya Dena sembari menahan mual yang mulai mengaduk-aduk perutnya. Sebelum pengawal itu menjawab pertanyaan Dena.


Dena kembali berkata. "Saya ingin ke toilet sebentar. Tolong jaga putra saya."


Dena langsung berlari menuju kamar mandi meninggalkan pengawal itu dan putranya di meja makan.


Setelah kepergian Dena, pengawal itu memperhatikan sekitarnya. Tak beberapa lama, seseorang masuk ke dalam rumah dengan pakaian serba hitam. Ia menyerahkan sebuah botol kecil kepada pengawal itu. Setelah menyerahkan botol kecil berisi obat tidur tersebut. Ia terlihat melangkah menuju ruangan CCTV.


Tak beberapa lama, Gerry tiba di halaman kediaman Meyer. Semua penjaga yang berdiri di luar menunduk hormat ketika melihat kedatangan Gerry. Gerry terdiam beberapa salah satu pengawal yang berjaga di depan sudah tidak ada ditempatnya.


"Dimana Damian?" tanya Gerry kepada rekan Damian yang berdiri di depan pintu.


"Nona muda memanggil Damian masuk ke dalam, Tuan." jawab pengawal itu dengan terbata-bata.


Gerry dengan cepat melangkah masuk ke dalam rumah. Tak ada hal yang mencurigakan yang terjadi di dalam rumah. Ia melihat Damian sedang bermain dengan Richardo di lantai dekat meja makan.


"Dimana nona muda?" tanya Gerry menatap Damian tajam.


"Nona muda pergi ke kamar mandi, Tuan. Saya melihat nona muda sedang mual-mual." jawab Damian dengan wajah tenang. Namun, dari ekor matanya, Gerry melihat Damian seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.


Tak beberapa lama terdengar teriakan seseorang dari kamar mandi.


"Aaaaa..."